REAL STORIES

Climbing Experiences

First-hand climbing experiences from around the world — vlogs, blogs, and real trip reports, complete with source links you can explore yourself.

9.342 experiences across mountains · page 228/390

Climbing Chappal Waddi - Nigeria & West Africa highest Mountain (Pt 1)

Bagian pertama seri dua babak yang mengikuti pendekatan dan tahap awal pendakian Chappal Waddi, memperlihatkan perjalanan menuju trailhead dan awal pendakian melintasi medan Dataran Tinggi Mambilla/Gashaka-Gumti. Menyoroti betapa terpencil dan menuntutnya logistik mencapai gunung ini.

I Summited CHAPPAL WADDI - MOUNTAIN OF DEATH in Nigeria & West Africa!

Kreator asal Nigeria mendokumentasikan ekspedisi penuh ke puncak Chappal Waddi, titik tertinggi Nigeria dan Afrika Barat, dibingkai lewat julukan suram 'Mountain of Death'. Vlog menangkap logistik terpencil, trek berhari-hari, dan beratnya mencapai puncak 2.419 m.

Petermann Peak

Ringkasan ensiklopedik: Petermann Peak (2.943 m) berdiri di nunatak sisi utara Gletser Nordenskiöld di Frænkel Land, pedalaman Kaiser Franz Joseph Fjord. Pendakian pertama 15 Agustus 1929 (Ekspedisi Cambridge, Wordie), kedua 9 Agustus 1951 (John Haller & Wolfgang Diehl). Kawasan tak berpenghuni bersuhu rata-rata sekitar −16°C; gunung dinamai geograf Jerman August Heinrich Petermann. Sempat dikira puncak tertinggi Greenland, kini tercatat sebagai salah satu yang tertinggi di Greenland Timur Laut.

Mountaineering in Greenland (1979)

Tinjauan Erik Hoff (1979) atas aktivitas pendakian di Greenland 1967–1976 dari lebih dari 100 ekspedisi berbagai bangsa. Menyoroti karakter dan logistik pendakian di Greenland Timur Laut dan sekitarnya — termasuk transport yang membaik namun kian mahal serta pembatasan otoritas Denmark — memberi konteks mengapa puncak-puncak terpencil seperti Petermann Bjerg amat jarang dijamah.

Erik Hoff
Source

Exploration and Mountaineering in Northeast Greenland

Artikel N. E. Odell (1934) tentang penjelajahan dan pendakian di Greenland Timur Laut bersama ekspedisi Louise Boyd (1933) dengan kapal pemburu anjing laut Veslekari. Tim menjangkau kawasan Kaiser Franz Joseph Fjord — wilayah Petermann Bjerg — termasuk 'Mystery Lakes' yang sebelumnya diamati regu Wordie 1929, serta melakukan beberapa pendakian pertama seperti Teufelschloss dan Nathorst Peak. Menggambarkan medan fjord dramatis berdinding hingga ~1.800 m, gletser luas dari Inland Ice, dan sulitnya akses ke kawasan Petermann.

N. E. Odell
Source

Greenland, Petermann Peak (first ascent, 1929)

Catatan American Alpine Journal atas pendakian Petermann Peak (~9.650 kaki) oleh Ekspedisi Cambridge ke Greenland Timur pimpinan J. M. Wordie pada 1929, kala itu diyakini puncak tertinggi Greenland. Uraian lengkap disertai peta dan foto terbit di Geographical Journal edisi Juni 1930 — menjadi rujukan klasik pendakian pertama gunung terpencil ini.

J. M. Wordie (Cambridge East Greenland Expedition)
Source

Greenland Ski Touring — Schweizerland

Operator IFMGA yang berbasis di Kulusuk (Angmagssalik), Greenland timur, menawarkan ski touring di kawasan yang sama dengan Mont Forel — dari rangkaian alpine di tepi lapisan es hingga gunung pesisir yang menjulang langsung dari fjord. Mereka menyebut wilayah ini sebagai salah satu hamparan medan ski touring belum terjelajah terluas di Bumi, dengan gaya eksploratif memakai penginapan lodge, hut, dan kamp, dipandu oleh pemandu gunung bersertifikasi UIAGM/IFMGA.

Schweizerland, Mont Forel Area, Various Activity

Laporan AAJ yang merangkum beragam aktivitas pendakian dan penjelajahan ski di kawasan Mont Forel–Schweizerland, menegaskan pola khas wilayah ini: ekspedisi mandiri berbasis ski yang menggabungkan pendakian Forel dengan sejumlah puncak sekunder perawan di sekitarnya, dengan logistik dan cuaca sebagai tantangan utama.

Mount Forel Greenland Expedition (1984)

Ringkasan ekspedisi Derek Fordham (Mei 1984) menuju Mont Forel di utara Angmagssalik. Cuaca buruk memaksa tim mengubah rencana pendekatan ski dan memilih mendarat dengan pesawat di sisi utara gunung. Upaya puncak lewat punggungan barat daya dan sisi timur laut terhenti sekitar 200–300 m di bawah puncak akibat angin kencang. Selepas itu tim berski sejauh 135 km ke barat dalam 7–8 hari dan dijemput di ujung Gletser Knud Rasmussen — memperlihatkan betapa cuaca menjadi penentu di dataran es Greenland.

Derek Fordham dkk.
Source

Mount Forel and Schweizerland, 1986 (first British ascent)

Pendakian Inggris pertama (dan yang kedelapan secara keseluruhan) atas Mont Forel pada 25–26 Juli 1986, menempuh jalur pertama Roch 1938 dari sisi selatan. Tim berski dari Angmagssalik ke pangkal Tasilaq Fjord (14 Juli), melintasi hamparan salju mulus menuju Conniats Pass, menghadapi celah-celah berbahaya di Midgaårdgletscher sebelum kembali berski di Glacier de France, lalu berkemah di bawah muka selatan Forel pada hari kesepuluh. Setelah puncak, mereka berski di tepi lapisan es dan menuruni Paris Gletscher, menuntaskan lima pendakian perawan lain di Schweizerland.

Duncan Bond, Greg Englefield, Jim Lowther, Lewis Jones
Source

Greenland, Mt. Forel (1938 first ascent)

Catatan American Alpine Journal tentang pendakian pertama Mont Forel — saat itu diyakini gunung tertinggi Greenland (tinggi disebut sekitar 11.100 kaki/3.383 m). Puncak dicapai pada 12 Agustus 1938 oleh ekspedisi Swiss yang diselenggarakan Akademischer Alpen Club Zürich di bawah pimpinan André Roch. Menandai capaian besar penjelajahan pegunungan Schweizerland yang saat itu masih perawan.

Trip Reports — Gunnbjørn Fjeld, Cone, Dome and more

Laporan perjalanan ekspedisi swakelola pimpinan Petter Bjørstad bersama enam anggota di Watkins Mountains. Tim mendaki dan berski beberapa puncak (Gunnbjørn, Dome, Cone, dan lainnya), pada satu periode bahkan mencapai 11 gunung dalam lima hari, memanfaatkan hari-hari cuaca cerah dan mobilitas ski untuk memaksimalkan puncak dari base camp yang sama.

Petter Bjørstad
Source

Climbing Mt. Gunnbjørn in Greenland

Laporan tim empat orang IMG (Eric Simonson, Anthony Nightingale, pemandu Andy Polloczek dan pemandu Islandia). Mereka terbang dari Islandia dengan Twin Otter sejauh ~400 km di atas laut menuju base camp gletser. Pada 68° LU siang berlangsung 24 jam; kawasan begitu sunyi tanpa manusia dalam radius ratusan kilometer, dan tim membawa senapan untuk berjaga terhadap beruang kutub. Pendakian diawali empat jam menyeberang gletser sambil menarik pulk ala McKinley ke Camp 1, lalu bersepatu salju, beralih crampon, mem-belay pitch punggungan berlapis es sampai punggung puncak. Hari puncak memakan sekitar 11 jam pulang-pergi.

Eric Simonson
Source

Greenland Redux Number Two: Climbing Gunnbjørn Fjeld

Kisah orang pertama dari ekspedisi 27 hari. Penulis menceritakan malam menegangkan di advanced base camp saat visibilitas turun, lalu hari puncak yang diawali empat jam berski sebelum beralih ke crampon dan tali di bagian punggungan teknis. Ia sempat kehabisan napas dan meminta laju diperlambat sampai menemukan ritme, lalu tim mencapai puncak bersama, tinggal sekitar 15 menit sebelum turun karena salju memburuk. Untuk mencapai kaki gunung saja butuh 12 hari perjalanan melintasi lima celah gunung.

TA Loeffler
Source

The Roof of the Arctic — Mt. Gunnbjørn Summit Expedition

Catatan lapangan sebuah tim: pesawat ski Twin Otter mendarat di gletser, kamp pertama didirikan di sekitar 2.400 m, lalu kamp-kamp berpindah lembah untuk menjangkau tiga puncak. Gunnbjørn didaki sebagian besar dengan ski dan bagian akhir berjalan dengan crampon; turunnya cepat dan menyenangkan dengan ski. Tim menyebut kondisi salju bagus membuat pendakian aman dan mulus, sementara tim kedua sempat tertahan empat hari saat penjemputan karena kondisi pendaratan gletser buruk.

Greenland Mt. Gunnbjørn Climbing Expedition

Halaman program ekspedisi resmi merinci alur pendakian: terbang Reykjavík–Akureyri lalu carter pesawat ski ke Watkins Mountains, base camp nyaman di kaki gunung dengan satu kamp perantara lebih tinggi. Pendakian memakai sepatu salju dan crampon dengan beda tinggi harian 600–1.100 m selama lima hari, dinilai berkesulitan sedang (butuh kebugaran baik dan pengalaman hiking), rasio pemandu 1:3. Keberangkatan akhir Mei–awal Juni; risiko utama adalah penundaan penerbangan akibat cuaca.

乗鞍岳/北アルプス(畳平→剣ヶ峰山頂登山)Mt.Norikuradake climbing in Japan

Dokumentasi jalur klasik Tatamidaira → puncak Kengamine di Alpen Utara, menampilkan kondisi jalur berbatu dan panorama dari titik tertinggi Norikura.

【乗鞍岳】日帰り3000m峰登山!往復3時間で初心者にオススメ

Catatan pasangan pendaki: pendakian 3.000-an pulang-hari yang bisa dituntaskan sekitar tiga jam pulang-pergi, ditegaskan cocok untuk pemula.

花咲く夏の乗鞍岳|畳平から頂上周遊&池めぐりを経て主峰・剣ヶ峰へ日帰り登山(4K)

Rekaman 4K musim panas: dari Tatamidaira menyusuri danau-danau kawah dan padang bunga sebelum menggapai puncak utama Kengamine — memperlihatkan lanskap vulkanik dan flora alpine Norikura.

北アルプス乗鞍岳へ!日本一手軽に3,000m峰登山!【百名山】

Menyoroti Norikura sebagai pendakian 3.000 m paling mudah di Jepang (100 Gunung Terkenal) — perjalanan dari akses bus hingga puncak dengan ritme santai.

【乗鞍岳登山】畳平から日帰りで乗鞍岳山頂へ!初心者おすすめ絶景ルート解説

Pendakian pulang-hari dari Tatamidaira ke puncak Norikura dengan penjelasan rute yang direkomendasikan untuk pemula — memperlihatkan pemandangan dan medan sepanjang jalur populer.

【夫婦登山】絶景の千畳敷カール!木曽駒ヶ岳テント泊登山

Catatan pasangan pendaki bermalam dengan tenda di Senjōjiki Cirque — menampilkan suasana kemah ketinggian dan pendakian ke puncak Kisokomagatake.

登山初心者が千畳敷から木曽駒ヶ岳を目指す/菅の台バスセンターから千畳敷まで詳しく

Panduan bersudut pemula: dari Sugadaira Bus Center naik kereta gantung ke Senjōjiki lalu menuju puncak Kisokomagatake — merinci akses dan langkah demi langkah jalur.

ロープウェイで千畳敷カールへ 登山|伊那前岳 - 中岳 - 木曽駒ケ岳 - 宝剣岳 - 極楽平

Sirkuit dari Senjōjiki menyusuri Ina-mae-dake, Nakadake, puncak Kisokomagatake, hingga Hōken-dake dan Gokurakudaira — memperlihatkan rangkaian punggung Alpen Tengah.