Via Ferrata Pedra do Baú
Vlog orang pertama menyusuri via ferrata Pedra do Baú, memperlihatkan pemakaian pengaman dan pemandangan lembah dari dinding tebing.
First-hand climbing experiences from around the world — vlogs, blogs, and real trip reports, complete with source links you can explore yourself.
9.777 experiences across mountains · page 220/408
Vlog orang pertama menyusuri via ferrata Pedra do Baú, memperlihatkan pemakaian pengaman dan pemandangan lembah dari dinding tebing.
Rekaman naik via ferrata di dinding utara (face norte) Pedra do Baú dengan sorotan paparan ketinggian dan panorama Serra da Mantiqueira.
Dokumentasi lengkap pendakian ke cume Pedra do Baú lewat via ferrata, memperlihatkan tiap seksi tangga besi dan kabel serta sejarah singkat jalurnya.
Catatan jujur berbahasa Inggris tentang upaya mendaki Yatsugatake (Nagano) yang tak sampai puncak karena kondisi cuaca/medan — pengingat bahwa meski populer, Akadake tetap gunung alpine yang menuntut persiapan dan penilaian cuaca.
Dokumentasi pendakian salju musim dingin di Yatsugatake (Nagano) menuju Akadake — memperlihatkan kondisi bersalju dan es yang menuntut crampon dan kapak es, menegaskan sisi alpine gunung ini di luar musim hijau.
Vlog pendakian berbahasa Inggris ke Akadake (Mount Aka), puncak tertinggi Rangkaian Yatsugatake — merekam medan berbatu dan pemandangan luas dari titik tertinggi gugusan gunung berapi tersebut.
Penjelasan ringkas rute pendakian Akadake dari titik awal Minoto-guchi (美濃戸登山口) di sisi Nagano — memandu pendaki melewati pondok gunung dan segmen berbatu menuju puncak Yatsugatake tertinggi.
Vlog berbahasa Jepang pendakian sehari ke Akadake, puncak tertinggi Yatsugatake, lewat kawasan Yatsugatake selatan — menampilkan tanjakan berbatu, punggungan alpine, dan daya tarik pendakian yang bisa dituntaskan dalam satu hari.
Dokumentasi pendakian ke puncak 2.388 m ini menegaskan status Kirigalpoththa sebagai puncak tertinggi kedua Sri Lanka, memuat gambaran jalur melewati padang patana dan hutan awan hingga titik tertinggi yang berbatu.
Vlog pendakian oleh sekelompok mahasiswa yang mendaki gunung tertinggi kedua Sri Lanka — merekam suasana kebersamaan, kondisi jalur yang berlumpur dan berkabut, serta tantangan menempuh jarak panjang menuju puncak Kirigalpoththa.
Rekaman pendakian yang memperlihatkan pemandangan menakjubkan dari puncak Kirigalpoththa saat cuaca cerah, sekaligus menggambarkan panjang dan sepinya jalur di dalam Taman Nasional Horton Plains.
Vlog trekking berbahasa Inggris (kanal Lakpura) menyusuri jalur Kirigalpoththa dari Horton Plains, menampilkan medan padang rumput terbuka dan hutan berkabut serta pemandangan lepas dari puncak tertinggi kedua Sri Lanka.
Dokumentasi pendakian sekaligus berkemah di jalur Kirigalpoththa dalam Taman Nasional Horton Plains — menyoroti hamparan padang rumput, kabut yang naik-turun, dan perjalanan menuju puncak tertinggi kedua Sri Lanka yang jarang dijamah.
Vlog trek beberapa hari yang berawal di Injisuthi, Drakensberg Tengah, memperlihatkan jalan masuk lembah, medan escarpment, dan lokasi berkemah menuju punggungan tinggi di sekitar Njesuthi Dome.
Sirkuit berpemandu 5 hari ±60 km dari Injisuthi Camp yang menyummit Mafadi (3.450 m), Injisuthi/Njesuthi Dome (3.407 m), dan Champagne Castle (3.377 m), memuat rincian pemandu, perlengkapan, izin, dan logistik traverse Drakensberg Tengah.
Panduan direktori yang menilai trek Mafadi ±48 km / 4 hari 3 malam dari Injisuthi Camp sebagai berat, dengan rencana hari-per-hari (Centenary Hut, naik ke escarpment, summit Mafadi, Leslie's Pass, kembali lewat Marble Baths) beserta gua, pass, dan air terjun yang dilewati.
Catatan rute orang-pertama yang memecah ekspedisi Injisuthi–Mafadi menjadi tahapan harian: Centenary Hut, Corner Pass, kemah tinggi di antara Mafadi dan Injisuthi (Njesuthi) Dome, dan turunan Leslie's Pass ke Marble Baths, disertai jarak dan beda tinggi tiap hari.
Profil rute dan rekor FKT untuk sirkuit ±43 km dengan naik-turun ±2.676 m dari Injisuthi Camp melewati Corner Pass ke Mafadi lalu turun via Leslie's Pass, lengkap dengan jejak GPS dan penanda medan (Heartbreak Hill, Centenary Hut, scramble batu choke-stone). Rekor tercepat 11 jam 34 menit (Desember 2020).
Feature kawasan pada Maret 2026 membahas bentuk amba Kundudo, habitat kuda di puncak, serta gua dan situs seni batu di gugusan sekitarnya. Tulisan ini memberi konteks destinasi dan konservasi, bukan catatan keberhasilan pendakian pribadi.
Video berjudul Kundudo mountain and feral horses dari kanal Guzo Adwa Hiking Events. Metadata oEmbed memverifikasi judul, kanal, dan ketersediaan tautan; tidak digunakan untuk menyimpulkan detail medan atau keberhasilan mencapai puncak.
Entri ensiklopedia Ethiopia tentang pertempuran 7 Desember 1895, ketika pasukan Ras Makonnen mengalahkan kolom Mayor Toselli di gunung ini. Memberi perspektif Ethiopia atas peristiwa yang menjadikan Amba Alagi terkenal.
Artikel museum karya sejarawan Andrew Stewart yang menggambarkan puncak setinggi sekitar 12.000 kaki sebagai titik kuat Italia, yang direduksi pasukan Persemakmuran Inggris lewat gerakan menjepit dan tembakan artileri hingga garnisunnya menyerah pada Mei 1941.
Bab sejarah resmi yang merinci ketinggian gunung ±11.282 kaki, pendekatan utara yang curam dan berliku menaiki lembah sempit, serta rangkaian puncak bertahan (Little Alagi, Middle Hill, Elephant, Pyramid, Sandy Ridge) yang membuat medannya sangat sukar. Sumber terkaya soal geografi jalur naik.
Cuplikan arsip newsreel yang memperlihatkan penyerahan Adipati Aosta dan pasukan Italia di benteng gunung Amba Alagi pada Mei 1941, dalam Kampanye Afrika Timur. Menampilkan lanskap gunung sebagai posisi pertahanan alami.