Hiking Mount Monadnock via White Dot and White Cross Trails
Pendakian awal musim semi, 26 Maret 2016, dengan lingkar 5,2 mil dan kenaikan 1.770 kaki: naik lewat White Dot, turun lewat White Cross. Rombongan berangkat pukul 10.00, tiba di puncak tengah hari, dan kembali ke mobil pukul 14.00 — sekitar empat jam berjalan. Cuaca disebut dingin tetapi cerah dengan sisa salju tipis; jalur basah saat turun dan penulis sempat tergelincir. Ia menilai medannya curam dan berbatu dengan scrambling nyata terutama menjelang puncak, dan justru menyarankan naik lewat White Dot karena tanjakannya lebih tegas. Penekanan terbesarnya ada pada reservasi parkir di markas taman di Jaffrey: kuota kerap habis sehingga jangan menunda sampai hari-H. Dari puncak ia menyebut pemandangan bermil-mil jauhnya berkat posisi Monadnock yang menjulang sendirian.
Volcano Climbing and Nicaraguan Ring of Fire Waking up!
Travis dan Elisha memulai perjalanan dini hari pada 28 Februari 2016 dan mencapai puncak dalam kurang dari dua jam. Mereka merasa tanjakan masih terjangkau, tetapi gas yang dibawa angin menimbulkan rasa perih dan batuk. Angin puncak membuat berdiri sulit sehingga mereka turun sedikit untuk beristirahat. Catatan ini menunjukkan kebugaran tidak menghilangkan gangguan gas dan angin.
3. Putauaki
Catatan langsung Januari 2016 tentang mendaki bersama teman melalui jalur King of the Mountain. Penulis memakai tangan pada batu dan akar, serta mengalami panas, lepuh dan kehabisan air; ini pengalaman historis, bukan rekomendasi untuk memasuki gunung yang kini ditutup.
Mount Waddington SE Chimney, 2016
Rekaman sudut-pertama pendaki Priti Wright yang mendokumentasikan pendakian Mount Waddington via rute Southeast Chimney pada 2016 — memperlihatkan medan alpine teknis dan panjatan menara puncak batu khas Coast Range.
Climbing Lascar
Catatan langsung tahun 2015 dengan rekaman GPS, medan lepas, angin kuat, dan pemisahan bibir kawah dari puncak.
Kasikasima Experience in Suriname
Film pendek dokumenter tentang perjalanan ke selatan Suriname menuju gunung Kasikasima, diunggah pada 22 Desember 2015. Video ini termasuk rekaman visual paling utuh tentang rute yang ada di YouTube: perjalanan menyusuri sungai dengan korjaal, jeram-jeram yang harus dilalui, kehidupan kamp hangmat di tengah hutan, sampai bagian pendakian ke lereng gunung dan pemandangan dari singkapan batu di atas. Untuk calon pendaki Indonesia yang belum pernah melihat medan Amazon Suriname, video semacam ini berguna sebagai gambaran realistis tentang skala perjalanan — betapa lamanya waktu yang dihabiskan di atas perahu dibanding waktu berjalan kaki, dan betapa rapatnya kanopi hutan yang harus ditembus sebelum batu granit terlihat. Perlu dicatat, kami hanya bisa memverifikasi keberadaan, judul, kanal, dan tanggal unggah video ini melalui oEmbed YouTube; deskripsi lengkap yang ditulis pengunggah tidak dapat kami baca, sehingga ringkasan ini sengaja dibatasi pada apa yang bisa dipastikan dari judul dan konteks pencarian.
Humboldt Peak Expedition
Catatan langsung ekspedisi 4 hari (September 2015) ke Pico Humboldt bersama pemandu bersertifikat: hari 1 dari La Mucuy ke Laguna Coromoto, hari 2 ke Laguna Verde, hari 3 mendaki puncak melewati gletser dengan crampon-harness-tali lalu turun ke Laguna Verde, dan hari 4 turun panjang kembali ke La Mucuy — total sekitar 36 km dengan beban ~26 kg, menegaskan perlunya aklimatisasi baik dan pendampingan pemandu.
The Lycian Way // day 27 // Tahtalı Dağı / Mount Olympos
Tarjei meninggalkan tenda di ketinggian, mendaki sebelum pagi terang, lalu kembali melalui jalur berbatu. Catatannya menggambarkan pemandangan Mediterania dan puncak yang mulai ramai setelah teleferik beroperasi.
Gunung Kendang (2.617 Mdpl)
Kisah pendakian Agustus 2015 menyoroti kebingungan arah menuju desa dan salah jalur di perkebunan teh. Kelompok berjalan hingga malam, berkemah di persimpangan puncak–sabana, lalu mengunjungi penanda puncak keesokan pagi. Penulis juga mencatat semak tajam sepanjang jalur.
秋田駒ヶ岳~乳頭山 ムーミン谷のお花畑と展望豊かな稜線登山
Penulis menggabungkan bunga di Amidaike dan Lembah Moomin dengan lintasan lebih panjang menuju Nyuto. Punggungan sekitar Zazorimori, lahan basah, dan berendam setelah turun menjadi bagian utama pengalaman musim panas 2015 ini.
Hiking Matafao on a warm sunny day ~ American Samoa
Brenda mendaki bersama teman-temannya pada hari panas. Foto puncak memperlihatkan Coconut Point, bandara, dan Teluk Pago Pago; tempat istirahat berangin menjadi bagian menyenangkan perjalanan.
Discovering Gaua — rain delay and Lake Letas trek (2015)
Catatan 2015 menceritakan trek bersama Larry ke Danau Letas. Hujan menunda pendakian; rombongan mengunjungi Siri lalu menyeberangi danau dan mendaki setelah malam kedua. Pengalaman ini menunjukkan perlunya kelonggaran jadwal, bukan bukti akses kerucut sekarang.
Ellmauer Halt über Gamsänger
Kaj menceritakan kabut dan sisa salju pada Gamsängersteig. Ia menekankan bahwa turun melalui bagian tanpa kabel menuntut konsentrasi, bahkan setelah puncak tercapai.
A weekend in the Drakensberg Mountains
Perjalanan tiga hari melalui Stable Cave, Hlatikulu Neck dan Blindman’s Corner memberi pandangan dekat ke Cathkin. Penulis mencatat air terbatas dekat gua dan membatalkan lanjutan ke puncak Sterkhorn karena mulai dingin tanpa pakaian hangat; perjalanan ini tidak mencapai puncak Cathkin.
Menyapa Sang Raja Yogyakarta, Gunung Merapi 2968 mdpl
Catatan blogger perjalanan tentang pengalaman mendaki Merapi dan kesan terhadap 'sang raja' Yogyakarta.
Latvia – Gaizinkalns
Catatan 18 April 2015 dari rangkaian ekstrem: empat titik tertinggi negara (Belarus, Lituania, Latvia, Estonia) dalam kurang dari 20 jam dengan mobil sewaan. Gaiziņkalns dicapai sore hari lewat jalan tanah kecil di luar Madona, mengikuti GPS sampai jalan habis. Dari situ puncak sejati masih sekitar 1,2 km; penulis menyusuri jalan tanah tua yang menanjak masuk hutan lalu memotong langsung menaiki lereng berumput karena saat itu belum jelas jalur resminya. Ia tiba di puncak pukul 18.14. Yang ditemukan pada 2015 berbeda dari kondisi sekarang: satu lift ski yang baru saja tutup musim, dan tumpukan bata merah — sisa menara pandang yang telah diruntuhkan. Bercak salju masih menempel di sela pepohonan, pengingat bahwa musim dingin Latvia bertahan lama meski ketinggiannya rendah. Berguna sebagai dokumentasi historis kondisi puncak pasca-peledakan menara, sekaligus contoh bahwa tanpa mengikuti jalur bertanda dari area parkir resmi, perjalanan bisa berubah jadi menerabas semak.
Sant Jeroni de Montserrat
Dalam perjalanan Maret 2015, penulis berjalan dari biara lewat Sant Miquel dan stasiun atas Sant Joan. Tangga terakhir terasa berat, panorama puncak terhalang kabut tipis, dan jalur turun melalui Pla dels Ocells lebih sempit serta lebih berhutan.
Daytrip: Volcan Ipala
Sue mencatat pendakian 45 menit di lereng berbatu; angin dingin di danau membuat rombongannya membatalkan berenang.
Malta – Walk the Dingli Cliffs
Catatan Paul Steele di BaldHiker adalah salah satu tulisan berbahasa Inggris tertua yang masih hidup tentang berjalan di Dingli Cliffs — terbit 12 Maret 2015 dan diperbarui pada September 2025. Ia menyarankan memulai dari sisi utara desa Dingli lalu berjalan ke selatan menyusuri tebing, dengan catatan praktis bahwa ada jalan pesisir yang berjalan sejajar bagi yang waktunya terbatas. Ia menyebut tebing di kawasan ini setinggi lebih dari 250 meter dan menggambarkan formasi batu kapur yang mengesankan, termasuk sebuah jendela batu alami yang membingkai pemandangan laut. Di titik tertinggi Malta ia menemukan Kapel St. Mary Magdalene: bangunan yang berdiri sekarang berasal dari 1646, didirikan di atas situs kapel yang lebih tua, kemungkinan dari sebelum abad ke-15. Bagian yang paling berkesan dari tulisannya justru soal kesunyian: ia berjalan pada bulan Februari dan sepanjang bermil-mil hanya berpapasan dengan satu pasangan. Ia menggambarkan kawasan itu sebagai tempat yang luar biasa dan menenangkan bagi seorang pejalan dan pecinta alam, dan mengaku tahu tebing ini akan terus memanggilnya kembali. Ia juga menyoroti Filfla, islet datar tak berpenghuni yang terlihat sepanjang perjalanan, mencatat bahwa pulau itu pernah dipakai Angkatan Laut dan Angkatan Udara Kerajaan Inggris sebagai sasaran latihan tembak sampai tahun 1970-an, kini dilindungi ketat sampai nelayan pun dilarang mendekat dalam radius satu mil, dan menjadi rumah bagi 5.000–8.000 pasang petrel badai Eropa serta beberapa spesies endemik.
Mount Bogong Conquestathon: Mount Bogong Circuit via Staircase Spur and Eskdale Spur
Katerina menceritakan pendakian keluarga pada Maret 2015: naik melalui Staircase Spur dan Bivouac Hut, lalu turun lewat Eskdale Spur dan Michell Hut. Mereka berjalan sekitar pukul 08.00–18.00; kelelahan anak pada turunan panjang menunjukkan pentingnya menyesuaikan rencana dengan kemampuan rombongan. Catatan ini menggambarkan perjalanan saat itu, bukan kondisi jalur terkini.
Mt. Kanlaon: Terrifyingly Beautiful
Catatan pendakian 2015 yang menggambarkan dualitas Kanlaon dengan sangat tepat: 'menakutkan sekaligus indah'. Penulis menceritakan medan super berat, pemandangan Lembah Margaha yang menakjubkan di bekas kawah purba, dan pengalaman berdiri di tepi kawah aktif—salah satu momen yang membuat Kanlaon menjadi pengalaman paling berkesan di Filipina.
Nicaragua’s Fire Mountains
Marc dan Peggy mendaki San Cristóbal selama 3,5 jam pada perjalanan 2015, lalu turun dalam 1,5 jam. Kawah yang mengeluarkan gas menjadi sorotan mereka. Turunan terasa seperti meluncur di salju ketika skoria cukup dalam, tetapi bagian tipis terasa licin dan kurang terkendali; mereka juga harus menghindari batang pohon mati.
Dangerous Trek to Myanmar's Highest Peak (Preview) | National Geographic
Cuplikan dokumenter National Geographic yang memperlihatkan medan perjalanan ekstrem menuju Hkakabo Razi — melintasi sungai dengan arus deras, hutan hujan tropis yang lebat di Negara Bagian Kachin Myanmar, dan kondisi yang menguji ketahanan bahkan para mountaineer kelas dunia sebelum menggapai zona alpinnya.
Mt. Waddington, Northwest Summit, Southwest Buttress
Laporan orang-pertama di American Alpine Journal oleh Paul McSorley tentang pendakian empat hari Southwest Buttress Waddington menuju puncak barat laut bersama Ines Papert dan Mayan Smith-Gobat pada 2015 — sekitar 20 pitch batu dan medan campuran teknis (hingga 5.11+ M5 AI3), menuntaskan garis tempat tim-tim sebelumnya berbalik sebelum mencapai punggungan.