REAL STORIES

Climbing Experiences

First-hand climbing experiences from around the world — vlogs, blogs, and real trip reports, complete with source links you can explore yourself.

9.778 experiences across mountains · page 19/408

Et de 2... missions à La Guen!

Penulis ikut misi botani di La Guen lalu mencatat pendakian sore bersama tim hingga zona puncak Mont Panié. Kisah ini memberi konteks langsung tentang kerja lapangan dan pendekatan di massif tersebut, bukan informasi izin atau akses masa kini.

Kithry 4 Mar 2013
Source

Carstensz East — fourth and final peak of the massif

Laporan IMG mencatat pendakian Carstensz East (±4.808 m) pada 17 Februari 2013 sebagai puncak keempat dan terakhir dari massif Puncak Jaya yang mereka daki. Berbeda dari puncak lain, ini murni pemanjatan batu: batu kapur lepas di banyak tempat karena es mencair, dan tim harus berhati-hati naik-turun punggungan. Tidak ada cairn atau tanda pendakian sebelumnya — menegaskan puncak ini hanya menerima segelintir pendakian sejak ekspedisi Belanda 1936.

International Mountain Guides 17 Feb 2013
Source

Carstensz Pyramid Trip Report — Ngga Pulu & Carstensz East

Laporan ekspedisi IMG mencatat tim mendaki puncak salju sekaligus puncak batu Ngga Pulu pada 15 Februari 2013. Ngga Pulu kini sebagian besar pemanjatan batu dengan sisa gletser tipis; puncak salju masih sedikit lebih tinggi dari puncak batu, namun diprediksi akan terbalik seiring gletser terus menyusut. Cuaca cerah saat mulai lalu memburuk menjadi basah saat turun — kondisi khas kawasan ini.

International Mountain Guides 15 Feb 2013
Source

West Papua Expedition Summits Sumantri

Kabar sat-phone khusus keberhasilan tim IMG (dipandu Dan Zokaites) menggapai Sumantri (4.870 m) di sebelah utara Piramida Carstensz. Rute yang ditempuh: scrambling batu, crampon di medan gletser, lalu panjat batu kelas 4; dicatat bahwa belum banyak orang yang pernah mencapai puncak ini.

Dan Zokaites / Eric Simonson 12 Feb 2013
Source

Trip Report for Carstensz Pyramid — West Papua Expedition Summits Sumantri

Laporan ekspedisi IMG yang memuat bagian keberhasilan tim menggapai puncak Sumantri (4.870 m) di utara Carstensz. Pendakian melalui scrambling batu, lalu crampon di bagian bergletser (salah satu gletser terakhir di kawasan), diakhiri panjat batu kelas 4 ke puncak; digambarkan sebagai puncak yang jarang dikunjungi.

Dan Zokaites / Eric Simonson 12 Feb 2013
Source

Mt Sefton

Penulis mencapai puncak melalui Welcome Pass, Douglas Névé dan punggungan barat. Es keras saat naik berubah menjadi salju lunak saat turun; perjalanan berlanjut melalui Horace Walker Glacier. Ini catatan kondisi perjalanan lama, bukan jaminan kondisi sekarang.

mustlovehills 2 Jan 2013
Source

Bushwhacked with BushNav: Part 1

Edrich dan Lelanie mengenang pendakian berpemandu Cassimo dalam tulisan 2012. Setelah pendekatan kendaraan yang sulit, mereka berjalan ke hutan pegunungan, mengamati green-headed oriole dari titik yang lebih tinggi, lalu mengambil cabang menuju Murombodzi Falls. Prosedur izin adat dan waktu tempuh yang disebut berlaku untuk perjalanan historis mereka, bukan jaminan kondisi sekarang.

Edrich Schafer 17 Dec 2012
Source

Climbing Mt Popomanaseu — catatan langsung / firsthand account

Dalam catatan Oktober 2012, Inabinet melewati Nanala dan kamp pemburu, lalu Sungai Sutakiki serta lereng berlumpur dan berakar licin. Hari menuju puncak dan kembali ke kamp berlangsung dari pukul 06.00 hingga 18.00; awan menutup pandangan puncak dan badai mendorong mereka turun. Ia menganjurkan empat sampai lima hari untuk keseluruhan perjalanan pulang-pergi, dengan pendampingan lokal dan penerimaan masyarakat Mani.

Dave Inabinet 18 Oct 2012
Source

Mt Talau Hike (Neiafu, Vava'u, Tonga)

Catatan pasangan pelayar Cyndi dan Rich dari kapal Legacy, dipublikasikan 6 Oktober 2012. Mereka menempatkan Mount Talau sekitar satu mil di luar Neiafu dan menggambarkan pendakian ke puncaknya sebagai tanjakan curam yang tuntas dalam sekitar 30 menit. Kerja keras itu, tulis mereka, dibayar dengan pemandangan yang bagus: panorama kembali ke arah kota, memandang sebuah selat/kanal di kejauhan, dan hamparan vegetasi lebat khas Vava'u. Perjumpaan satwa yang paling mereka ingat adalah seekor kepiting yang hidup di pegunungan — berukuran sebesar telapak tangan Rich, detail yang menegaskan betapa plateau kapur ini menyimpan kehidupan darat yang tak terduga. Sesudah turun, mereka menutup hari dengan pizza dan bir di kota. Catatan ini singkat tetapi memberi patokan waktu tempuh yang realistis (sekitar 30 menit naik) dan menegaskan karakter jalur: pendek, curam, dan berimbalan panorama.

Cyndi & Rich (SV Legacy) 6 Oct 2012
Source

Religious Pilgrimage to Hengshan Mountain in Hunan

Gina menceritakan perjalanan dua hari pada 2012: pendakian terasa berat, sehingga ia beralih ke kereta gantung yang masih beroperasi saat itu, lalu bermalam untuk melihat matahari terbit. Kunjungan kuil dan salah belok saat turun melengkapi kisahnya. Informasi transportasi, harga dan akses malam dalam tulisan ini bersifat historis.

Gina 17 Sept 2012
Source

Mount Cordeaux and Bare Rock – Main Range

Penulis memimpin kelompok melalui lookout Cordeaux menuju Bare Rock. Angin dingin memperpendek istirahat di atas; perjalanan turun terasa lebih cepat.

Keyman 15 Aug 2012
Source

Stor dag på Storen

Siw kembali pada 2012 setelah berbalik sebelum Hjørnet pada 2010. Ia membandingkan scree tanpa salju dengan jalur bersalju yang lebih mudah dikenali, lalu menceritakan panjatan Heftyes renne dan antrean rappel. Perjalanannya berlangsung 15 jam termasuk jeda.

11 Aug 2012
Source

Gunung Balease 2894 Mdpl: catatan peserta TOBAKU 2012

Anchi memberi sudut pandang peserta lain pada TOBAKU 2012. Ia menggambarkan pendekatan melalui persawahan dan sungai, awal pendakian yang curam, serta hutan lumut menuju Balease. Puncaknya tertutup pepohonan sehingga pandangan tidak selalu luas.

Anchi Jelatang 7 Jun 2012
Source

Hiking Mount Talau

Catatan pelayar Dave dan Sherry dari kapal katamaran Soggy Paws, yang mendaki Mount Talau pada Minggu 9 Mei 2012 saat menambat di Neiafu, Vava'u. Mereka menegaskan ini jelas bukan pendakian berat — hanya 131 meter — dan sebagian besar rutenya mengikuti jalan beraspal atau tanah. Tantangan sebenarnya, tulis mereka, adalah menemukan jalur naik yang benar: mereka memperingatkan agar mengambil belokan SEBELUM sebuah papan penanda, bukan meneruskan jalan di sampingnya yang ternyata hanya mengitari kaki bukit alih-alih naik ke puncak. Di jalur yang benar terdapat papan yang menceritakan legenda Tonga tentang mengapa puncak Mount Talau rata di atasnya — kisah yang mereka nilai cukup manis. Dari puncak plateau mereka menikmati panorama yang mereka sebut luar biasa: Pelabuhan Neiafu, kota dari dekat, dan katamaran Soggy Paws mereka sendiri yang tertambat di sisi barat Neiafu terlihat jelas jauh di bawah. Karena mendaki pada hari Minggu — hari ketika di Tonga hampir semua tutup dan bekerja bahkan dilarang undang-undang — mereka berpapasan dengan anak-anak berpakaian gereja rapi, dan mencatat bahwa babi adalah bagian tak terpisahkan dari kehidupan Vava'u: hampir setiap rumah di luar kota memiliki sekawanan babi yang berkeliaran. Catatan ini berguna terutama karena peringatannya soal jalur yang membingungkan di kaki bukit.

Dave & Sherry (SV Soggy Paws) 9 May 2012
Source

Scaling Mt. Waddington, British Columbia by Warren Miller

Cuplikan Warren Miller yang mengikuti pendaki menaiki salah satu puncak terjal dan berselimut es di massif Waddington — memperlihatkan medan es curam khas Coast Mountains.

25 Apr 2012
Source

Trekking to Pico Turquino — Cuba’s Highest Mountain

Perjalanan riset April 2012 mencatat sekitar enam jam untuk 8 km ke La Aguada dan tiga jam untuk 5 km menuju puncak esoknya. Hujan membuat turunan licin; fasilitas dan harga dalam tulisan merupakan kondisi saat itu.

John Ahrens 10 Apr 2012
Source

Antigua and Barbuda – Mount Obama

Laporan dua bersaudara pemburu titik tertinggi negara yang mendaki terpisah beberapa hari: Eric pada 26 Maret 2012 dan Matthew pada 30 Maret 2012. Inti ceritanya bukan soal medan, melainkan soal pagar. Mereka menyebut kesulitan terbesar Mount Obama sepenuhnya bersifat logistik — pagar kawat berduri yang mengelilingi puncak — dan sampai hari pendakian mereka tetap tidak tahu apakah gerbangnya akan terbuka. Solusinya datang lewat kontak: mereka menghubungi Vashti Ramsey dari Mount Obama National Park yang saat itu baru terbentuk, dan gerbang dibukakan pada tengah hari di masing-masing tanggal pendakian mereka, tanpa harus membayar pemandu meski sebelumnya sempat dikutip tarif 100 dolar. Rute yang mereka pakai berangkat dari Christian Valley dekat Bolans: dari bandara mereka berkendara ke Bolans mengikuti papan jalan, lalu masuk jalan tanah tanpa penanda sampai gerbang Christian Valley Agriculture Centre yang menandai pintu masuk Mount Obama National Park. Dari sana jalurnya digambarkan Eric sebagai jalan tanah tua yang perlahan menyempit menjadi jalur setapak. Satu detail teknis yang mereka kejar: sempat ada keraguan apakah sebuah punggungan tanpa nama di dekatnya justru lebih tinggi, dan lewat pengukuran GPS mereka memastikan Mount Obama memang titik tertinggi, dengan angka 1.374 kaki pada alat mereka. Laporan ini adalah rujukan paling jelas soal cara praktis menembus gerbang puncak: kuncinya menghubungi pengelola taman lebih dulu, bukan sekadar datang dan berharap.

Eric & Matthew Gilbertson 30 Mar 2012
Source

Travel Experience to Wenchi Crater Lake

Laporan langsung tahun 2012 menceritakan turunan berdebu dengan kerikil lepas, penyeberangan ke biara pulau, serta perjalanan kembali yang lebih melelahkan dan memerlukan jeda. Kisah ini membantu memahami medan; rincian operasional lama bukan aturan kunjungan terkini.

K. P. Sivakumar 27 Mar 2012
Source

Grenada – Mount Saint Catherine

Laporan dua bersaudara pemburu titik tertinggi negara yang mendaki tanpa pemandu dari sisi timur. Mereka berkendara dari Paraclete melewati Paradise dan Mt Horne; jalannya berubah menjadi dua jalur beton dengan celah tanah di tengah, dan mereka memarkir kendaraan 4WD sebelum puncak jalan lalu melanjutkan berjalan kaki lewat Mount Hope. Titik awal jalur sebenarnya berada di balik sebuah gudang abu-abu di puncak Mount Hope yang ditandai menara telepon seluler, pada ketinggian sekitar 2.000 kaki (kira-kira 610 m). Seorang petugas imigrasi setempat sempat menyarankan mereka menyewa pemandu di Paraclete, tetapi mereka memilih berangkat sendiri — dan mengandalkan catatan pendakian berfoto dari orang lain sebagai alat navigasi utama, yang menurut mereka sangat menentukan. Pita surveyor oranye menandai berakhirnya bagian jalur yang masih terawat. Dua hal mendominasi ceritanya. Yang pertama lumpur: setiap kali jalur naik atau turun, mereka pasti berakhir terduduk terpeleset. Yang kedua razor grass, yang mereka gambarkan menyayat kulit ke arah mana pun tersentuh; celana salah satu dari mereka robek parah dan tangan keduanya penuh sayatan. Mereka mencapai puncak pukul 11.45 dan sudah turun kembali pada pukul 13.30. Di puncak berdiri stasiun repeater telekomunikasi, dan awan menutup pandangan sehingga harapan melihat seluruh pulau tidak terwujud.

Eric & Matthew Gilbertson 23 Mar 2012
Source

Barbados Hiking - Mount Hillaby and the East Coast

Rekaman dari kanal Stephen Mendes, pemandu pendakian Barbados yang juga mengelola situs Hike Barbados dan mengumumkan jadwal pendakian Barbados National Trust. Video ini diunggah pada 14 Februari 2012 dan judulnya menghubungkan dua hal yang memang terhubung secara geografis: Mount Hillaby dan pesisir timur Barbados — yakni pantai Atlantik di bawah Scotland District, kawasan yang langsung terlihat dari puncak Hillaby ke arah timur. Video ini diunggah tanpa deskripsi tertulis, jadi rincian rute tidak dapat ditarik dari metadata. Yang membuatnya bernilai adalah asal-usulnya: perekamnya adalah pemandu yang secara rutin membawa kelompok berjalan di kawasan ini, sehingga sudut pandangnya adalah sudut pandang orang yang mengenal medan sehari-hari, bukan wisatawan yang lewat sekali. Bagi calon pendaki yang mempertimbangkan ikut pendakian kelompok atau menyewa pemandu privat, kanal ini sekaligus menjadi rujukan untuk menilai gaya dan cakupan wilayah yang biasa ia jelajahi.

Stephen Mendes 14 Feb 2012
Source

Mt. Waddington to Mt. Asperity, high peaks solo traverse; first solo ascents

Kisah orang-pertama Colin Haley di American Alpine Journal tentang traverse solo lima hari di massif Waddington (2012): menaiki muka utara Mount Waddington lewat rute Flavelle-Lane (TD+, hingga 75°) lalu menara puncak via rute standar. Ia meyakini ini adalah pendakian solo pertama Waddington, Combatant, Tiedemann, dan Asperity.

Colin Haley 1 Jan 2012
Source

Gravir le mont Kakoulima... et s'évanouir

Catatan Desember 2011 menggambarkan piste tanah merah berkelok dengan batu tajam, kabut pagi, tiga jam naik, dan 2,5 jam turun. Penulis menjumpai instalasi antena berpenjagaan di atas dan mengalami lecet serta kelelahan. Pukul 05:30 adalah waktu bangun, bukan awal pendakian; rombongan baru melewati Km 36 sekitar pukul 07:00. Akses masa kini tidak dikonfirmasi oleh catatan lama ini.

5 Dec 2011
Source

Jalovec (2645m) - Überschreitung, Julische Alpen

Traverse penuh: berangkat dari Dom v Tamarju sekitar pukul 6 pagi, naik lewat couloir Jalovec ke punggungan selatan, melintasi puncak, lalu turun punggungan barat laut ke Kotovo sedlo dan kembali ke pondok. Cuacanya panas dan cerah, tetapi ia menemukan es yang masih tebal di couloir pada akhir Agustus — padahal ia tidak membawa crampon — sehingga harus bekerja di antara es dan batu pada turunan yang menuntut meski berpengaman. Peringatannya lugas: couloir itu curam, sempit, dan semua batu yang lepas otomatis jatuh ke dalamnya. Besi-besi pengaman di dinding menuju sadel ia nilai curam tapi masih terkelola, sementara turunan punggungan barat laut disebutnya indah tapi sangat berbatu dengan naik-turun terus-menerus. Dari puncak ia bisa melihat Laut Adriatik dengan mata telanjang, dan menemukan bunga poppy alpen di sadel.

michi57 24 Aug 2011
Source

Dolina Vrata-Škrlatica-2740m

Berangkat pukul 05.00 dari parkiran lembah Vrata untuk menghindari panas, sehingga matahari terbit ditemuinya masih di dalam hutan. Jalurnya lewat Aljažev dom, Strme police, cekungan Zadnji Dolek, lalu puncak, dan pulang lewat jalan yang sama. Ia menyebut pendakian ini kondicijsko zelo zahtevna — sangat menuntut secara kebugaran, bukan secara teknis, sampai ke dinding terakhir, dan napas terasa jelas lebih berat mendekati 2.740 m. Yang menarik, turunnya justru lebih lambat daripada naiknya karena bagian berpengaman sempit dipadati lalu lintas dua arah pada akhir pekan.

Tone Toplak 24 Aug 2011
Source