Kassala – Part One
Catatan perjalanan Desember 2021 yang jujur soal medan pendekatan: melompati bongkah batu hampir sejak awal dan menembus tumbuhan berduri, lalu batal dari objektif pertama karena granitnya mengelupas dan pengamannya jarang. Pada hari-hari berikutnya mereka justru memakai jalur kambing yang jauh lebih efisien, diselingi berbelanja di pasar Kassala bersama pemandu lokal Ghazi.
Sudan - Kassala - Jebel Taka. Rock climbing Information
Panduan logistik praktis untuk pemanjat: massif Jebel Taka punya tujuh kubah granit besar plus hamparan bongkah untuk bouldering (lebih dari 70 problem terdokumentasi dengan titik GPS pada 2015), batunya granit gurun yang mengelupas sehingga pemilihan jalur harus hati-hati, ada risiko sarang burung nasar, dan penulis mencatat rincian bus Khartoum–Kassala, penginapan, biaya makan, sampai dermatitis kontak dari pohon lokal.
Climbing in Kassala, Sudan. By Chris Warner
Catatan orang pertama Chris Warner tentang 20 hari memanjat kubah granit Kassala pada Desember 2019: suhu pertengahan 20-an derajat di tempat teduh terasa nyaman sementara dinding selatan terlalu panas, kualitas batu di pitch-pitch atas ternyata solid, dan mereka beberapa kali turun dari puncak dengan paralayang ke desa-desa di bawahnya. Penduduk setempat digambarkan ramah meski bingung dengan tujuan para pemanjat.
Jebel Kassala, The Rüppell Face
Catatan pemanjatan Jonathan Thesenga dan Brittany Griffith (AS), Desember 2013: jalur 'The Rüppell Face' (5.11c) setinggi sekitar 900 kaki di dinding utara North Totil. Mereka memilih dinding menghadap utara karena suhu siang menembus 38 °C, menghadapi retakan yang terputus-putus dan bentang muka tebing tanpa pengaman alami, serta menemukan bolt dan sling tua — bukti pendakian terdahulu yang tak terdokumentasi.
Taka Mountains, New Routes (Africa, Sudan)
Laporan resmi American Alpine Journal atas ekspedisi Chris Warner (Australia) dan Jonny Baker (Inggris), Desember 2019–awal 2020: tiga jalur baru — 'Jebel Rebel' (6a+, 320 m) di dinding utara Middle Jebel, 'False Prophet' (7c, 340 m) di dinding barat Jebel Totil, dan 'Bat Shit Crazy' (6c, 230 m) di dinding utara Jebel Totil. Laporan ini juga merangkum sejarah pemanjatan kawasan sejak pendaki Inggris menggapai puncak utama Jebel Taka pada 1939.
Explorez Djibouti : des paysages spectaculaires entre le Day, le lac Abbé et le golfe de Tadjourah.
Tayangan lanskap Djibouti yang menautkan kawasan Day, Danau Abbé, dan Teluk Tadjourah — memberi konteks visual atas panorama yang terlihat dari punggungan Monts Goda ke arah teluk.
Djibouti trekking - Rencontres nomades
Rekaman trekking di Djibouti yang menyorot perjumpaan dengan komunitas nomaden di sepanjang jalur — jenis interaksi yang lazim dialami pejalan kaki saat melintasi lereng dan plateau Monts Goda.
Un magazine sur la forêt de Day.
Liputan majalah televisi nasional Djibouti (RTD) tentang hutan Day — vegetasi juniper, kondisi kawasan, dan upaya pelestariannya — berguna sebagai gambaran lapangan sebelum berjalan kaki di kawasan Goda.
NOMADO DJIBOUTI - FORET PRIMAIRE DU DAY
Video perjalanan menuju hutan primer Day di lereng Monts Goda, memperlihatkan perubahan lanskap dari gurun ke kawasan berhutan serta suasana jalan akses menuju dataran tinggi.
Voyage randonnée Djibouti : du désert à la forêt primaire
Itinerari operator Prancis yang menyisipkan blok pendakian Monts Goda ke dalam perjalanan 15 hari: melewati Bankoualé dengan rumpun palem Livistona endemik, desa Day dan hutan primernya di 1.500 m, serta terasering batu tradisional di Dittilou. Etape jalan kaki berkisar 2–5,5 jam per hari; tingkat kesulitan disebut 'dinamis' dan menuntut kondisi fisik yang baik, dengan periode terbaik pertengahan November hingga akhir Januari.
Goda Mountains, Djibouti
Panduan jalan kaki yang merinci tiga basis utama di Monts Goda: Forêt du Day di lereng tenggara (±1.500 m, hutan berkabut penuh burung dan monyet), Dittilou dengan jalur ke air terjun Toha (±4 jam pulang-pergi) dan rute lebih panjang ke bangkai pesawat, serta Bankoualé — oasis pegunungan bertebing dan berair terjun dengan ekskursi ke gua kelelawar (4–5 jam pulang-pergi). Ketinggian maksimum yang disebut 1.750 m; akses butuh 4x4 dan pemandu lokal tersedia.
Le plateau du Marabout et le campement de Dittilou
Dua etape lanjutan: hari ketiga 16,4 km / 5 jam dengan +660 m dan -660 m menaiki Mont Diyâra menembus Forêt du Day — kabut pagi menutup tepi plateau dan pohon juniper, sementara sore hari terbuka panorama ke Teluk Tadjoura. Hari keempat 12 km / 4 jam dengan +250 m dan -1.100 m turun melewati pembibitan Day dan plateau akasia seyal menuju perkemahan Dittilou; ada peluang berjumpa francolin Djibouti dan penggembala kambing.
Randa et le village du Day
Laporan etape Randa menuju desa Day: 12,5 km dalam sekitar 4 jam, dengan tanjakan +699 m dan turunan -128 m. Jalurnya naik ke plateau di atas Randa lalu menyusuri oued ke arah hulu; di kawasan Hemalé penulis menemui oreotragus (antelop kecil), dan vegetasi berubah nyata seiring hutan Day mulai tampak. Perkemahan wisata berada di pintu masuk desa.
Djibouti : trekking dans la région du mont Goda
Catatan perjalanan berbahasa Prancis yang menggambarkan trek di kawasan Mont Goda sebagai relatif ringan: etape harian tidak lebih dari 15 km, melewati dasar sungai kering berkebun hijau, ngarai, plateau berakasia kekuningan, hingga sisa-sisa Forêt du Day di ketinggian. Rutenya lentur dan tiap etape berakhir di kampung yang menyediakan pondok tradisional, makanan hangat, dan air.
MALTA l Dingli Cliffs at Sunset | 4K Walk
Video jalan kaki 4K dari kanal The Scenic Route yang merekam Dingli Cliffs pada saat matahari terbenam — momen paling populer untuk mengunjungi kawasan ini. Tebing di sini menghadap barat langsung ke Laut Mediterania, sehingga senja menjadi alasan utama banyak orang datang, dan itu pula sebabnya panduan lokal menyarankan tiba sekitar 45 menit lebih awal karena jalan panorama dan area parkirnya cepat penuh. Rekaman semacam ini berguna untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi di lapangan pada jam sibuk itu: kepadatan pengunjung di titik pandang, kondisi cahaya, dan sejauh mana jalur di sepanjang tebing masih nyaman ditempuh saat hari mulai gelap. Satu catatan keselamatan yang penting untuk digarisbawahi: tepi tebing di sini sebagian besar tanpa pagar dan tingginya sekitar 250 meter, sehingga berjalan pulang dalam gelap sebaiknya dilakukan dengan lampu dan tetap menjauh dari bibir tebing. Perlu juga diingat bahwa bus malam ke desa Dingli jarang, jadi jadwal pulang harus dipastikan lebih dulu bila datang tanpa kendaraan. Tanggal unggah tidak dapat dipastikan dari sumber yang bisa diverifikasi, jadi sengaja dikosongkan.
Hiking Malta’s Dingli Cliffs 🇲🇹 | One of Europe’s Most Beautiful Coastal Walks
Rekaman lapangan dari kanal Running Cafe yang membingkai Dingli Cliffs sebagai salah satu jalur pesisir terindah di Eropa. Nilai video seperti ini bagi calon pengunjung Indonesia adalah hal yang sulit disampaikan oleh angka: seberapa terbuka dan tanpa naungan plato di atas tebing, seberapa dekat jalur berjalan dengan bibir tebing yang tidak berpagar, dan seberapa datar sebenarnya medan di sekitar titik tertinggi Malta. Rekaman berjalan juga memperlihatkan campuran lanskap yang khas kawasan ini — tanah pertanian bertingkat dengan tembok batu kering, jalan aspal Triq Panoramika, dan jalur tanah — yang menjelaskan mengapa banyak catatan tertulis menyebut sebagian rute masih harus ditempuh di badan jalan bersama kendaraan. Bagi yang merencanakan kunjungan, video semacam ini paling berguna untuk menyetel ekspektasi: yang dijual di sini adalah panorama laut sepanjang jalan, bukan tantangan fisik. Tanggal unggah tidak dapat dipastikan dari sumber yang bisa diverifikasi, jadi sengaja dikosongkan.
Lukomir Circular Hike
Program pendakian sehari penuh dari Green Visions, operator ekowisata berbasis Sarajevo yang sudah lama bekerja di Pegunungan Olimpiade dan Via Dinarica. Halaman ini berguna sebagai patokan bagi siapa pun yang ingin memahami bentuk kunjungan berpemandu ke Bjelašnica selatan tanpa harus mengurus kendaraan dan navigasi sendiri. Rutenya berupa lingkar yang naik ke puncak Obalj — dicantumkan setinggi 1.896 meter — lalu singgah di Lukomir, desa berpenghuni tertinggi Bosnia dan Herzegovina pada 1.469 meter. Durasinya 6 sampai 7 jam kegiatan, dengan keberangkatan pukul 09.00 dari Sarajevo dan kembali pukul 19.00, dan digolongkan menengah. Paketnya mencakup transportasi pergi-pulang dari Sarajevo, pemandu bersertifikat lengkap dengan perlengkapan, makanan rumahan, camilan, dan minuman; peserta diminta membawa sepatu gunung, ransel harian, air minimal satu liter, jas hujan, topi, dan kamera. Yang disorot di sepanjang jalur adalah permukiman dataran tinggi tradisional, panorama Kanjon Rakitnica, sebuah air terjun setinggi 40 meter, kincir air tua, dan perjumpaan dengan warga Lukomir yang masih memelihara adat berusia berabad-abad. Satu detail yang menentukan perencanaan: program ini hanya berjalan Mei sampai Oktober — jendela yang sama dengan masa jalan menuju Lukomir bebas salju.
Hiking from Umoljani to Lukomir
Catatan Zana Jaganjac tentang pendakian Umoljani ke Lukomir lewat puncak Obalj (1.848 m) menuju desa Lukomir (1.469 m), sekitar 9 kilometer yang ditempuh dalam waktu sekitar enam jam. Nilai utamanya terletak pada kondisi cuaca yang ia alami: rombongannya diguyur hujan deras menjelang puncak, dan penurunan terakhir menuju Lukomir berubah menjadi bagian paling berbahaya sepanjang hari — batu basah dan tanah berlumpur di medan yang sudah curam. Pelajaran yang ia tarik langsung menjawab kelemahan paling umum perencanaan di gunung ini: periksa prakiraan cuaca sebelum berangkat, dan pakai alas kaki yang benar-benar sanggup mencengkeram permukaan basah. Ia juga mencatat logistik dasar yang penting bagi pengunjung dari luar negeri — berangkat pagi dari Sarajevo dengan berkendara sekitar satu jam ke titik awal jalur. Bagian yang paling menghidupkan tulisannya adalah bagaimana perjalanan itu berakhir: setibanya di Lukomir mereka mendapat mandi air panas, makan malam tradisional, dan perapian, lalu keesokan harinya menempuh 8 kilometer kembali plus berkeliling desa. Ia menggambarkan Lukomir sebagai jendela langka ke Eropa lama, tempat cara hidup tradisional masih menjadi kaidah dan bukan pengecualian, dihuni komunitas gembala yang datang musiman. Bagi pembaca Indonesia, catatan ini berguna karena memperlihatkan format kunjungan yang sering terlewat: menginap semalam di desa, bukan mengejar pulang-pergi dalam sehari.
Barbados National Trust Hiking Schedule
Halaman jadwal yang dikelola Stephen Mendes, pemandu pendakian berpengalaman di Barbados, dan sumber paling langsung untuk memahami bagaimana program pendakian kelompok di pulau ini benar-benar berjalan. Isinya ringkas tetapi padat informasi operasional. Pendakian sore Barbados National Trust dimulai pukul 15.30, kecuali pendakian MOON yang dimulai pukul 17.30. Ada kategori bernama "Stop and Stare" yang sengaja dibuat sangat lambat dan menempuh antara 5 sampai 6 mil dalam tiga jam — kategori inilah yang paling realistis bagi pengunjung yang datang untuk melihat lanskap Scotland District dan sekitar Mount Hillaby, bukan untuk mengejar jarak. Catatan paling penting bagi perencanaan justru bersifat administratif: jadwal pendakian Barbados National Trust telah dipindahkan ke grup Facebook, sehingga calon peserta perlu bergabung ke grup tersebut untuk mengetahui rute dan titik kumpul mingguan — informasi yang sangat mudah terlewat karena banyak panduan wisata masih mengarahkan orang ke situs web. Sebagai alternatif bagi yang tidak ingin repot dengan Facebook, Mendes menawarkan pendakian privat yang ia sediakan lengkap dengan transportasi dan rute yang disesuaikan dengan kemampuan serta keinginan peserta. Di halaman utama situsnya ia memperkenalkan diri sebagai pemandu tur pendakian Barbados yang melayani wisatawan tunggal, keluarga, sekolah, maupun kelompok gereja, dan mencantumkan kontak WhatsApp bila surel tidak dibalas dalam 24 jam. Bagi pendaki asing, halaman ini praktis menjadi jembatan paling andal menuju jaringan pendakian lokal Barbados, terutama karena situs resmi Barbados National Trust sendiri sedang tidak dapat diakses.
Barbados – Mount Hillaby
Catatan perjalanan seorang penulis bernama Amanda yang ikut rombongan berempat ke Barbados pada libur musim semi 2012. Latar ceritanya: dua anggota rombongan, Matthew dan Eric, sedang mengejar rekor sebagai orang pertama yang menuntaskan seluruh titik tertinggi Amerika Utara termasuk Amerika Tengah dan pulau-pulau Karibia, dan Barbados menjadi salah satu dari tiga pulau yang mereka datangi bersama selain Dominika dan Antigua. Barbados dipilih sebagian karena pedalamannya digambarkan bergelombang, hijau, dan mirip Skotlandia — enak dijelajahi dengan mobil. Nilai catatan ini justru terletak pada kejujurannya soal betapa antiklimaksnya pendakian itu sendiri. Amanda menuliskan ringkasan yang ia sampaikan kepada Matthew: mereka berkendara ke titik tertinggi, keluar dari mobil, berjalan sekitar tiga meter menanjak, lalu sampai — dan ada banyak sekali siput di sana. Meski begitu, tulisnya, kunjungan itu tetap sah dihitung, karena yang berat bukan pendakiannya melainkan segala hal yang mendahuluinya: berhari-hari menyisir peta, meneliti logistik, dan menempuh perjalanan sejauh itu, di masa ketika informasi tentang Mount Hillaby di internet sangat terbatas. Buku panduan menganjurkan memakai pemandu, tetapi Matthew bersikeras mereka mencari jalan sendiri. Bagian praktisnya juga berguna bagi calon pengunjung. Ia menegaskan bahwa menyewa mobil adalah cara terbaik menjelajah Barbados secara bebas, sesuai anjuran buku panduan, dan bahwa dengan mobil serta GPS mereka bisa mendatangi seluruh sisi pulau: pantai Karibia yang tenang di selatan, air Atlantik biru tua yang menghantam tebing dramatis di utara, kawasan orang kaya di barat, dan ladang tebu hijau di pedalaman yang perlahan menanjak menuju Mount Hillaby. Dalam perjalanan mereka juga singgah di Welchman Hall Gully. Dua peringatan berkendara yang ia sampaikan patut dicatat pengunjung asing: menyetir di lajur kiri, dan tuas lampu sein yang letaknya tertukar dengan wiper sehingga wiper kerap menyapu kaca di hari yang cerah. Puncaknya sendiri ia gambarkan sebagai ujung jalan yang jauh, sepi, tanpa orang lain — hanya siput.
Hillaby
Halaman gunung paling rinci yang ada untuk Mount Hillaby, ditulis oleh anggota SummitPost bernama JScoles yang datang ke Barbados bukan sebagai pendaki tropis melainkan sebagai pemanjat es yang, dengan nada bercanda, merasa perlu "mengompensasi" liburan pantai dengan menaklukkan titik tertinggi pulau. Ia menjelaskan bahwa Mount Hillaby — atau "Hillaby's" sebagaimana orang Bajan lazim menyebutnya — berada di Scotland District, Parish Saint Andrew, kawasan berbukit dengan beberapa tebing dan padang terbuka yang menurutnya memang agak mengingatkan pada dataran tinggi Skotlandia, kecuali iklim, pantai, dan ketiadaan hal-hal berbau Skotlandia; alih-alih penyulingan wiski, yang ada adalah penyulingan rum. Bentuk gunungnya ia gambarkan bukan puncak lancip melainkan punggungan lebar yang naik tajam dari celah dataran tinggi timur lalu turun perlahan ke laut setelah sekitar 4 km, dengan jalan yang mengantar sampai ke atas; di ujung jalan itu ada jalan setapak kecil berundak beberapa meter masuk ke semak menuju penanda puncak. Bagian paling berguna dari tulisannya adalah dua hal. Yang pertama, soal tinggi: ia mengaku memiliki setidaknya empat nilai berbeda antara 320 dan 344 meter, penanda survei di puncak tidak memuat ukiran ketinggian, dan kepala dinas survei yang ia tanyai pun tidak bisa memberi angka resmi — sehingga menurutnya "perlu ekspedisi" untuk menemukan tinggi sebenarnya. Yang kedua, soal navigasi: peta Barbados ia sebut sangat tidak akurat, topografi paling teliti yang bisa ia peroleh dari dinas survei berasal dari 1952 dengan pemutakhiran terakhir 1985, dan di kawasan terpencil pulau ini tidak ada nama jalan, papan penunjuk, maupun nomor rumah. Petunjuk arah dari warga lokal, tulisnya, berbunyi seperti "turun bukit lalu go above kemudian naik bukit lalu go below di left-right" — di mana "above" berarti utara, "below" berarti selatan, dan "left-right" berarti percabangan jalan. Untuk sampai ke sana, ia menyarankan menemukan desa Hillaby lewat Highway 2 atau 2a lalu berbelok ke pedalaman; setelah melewati desa, ikuti jalan menanjak sampai habis di dekat komune seniman Rastafari yang berwarna-warni, dan tangga kecil menuju penanda puncak ada di sisi kanan jalan. Secara geologi ia mencatat Hillaby dan sekitarnya tersusun dari batu pasir dan kapur dengan inti batuan vulkanik, berbeda dari sisa pulau yang berupa batugamping karang sederhana. Ia menutup dengan dua pengamatan sosial: dari banyak orang Bajan yang ia ajak bicara, ia belum menemukan satu pun yang pernah naik ke titik tertinggi negaranya sendiri kecuali segelintir yang memang tinggal di sana; dan berkemah di tanah publik dilarang keras di Barbados, hanya boleh di tanah pribadi dengan izin tertulis pemilik maksimal dua malam.
Hiking Hooiberg: 600 Steps to Paradise in Aruba
Catatan pasangan penulis blog kebugaran-perjalanan yang menulis pengalaman Hooiberg lebih sebagai perjalanan mental daripada laporan teknis, dan justru itu yang membuatnya melengkapi sumber lain. Mereka memakai angka 600 anak tangga, dan mengingatkan bahwa yang sering dilupakan orang adalah totalnya menjadi sekitar 1.200 karena harus turun lagi lewat tangga yang sama. Data dasar yang mereka sebut sejalan dengan sumber resmi: Hooiberg berarti tumpukan jerami, tingginya 165 meter di atas permukaan laut, dan letaknya kira-kira di tengah Pulau Aruba. Bagian paling berguna dari tulisan ini adalah pemetaan rasa lelah menurut posisi di tangga: keraguan mulai muncul di sekitar anak tangga ke-100, tawar-menawar dengan diri sendiri terjadi di sekitar anak tangga ke-300, dan titik balik ketika badan menyerah pada ritme datang menjelang anak tangga ke-450. Mereka juga jujur soal efek sesudahnya — kaki terasa seperti jeli setelah turun — yang menjelaskan mengapa banyak orang meremehkan bagian turun. Soal pemandangan, gambaran mereka kaya: biru pekat Laut Karibia, kontras tajam lanskap berbatu yang gersang, dan keramaian Oranjestad di kejauhan. Yang mereka tekankan sebagai kesan terkuat bukan panorama puncak melainkan interaksi sepanjang jalan — bertemu pendaki lain dan warga lokal yang sedang berolahraga di tangga yang sama, sesuatu yang membuat Hooiberg terasa lebih seperti ruang publik warga Aruba daripada objek wisata.
Climbing the Hooiberg on Aruba
Catatan dari blog perjalanan yang menyasar pelancong berusia matang, dan justru karena itu paling berguna soal takaran usaha dan logistik. Penulisnya menghadapi langsung perdebatan jumlah anak tangga: ada yang menyebut 600, ada yang 560, sementara halaman Visit Aruba mencantumkan 587 — dan ia menyarankan setengah bercanda agar pembaca menghitung sendiri untuk mendapatkan satu-satunya jawaban yang benar. Soal rute, penilaiannya sama dengan SummitPost: hanya ada satu jalur yang masuk akal, yaitu tangga di sisi utara, karena jalur lain penuh kaktus dan semak berduri. Untuk mencapai trailhead ia menyarankan mobil sewaan dan mengunduh peta luring lalu mencari "Hooiberg Hiking Trail"; tempat parkir disebutnya banyak. Bagi yang tanpa mobil, ia memberi informasi yang jarang ada di sumber lain: bus Arubus jalur 3A dari Oranjestad melayani kawasan ini. Gambaran kesulitannya proporsional — bagian pertama naik bertahap, tangganya menjadi lebih curam di pertengahan tetapi tetap bisa dilalui, dengan banyak kesempatan berhenti; pendakian biasa memakan sekitar 30 menit, sementara yang bugar bisa 15 menit. Ada gazebo di tengah jalur yang bisa dipakai beristirahat sekaligus menikmati pemandangan. Ia menyinggung soal takut ketinggian sebagai hal yang masih bisa dikelola sebagian besar orang. Peringatan praktisnya dua dan tegas: hindari terik tengah hari, pilih pagi hari atau sore menjelang senja, dan bawa air minum banyak-banyak karena kebutuhannya paling terasa saat naik. Hadiahnya, menurutnya, pemandangan spektakuler — dan pada hari cerah, Amerika Selatan terlihat dari puncak.
Hooiberg Hiking Trail in Aruba: A Detailed Guide
Panduan langkah demi langkah paling rinci yang tersedia, ditulis Nichole yang mendaki bersama suaminya dan memperbarui tulisannya pada Juli 2025. Ringkasan datanya lugas: jarak sekitar setengah mil pulang-pergi lurus menaiki tangga, waktu sekitar satu jam bila banyak berhenti memotret, tingkat kesulitan mudah bagi yang bugar dan sedang bagi yang tidak, dan biayanya nol. Ia menyebut angka 587 anak tangga menaiki puncak tertinggi kedua Aruba dan menegaskan pendakiannya sepenuhnya bisa dikelola orang biasa. Soal parkir ia menenangkan pembaca: tempatnya banyak, dan mengetik "Hooiberg Hiking Trail" di peta digital langsung mengarahkan ke sana. Rekomendasi waktunya keras: mulai pagi sekali, karena kalau berangkat siang pasti basah kuyup keringat dan terbakar matahari — jalur nyaris tanpa naungan. Ia sendiri mulai sekitar pukul 07.15 dan selesai 08.10, dan menyebut banyak warga lokal juga sedang berolahraga di jalur pada jam itu. Deskripsi jalurnya berguna: bagian awal mirip jalan mobil panjang bercat hijau sebelum berubah menjadi tangga raksasa yang naik lurus — ia menjulukinya "Giant Stairmaster". Bagian awal tidak berpagar, tetapi cukup lebar untuk berpapasan. Kaktus besar mengapit kiri-kanan, dan ia menyarankan sesekali menoleh ke belakang karena pemandangannya sudah bagus sejak di tengah tangga. Ada bidang beton untuk menepi kira-kira setiap 30 anak tangga, gazebo sekitar sepertiga perjalanan, dan menjelang atas ada pegangan besi di tengah tangga; kondisi betonnya ia nilai bagus tanpa kerusakan mencurigakan. Sekawanan kambing menyambut mereka hampir di puncak. Setelah melewati satu potongan teduh, muncul titik pandang pertama di sebelah kiri, lalu bangunan merah muda berantena radio yang bisa dikelilingi ke kiri atau kanan; ia menyarankan mencoba keduanya, dengan catatan titik pandang ketiga di sisi kiri memberi pemandangan terbaik dan punya singkapan batu untuk berfoto — tapi hati-hati, karena tergelincir berarti jatuh ke kaktus. Daftar bawaannya sederhana dan konsisten dengan sumber lain: botol air (ia menghabiskan satu botol penuh), sepatu trail atau sepatu olahraga tertutup, bukan sandal jepit, serta topi, baju pelindung matahari, dan tabir surya. Ia menutup dengan kebiasaan pribadinya, mampir ke toko roti lokal Huchada untuk pastechi setelah turun.