GUNUNG · Pakistan
Distaghil Sar
دستاغل سر (Distaghil Sar / Disteghil Sar)
SumberFoto: sumber
—
- Terasa
- —
- Kelembapan
- —
- Angin
- —
Sumber: Open-Meteo
Informasi
- Elevasi
- 7.885 m
- Negara
- Pakistan (PK)
- Lokasi / Pegunungan
- Hispar Muztagh, bagian dari Pegunungan Karakoram, Gilgit-Baltistan, Pakistan — di sisi utara Gletser Hispar, dekat kawasan Shimshal & Hunza
- Tipe Gunung
- Puncak batuan berselimut es & gletser (non-vulkanik) — titik tertinggi Hispar Muztagh, Karakoram
- Berapi?
- Tidak (non-vulkanik)
- Koordinat
- 36.3258, 75.1883
- Kesulitan
- Ekstrem: alpinisme ketinggian tinggi yang sangat serius dengan punggungan puncak panjang dan bercornice, medan bergletser terpencil, serta angka pendakian berhasil yang sangat sedikit. Hanya untuk ekspedisi elit — bukan gunung trekking
- Musim Terbaik
- Juni–Agustus (musim ekspedisi Karakoram), meski cuaca tetap sangat tidak menentu di ketinggian ini
- Izin & Aturan
- Wajib izin pendakian (climbing permit) dari pemerintah Pakistan untuk puncak >6.500 m, plus liaison officer, pemandu, dan porter untuk pendekatan panjang dari Shimshal/Hispar
- Bahaya
- Punggungan puncak sepanjang beberapa kilometer dengan cornice besar, risiko longsoran salju (avalanche) dan runtuhan serac di dinding-dinding gletser, crevasse pada pendekatan, badai Karakoram, serta bahaya penyakit ketinggian dan pembekuan di zona kematian. Keterpencilan memperkecil peluang penyelamatan
Deskripsi
Distaghil Sar (دستاغل سر; 7.885 m) adalah puncak tertinggi Hispar Muztagh di Pegunungan Karakoram, Gilgit-Baltistan, Pakistan, dan termasuk salah satu gunung tertinggi di dunia (peringkat sekitar ke-19 secara global). Massif memanjangnya membentuk punggungan puncak yang panjang dan bercornice di sisi utara Gletser Hispar, menghadap kawasan terpencil Shimshal dan Hunza. Pendakian pertama dicapai pada 9 Juni 1960 oleh ekspedisi Austria, dengan Günther Stärker dan Diether Marchart mencapai puncak. Sejak itu, keberhasilan menuju puncaknya bisa dihitung dengan jari — Distaghil Sar dikenal sebagai salah satu puncak 7.800-an paling jarang didaki dan paling sulit di dunia, jauh dari sorotan dibanding para "eight-thousander". Kombinasi keterpencilan ekstrem, pendekatan panjang lewat gletser, punggungan bercornice yang berbahaya, dan cuaca Karakoram yang keras membuat gunung ini hanya menjadi sasaran ekspedisi alpinis elit, bukan tujuan pendakian umum. Bagi penjelajah dan trekker, kawasan di kakinya — Gletser Hispar dan lembah Shimshal — sendiri merupakan medan trekking legendaris.
Jalur Pendakian
Dinding Selatan (barat) → Punggung Barat Daya (jalur standar / pendakian pertama 1960)
Alpinisme ketinggian sangat serius (7.885 m, terpencil, dinding dan punggung teknis; gaya ekspedisi dengan kamp tetap)Satu-satunya garis mapan, pertama didaki ekspedisi Austria 1960: menaiki bagian barat dinding selatan lalu menyambung ke punggung barat daya menuju puncak utama. Pendekatan berjalan dari Nagar menyusuri lembah dan Gletser Hispar (lewat Gletser Kunyang) ke base camp, dengan rangkaian kamp tinggi di dinding. Pendakian kedua 1983 pada dasarnya mengulang rute ini — menegaskan betapa jarangnya gunung ini didaki.
SumberPendekatan dinding tenggara via Gletser Kunyang/Hispar (sisi Nagar)
Sangat serius; pendekatan bergletser di ketinggian dengan dinding-dinding rawan longsoran saljuAkses dari Nagar menyusuri lembah dan Gletser Hispar, bercabang ke Gletser Kunyang untuk mencapai kaki dinding tenggara pada sekitar 5.000 m, lalu naik dinding menuju punggung barat daya dan puncak. Inilah pendekatan logistik yang dipakai pendakian 1960 dan 1983; keterpencilan dan bahaya objektif gunung ini menjaga jumlah keberhasilan tetap sangat kecil.
SumberPengalaman Pendakian
Distaghil Sar nyaris tak pernah didaki, sehingga "pengalaman"-nya terutama tersimpan dalam catatan ekspedisi klasik ketimbang vlog pribadi. Kumpulan sumber berikut menelusuri sejarah gunung ini — dari upaya-upaya awal, pendakian pertama 1960 oleh ekspedisi Austria, pendakian kedua 1983, hingga percobaan 1996/97 yang berakhir tragedi longsoran salju — dilengkapi profil ensiklopedik dan sebuah video dokumenter yang menuturkan bencana di lerengnya.
Rujukan
Ringkasan di atas dirangkum dari sumber-sumber berikut. Klik untuk menelusuri sendiri.