Gran Zebrù – via normale (PD+)
Laporan kursus 14–15 Juni 2014 mencatat salju yang membantu mengurangi batu jatuh di kanal, tetapi visibilitas buruk menyulitkan pergerakan. Penulis menilai PD+ terasa ringan untuk eksposur yang ditemui.
Kumpulan pengalaman pendakian tangan pertama dari seluruh dunia — vlog, blog, dan catatan perjalanan nyata, lengkap dengan tautan sumber yang bisa kamu telusuri sendiri.
9.776 pengalaman lintas gunung · hal 28/408
Laporan kursus 14–15 Juni 2014 mencatat salju yang membantu mengurangi batu jatuh di kanal, tetapi visibilitas buruk menyulitkan pergerakan. Penulis menilai PD+ terasa ringan untuk eksposur yang ditemui.
Video ski-alpinisme Gran Zebrù oleh Vincenzo Delladio. Judul dan pembuat diverifikasi melalui oEmbed; rincian kondisi lapangan tidak disimpulkan dari metadata.
Video pendakian jalur normal Gran Zebrù oleh Max. Judul dan pembuat diverifikasi melalui oEmbed; rincian kondisi lapangan tidak disimpulkan dari metadata.
Video pendakian jalur normal Gran Zebrù oleh This Bear Jack. Judul dan pembuat diverifikasi melalui oEmbed; rincian kondisi lapangan tidak disimpulkan dari metadata.
Video pendakian jalur normal Gran Zebrù oleh Alexxx. Judul dan pembuat diverifikasi melalui oEmbed; rincian kondisi lapangan tidak disimpulkan dari metadata.
Soc dan Robyn Kienzle mengulas ekspedisi Mei 2009 dari Kokoda melalui hutan, padang rumput alpin dan danau glasial. Rombongan berhenti sehari di tenda akibat whiteout; laporan ini mencatat pengalaman historis, bukan kondisi jalur terkini.
Pada 1 November 2020, kelompok Hendra menyelesaikan perjalanan sekitar enam jam. Gerimis membuat jalur becek; ia beberapa kali tergelincir saat turun dan kemudian terbantu tongkat.
Laporan 31 Mei 2015 menceritakan keberhasilan setelah dua upaya sebelumnya terhenti. Vegetasi rapat menyulitkan navigasi; perjalanan pulang berlanjut setelah gelap. Ini catatan historis, bukan anjuran membuka jalur.
Catatan Oktober 2021 mengikuti kawasan geothermal dan patung Hanoman menuju hutan Pohen. Penulis mencapai puncak setelah sekitar tiga jam mendaki.
CaminAndes memublikasikan video Volcán Láscar dengan penanda San Pedro de Atacama dan Chili.
Bagian keempat seri San Pedro de Atacama karya Viajando con Pamela y Mario, berjudul pendakian Volcán Láscar.
Topo penyusun rute mendokumentasikan panjat granit Endalata Orpukely pada 2017. Rujukan teknis ini membedakan panjat beberapa pitch dari pendakian biasa; kondisi baut sekarang tidak diverifikasi oleh dokumen historis.
Rombongan pelajar melewati lereng berdebu dan hutan menuju dinding batu dengan pijakan menyerupai tangga. Mereka mencapai puncak lalu turun sekitar tiga jam ke kemah. Cerita menekankan kelelahan dan dukungan antarpeserta.
Kuba mendaki bersama pemandu melalui hutan dan padang rumput. Jarak antar-pijakan logam menyulitkannya ketika turun; kabut tipis menutup Kilimanjaro meski beberapa gunung lain terlihat.
Penulis berjalan dari Ooty; jalur hutan menghilang menjelang jalan puncak dan memerlukan scrambling. Ia kembali lewat jalan utama. Ini pengalaman perjalanan 2024, bukan konfirmasi jalur hutan resmi.
Textor melaporkan mencapai Chaukhamba I pada Mei 2022 setelah dua rekannya mundur. Ia mencatat salju dalam, serak, dan perubahan gletser yang membuat jalur asli 1952 tidak dapat digunakan.
Empat anggota tim HI Iceland mendaki Jalur C menuju Langihryggur pada sore yang cerah. Evelyn Edward menggambarkan tanjakan zig-zag berkerikil lepas, uap di atas ladang lava, dan pandangan laut saat turun. Mereka tidak menyaksikan air mancur lava; cerita ini menunjukkan daya tarik lanskap setelah fase letusan, tanpa menjanjikan kondisi yang sama saat ini.
Video Tiziana mencatat pendakian menuju erupsi Meradalir dan kawah Fagradalsfjall pada 2022. Tahun dalam judul menempatkan pengalaman ini sebagai dokumentasi historis.
Derek mendokumentasikan jalur pulang-pergi dari ujung Mangorei Road, melewati hut lalu belok ke Pouakai Track menuju tarns. Catatan 2016 ini menyoroti kondisi licin saat basah; fasilitas dan kondisi terbaru perlu dicek ke DOC.
Catatan kunjungan 24 Agustus 2025 khusus ke trig: tangga rusak dan tiang penanda yang memudar membuat jalur perlu perhatian saat berkabut. Penulis menjelaskan simpang jalur di atas Ahukawakawa dan perjalanan samping sekitar 90 menit pulang-pergi.
Laporan perjalanan yang telah selesai menggambarkan sembilan hari di kawasan Mount Victoria: enam hari di padang rumput dan tiga hari menuruni lereng. Penulis mencatat lubang berair tersembunyi, kendala perlengkapan dan persoalan izin tanah; pengalaman ini berfokus pada mamalia dan perjalanan lereng, bukan klaim mencapai puncak.
Laporan April 2013 ini menyoroti kesulitan mengatur pendakian tanpa kendaraan sendiri. Penulis akhirnya memperoleh bantuan warga dan izin perkebunan Finca Isabela; kendaraan hanya mencapai sekitar 1.600 m, lalu tersisa pendakian curam. Kabut membatasi panorama. Rincian transportasi dan izin tersebut bersifat historis, bukan aturan akses sekarang.
Elisa menceritakan perjalanan yang diterbitkan Agustus 2023: jalur hutan yang belum dibersihkan, pendakian panjang ke lanskap kawah terbuka, dan turunan sangat curam di pasir vulkanik yang membuat rombongan mudah kehilangan keseimbangan. Tulisan ini merekam pengalaman terdahulu; perjalanan tersebut tidak membuktikan izin atau keamanan akses saat ini.
Dalam catatan pendakian awal 2022, Dan dan Beck berangkat dari Las Placitas melewati lahan pertanian dan hutan rapat sebelum mencapai batu merah dan lereng vulkanik lepas. Mereka menonjolkan bentuk kawah ganda, bau belerang, serta sulitnya mengatur akses melalui lahan pribadi. Ini dokumentasi perjalanan lampau, bukan bukti bahwa akses kawah diizinkan saat ini.