『北岳』『間ノ岳』『農鳥岳』縦走してきました
Video げーしーチャンネル tentang lintasan Kitadake–Ainodake–Notoridake.
Kumpulan pengalaman pendakian tangan pertama dari seluruh dunia — vlog, blog, dan catatan perjalanan nyata, lengkap dengan tautan sumber yang bisa kamu telusuri sendiri.
9.769 pengalaman lintas gunung · hal 34/408
Video げーしーチャンネル tentang lintasan Kitadake–Ainodake–Notoridake.
Video ナガサワ tentang lintasan berkemah tiga hari melintasi Kitadake, Ainodake, dan Notoridake.
Video ANZAI MOUNTAIN tentang pendakian berkemah Kitadake dan Ainodake pada Juni 2021.
Dalam cerita September 2017, dua pendaki berangkat dari Stechelberg melalui Mürren dan Birg, mencatat sekitar enam jam dan kenaikan 2.100 m. Hutan basah berganti medan berbatu lalu salju, dengan bagian akhir terasa berat. Pengalaman cuaca ini bersifat historis; mereka turun menggunakan kereta gantung.
Marco menempuh putaran searah jarum jam dari Mürren melalui Rotstockhütte. Ia melaporkan pengalihan jalur terekspos di dekat puncak setelah kerusakan punggungan; saat turun, panorama Eiger, Mönch, dan Jungfrau berada di depan.
Jackson mendaki dari Mürren melalui Rotstockhütte, lalu turun dengan kereta gantung. Ia mencatat 12,9 km dan enam jam termasuk istirahat; tanjakan setelah pondok terasa paling menguras tenaga. Ini catatan perjalanan, sehingga uraian jalur lamanya perlu dibandingkan dengan informasi kondisi terbaru.
Rekaman Jim Ingwersen di Schilthorn di atas Mürren.
Kunjungan Thrill Walk di kawasan Schilthorn–Piz Gloria.
Gavin mendokumentasikan pendakian Mürren menuju puncak Schilthorn.
Catatan cuaca cerah menggabungkan Cairn Gorm, Cairn Lochan, Ben Macdui dan Creag an Leth-choin; penulis menjumpai beberapa bidang salju.
Catatan Mei 2004 melalui Cairn Gorm menuju Ben Macdui; kembali di sisi Cairn Lochan. Penulis mengingat waktu sekitar 7,5 jam dalam kondisi baik.
Pendakian dari Linn of Dee melewati Derry Cairngorm; salah arah dalam kabut membuat penulis kembali ke puncak, membatalkan Càrn a’ Mhàim dan pulang memakai lampu kepala.
Buku institusional 2019 mencatat staf Hirsch Institut melihat hiena tunggal ketika berjalan di lereng Chilalo. Ini pengamatan penghuni Asella saat kegiatan luar ruang, bukan laporan mencapai puncak atau penilaian keselamatan satwa terkini. Teks dapat dibaca melalui salinan HTML; bagian terkait terdapat pada halaman cetak 43.
Operator Eshi Ethiopia Tours memasukkan Chilalo sebagai tujuan trekking dengan jalur hutan, air terjun dan titik pandang. Halaman ini menawarkan perencanaan perjalanan khusus, tetapi tidak menerbitkan itinerary Chilalo, jarak atau bukti keberhasilan mencapai puncak. Rujukan ini membantu menghubungkan riset medan dengan penyedia perjalanan; detail akses tetap perlu diperiksa.
Panduan Oromo World khusus Arsi–Chilalo menyediakan ungkapan Afaan Oromoo untuk menanyakan air, kesulitan ketinggian dan lama perjalanan. Panduan menganjurkan pemandu tepercaya serta pemeriksaan kondisi setempat. Ini bahan persiapan komunikasi untuk kunjungan gunung, bukan pengalaman mencapai puncak atau pengukuran jalur.
Dalam laporan pengalaman bekerja dan tinggal di Asella, staf Hirsch Institut menyebut Chilalo sebagai tujuan jalan gunung bagi pembaca yang menyukai olahraga dan menyertakan foto gunung. Ini perspektif penghuni setempat pada 2021, bukan laporan mencapai puncak atau petunjuk rute terperinci.
Patrick dan Peggy berencana mendaki Chilalo setelah bekerja di Asella, tetapi tidak menemukan pemandu dan menghadapi jalur berlumpur akibat hujan malam. Mereka membatalkan rencana; tulisan September 2011 ini bukan laporan berhasil mencapai puncak. Penulis menyajikan cerita dalam bahasa Inggris dan Prancis; keduanya menjelaskan pembatalan sebelum pendakian terlaksana.
Program lokal satu malam menghubungkan jalur Mlimani dan Enguiki: naik melalui salah satunya dan turun melalui yang lain. Operator memperkirakan 5–6 jam pada masing-masing hari berjalan, dengan kunjungan titik pandang dekat kemah pada sore hari.
Rancangan setengah hari dari pemandu lokal bergerak dari Eye Hospital Emairete menuju Kilele, kemudian sumber air di hutan dan titik jemput Enguiki. Kilele disebut puncak pertama, bukan dipastikan sebagai titik tertinggi massif.
Kazuo Tobita menceritakan ekspedisi 2003 yang mengerjakan punggung barat melalui medan campuran. Longsoran, pencairan es, serta jatuhan batu yang merusak tali membuat tim mengevaluasi ulang sasaran. Dengan perbekalan menipis, mereka memilih puncak salju sekitar 6.100 m pada punggung tersebut, dicapai dua kelompok pada 3–4 Juli; bukan puncak utama Kunyang Chhish.
Stephen Venables melaporkan percobaan bersama Phil Bartlett dan Dave Wilkinson melalui taji barat laut. Salju lebat menahan mereka selama enam hari di kamp gua salju pada punggung utara; setelah turun mengambil perbekalan, percobaan kedua kembali terhambat lima hari. Tim turun tanpa mencapai puncak karena cuaca dan persediaan menipis.
Pemimpin ekspedisi menuturkan pembatalan pendekatan sisi utara Distaghil Sar karena lintasan di bawah Trivor dan Bularung disapu longsoran es setiap hari. Tim beralih ke Momhil Sar, lalu mundur karena cuaca buruk. Laporan terbit pada 1989 ini menekankan keputusan mengubah sasaran sebelum mencapai dinding, bukan keberhasilan puncak Distaghil Sar.
Rencana perjalanan Birdquest memakai Nyasoso sebagai basis empat malam untuk Kupe dan Bakossi. Operator menyebut jalur Kupe curam serta sempit di beberapa tempat, dengan jalan kaki yang menuntut tenaga. Ini gambaran program operator, bukan laporan perjalanan yang sudah terlaksana atau jaminan pencapaian puncak.
Laporan Maret–April 2013 menggambarkan tanjakan Shrike Trail yang sangat curam dan penurunan yang sulit. Setelah pencarian burung, rombongan kembali ke bagian bawah Max’s Trail pada sore hari. Beberapa peserta memilih vegetasi kebun Max’s Trail sebagai alternatif sejak awal. Ini catatan eksplorasi lereng, bukan keberhasilan puncak.