Da Susa alla cima del Rocciamelone, 3000m di dislivello! #shorts [4k]
Video pendek The Adven2re memperkenalkan pendakian dari Susa ke Rocciamelone; judulnya menyebut kenaikan elevasi 3.000 m.
Kumpulan pengalaman pendakian tangan pertama dari seluruh dunia — vlog, blog, dan catatan perjalanan nyata, lengkap dengan tautan sumber yang bisa kamu telusuri sendiri.
9.776 pengalaman lintas gunung · hal 30/408
Video pendek The Adven2re memperkenalkan pendakian dari Susa ke Rocciamelone; judulnya menyebut kenaikan elevasi 3.000 m.
Anna&Riki Outdoors menerbitkan video pendakian Rocciamelone dari Rifugio La Riposa melalui via normale.
Video Esplora con Alberto berjudul pendakian jalur normal Rocciamelone 3.538 m dari La Riposa, Val di Susa.
Andrew Colin menceritakan pendakian 23 Mei 2010 dengan kabut, angin, hujan, dan spinifex yang menyulitkan langkah. Meski tur mengatur perjalanan, pendakian dinyatakan tidak berpemandu; seorang staf ikut dan rombongan mengandalkan pengetahuan peserta lain serta alat navigasi. Perkiraan awal 2–3 jam dalam tulisannya bukan catatan waktu keberhasilan mendaki.
Paul Ma menutup tantangan State-8 pada Mei 2013. Ia mencatat pendakian 3,8 km menuju puncak selama 2 jam 15 menit dengan kenaikan 685 m, serta pilihan lintasan berbeda di lereng tanpa jalur. Operator mengatur transportasi tetapi peserta diharapkan menentukan lintasan sendiri; angka tersebut adalah catatan pribadinya, bukan standar durasi umum.
Video Charlie Filme menyajikan Mont Mou dalam format yang disebut “dua menit” pada judulnya.
Video Yvan yang berjudul pendakian jalur Mont Mou di Kaledonia Baru.
Perjalanan dari Tamblingan sempat salah jalur dan harus berbalik sebelum mencapai Anglayang. Penulis menikmati hutan sunyi dan menceritakan penghormatan pada tempat suci.
Vlog mendokumentasikan pendekatan dari dermaga Bedugul. Deskripsi pembuat membandingkan jalur ini sebagai lebih alami, panjang, dan menantang daripada pendekatan Petang.
Penulis mengikuti jalur berpaving di tengah hutan menuju Pucak Mangu. Ceritanya menonjolkan suasana hutan dan kesakralan pura; klaim peringkat ketinggian dalam blog tidak dipakai untuk profil.
Catatan rombongan dari Pelaga menggambarkan hutan rapat, pohon tumbang, serta kabut menjelang bagian atas. Perjalanan berakhir dengan istirahat dan kunjungan ke pura.
Penulis menceritakan perjalanan melalui Petang untuk bersembahyang, melewati tangga batu dan Pura Beji. Kabut menutupi pemandangan saat rombongannya tiba di pura.
Program operator menawarkan perjalanan sehari dengan kendaraan 4x4 ke Conejeras, lalu berjalan melewati páramo menuju bentang vulkanik dekat sisa gletser. Operator memperkirakan 8 km pulang-pergi, kenaikan sekitar 650 m, dan 5–6 jam berjalan. Ini deskripsi paket, bukan kesaksian peserta atau janji bahwa es dapat disentuh.
Sebastián López menceritakan traverse puncak tengah, selatan, dan utara bersama tiga rekan dalam artikel Maret 2020. Rombongan memakai rappel dan tali; batuan rapuh memperlambat perpindahan ke puncak selatan. Catatan ini menunjukkan tantangan traverse pada kondisi saat itu, bukan jalur standar atau jadwal yang dapat diterapkan sekarang.
Camilo Pardo Mago memperkenalkan puncak Nevado Santa Isabel melalui video perjalanan CamiloPViajes. Tautan mengarah ke rekaman asli kreator.
Video Las rutas de DiegoNo bertema pendakian puncak Nevado Santa Isabel pada 2024. Rekaman perjalanan lama ini tidak memastikan kondisi jalur saat ini.
Panduan video JmiloTV mengenai akses dan biaya kunjungan Nevado Santa Isabel pada 2024. Informasi biaya dari tahun tersebut perlu diperiksa kembali sebelum merencanakan perjalanan.
Paul Netzband melaporkan batu terbuka dan es curam di Carpé Ridge dalam AAJ 1994. Longsoran mengenai salah satu anggota, badai memaksa tim berlindung 36 jam di gua salju, dan dua pendaki berbalik ketika seorang anggota menunjukkan gejala penyakit ketinggian. Laporan ini memperlihatkan bahwa penilaian jalur sebagai pendakian salju sedang dari era awal tidak menggambarkan semua kondisi berikutnya.
Bourdel menggambarkan akses piste buruk dan bivak dingin di Ilâmane. Sebagian besar rombongan mencapai puncak melalui punggungan yang disebut selatan dalam teks, sedangkan penulis dan Sylvie berbalik di punggungan utara karena angin dan dingin. Mereka melihat rekan-rekannya turun dengan rappel di sisi utara. Keterangan foto menyebut punggungan timur, sehingga artikel ini tidak dipakai untuk menetapkan orientasi topo secara pasti.
Catatan perjalanan Juli 2025 dari parkir Ibukiyama Driveway menuju puncak dalam kabut tebal. Penulis hanya sempat melihat Danau Biwa ketika awan terbuka sebentar, tetapi menikmati bunga di tepi jalur; keluarganya yang membawa anjing tetap di area parkir karena hewan peliharaan tidak diizinkan di jalur puncak.
Laporan lapangan 2 Agustus 2026 mengikuti jalur Kurumazaka–Tominokashira menuju Maekakeyama setelah pembukaan kembali jalur. Penulis menyoroti turunan Kusasuberi yang curam, pijakan batu besar dan tanah mudah tergelincir sebelum mencapai dasar kaldera; pengalaman ini menunjukkan bahwa pendekatan dari punggungan luar juga melibatkan penurunan dan tanjakan kembali.
Kisah pendakian berpemandu setelah bermalam di Gnutti: penulis menempuh Val Miller, memanjat batu di sekitar Terzulli dengan tali pendek, lalu melewati salju dan batu terakhir menuju puncak. Ia menekankan makna pribadi pencapaian ini; tulisannya bukan panduan teknis atau laporan kondisi terkini.
Penulis berhenti di Tanderra Saddle untuk menghormati makna sakral puncak. Mereka naik Outside Track dan turun Inside Track, mencatat scrambling singkat yang agak terekspos sebelum saddle serta kepulangan panjang melalui hutan dan Hills Homestead.
Rencana tiga hari dipadatkan menjadi dua, menghasilkan hari kedua sepanjang 21 jam. Penulis mencatat jembatan salju menipis, bagian es terbuka, serta aliran lelehan yang lebih sulit diseberangi saat turun.