GUNUNG · Nepal
Tilicho Peak
तिलिचो पर्वत (Tilicho) — puncak di Annapurna Himal di atas Danau Tilicho
Sumber
Foto: sumber
—
- Terasa
- —
- Kelembapan
- —
- Angin
- —
Sumber: Open-Meteo
Informasi
- Elevasi
- 7.134 m
- Negara
- Nepal (NP)
- Lokasi / Pegunungan
- Annapurna Himal (Himalaya), Distrik Manang, Area Konservasi Annapurna
- Tipe Gunung
- Puncak bersalju di Annapurna Himal, di sisi selatan Danau Tilicho
- Berapi?
- Tidak (non-vulkanik)
- Koordinat
- 28.6844, 83.8044
- Kesulitan
- Sangat sulit — pendakian ekspedisi salju/es teknis di atas 7.000 m (jarang didaki). Kunjungan umum hanya sampai Danau Tilicho (4.919 m) & base camp lewat jalur trekking Sirkuit Annapurna
- Musim Terbaik
- Trekking Danau Tilicho: Maret–Mei & September–November. Ekspedisi puncak: musim pra/pasca-monsun, tergantung kondisi salju
- Izin & Aturan
- Untuk trekking wajib TIMS card + izin Area Konservasi Annapurna (ACAP). Ekspedisi puncak butuh royalti & izin pendakian dari pemerintah Nepal
- Bahaya
- Ketinggian ekstrem & risiko AMS/HAPE/HACE, longsoran salju di sisi jalur Tilicho (zona rawan longsor antara Shree Kharka–Base Camp), lereng es curam di puncak, cuaca cepat berubah
Deskripsi
Tilicho Peak (7.134 m) adalah puncak bersalju di Annapurna Himal, Distrik Manang, Nepal, yang menjulang tepat di sisi selatan Danau Tilicho (4.919 m) — salah satu danau berketinggian tertinggi di dunia. Gunung ini pertama kali terlihat orang Eropa pada 1950 oleh anggota ekspedisi Prancis pimpinan Maurice Herzog yang sedang mencari jalur ke Annapurna I. Pendakian puncak pertama dilakukan pada 1978 oleh pemanjat Prancis Emanuel Schmutz lewat bahu barat laut, disusul pendakian musim dingin 1982 oleh tim Sherpa (Ang Serky, Dawa Gyalzen, Serky Tshering) yang diyakini menjadi ekspedisi ber-anggota Sherpa sepenuhnya yang pertama. Puncaknya sendiri jarang didaki dan menuntut keahlian es/salju teknis. Bagi sebagian besar pengunjung, daya tariknya adalah jalur trekking ke Danau Tilicho — variasi terkenal namun menantang pada Sirkuit Annapurna, melewati zona rawan longsor dari Shree Kharka ke Tilicho Base Camp sebelum mendaki ke danau glasial biru di kaki utara gunung.
Galeri
Foto bersumber dari Wikimedia Commons — klik untuk memperbesar & lihat sumbernya.
Jalur Pendakian
Rute pendakian puncak — bahu barat laut (northwest shoulder)
Pendakian ekspedisi salju/es teknis >7.000 m; jarang didakiJalur pendakian puncak bersejarah: pendakian pertama 1978 oleh Emanuel Schmutz lewat bahu barat laut, diikuti pendakian musim dingin 1982 oleh tim Sherpa. Menuntut kemampuan glasial penuh, kemah ketinggian, dan penanganan risiko longsoran serta lereng es curam. Bukan tujuan trekking umum.
SumberTrek Danau Tilicho (via Sirkuit Annapurna: Manang → Shree Kharka → Tilicho Base Camp → Danau)
Trekking berat ketinggian tinggi — bukan pendakian puncak; ada zona rawan longsor Shree Kharka→Base CampJalur non-teknis paling populer untuk melihat Tilicho Peak dari dekat. Dari Manang, trekker menuju Khangsar lalu Shree Kharka, menyeberangi lereng rawan longsor menuju Tilicho Base Camp (±4.150 m), lalu mendaki ke Danau Tilicho (4.919 m) di kaki utara gunung. Aklimatisasi penting; start dini disarankan untuk menghindari batu/longsor dan angin siang. Umumnya digabung sebagai variasi Sirkuit Annapurna.
SumberPengalaman Pendakian
Karena puncak Tilicho (7.134 m) adalah pendakian teknis yang jarang dilakukan, hampir semua dokumentasi pengunjung berpusat pada jalur trekking ke Danau Tilicho (4.919 m) di kaki utara gunung. Video-video ini menampilkan pendekatan lewat Sirkuit Annapurna — Manang, Shree Kharka, zona rawan longsor menuju Tilicho Base Camp, lalu tanjakan ke danau glasial biru dengan latar tebing es Tilicho Peak. Nada rekaman berkisar dari dokumenter jalur "tercantik sekaligus paling berbahaya" hingga catatan operator trekking Nepal.
Rujukan
Ringkasan di atas dirangkum dari sumber-sumber berikut. Klik untuk menelusuri sendiri.