GUNUNG · Nepal
Putha Hiunchuli (Dhaulagiri VII)
Putha Hiunchuli
Sumber
Puncak Putha Hiunchuli difoto dari base camp (Wikimedia Commons, oleh Pavel Matoušek). Foto: sumber
—
- Terasa
- —
- Kelembapan
- —
- Angin
- —
Sumber: Open-Meteo
Informasi
- Elevasi
- 7.246 m
- Negara
- Nepal (NP)
- Lokasi / Pegunungan
- Dhaulagiri Himal, Himalaya — Nepal barat, di tepi kawasan Dolpo (Distrik Dolpa/Myagdi)
- Tipe Gunung
- Puncak salju-es non-vulkanik di ujung barat Dhaulagiri Himal; sering disebut Dhaulagiri VII dan dianggap salah satu 7.000-an paling terjangkau di Nepal
- Berapi?
- Tidak (non-vulkanik)
- Koordinat
- 28.7475, 83.1458
- Kesulitan
- Ekspedisi ketinggian yang tergolong 'terjangkau' untuk kelas 7.000-an: jalur normal di flank barat laut berupa pendakian gletser bersalju non-teknis dengan kemiringan rata-rata ~35° dan sedikit celah (kira-kira PD Alpen). Tetap merupakan pendakian tinggi sungguhan yang menuntut aklimatisasi, tim berpengalaman, dan operator terdaftar
- Musim Terbaik
- Pra-monsun (April–Mei) dan pasca-monsun (September–Oktober); ekspedisi ski umumnya di musim semi
- Izin & Aturan
- Wajib royalti ekspedisi Departemen Pariwisata Nepal untuk puncak 7.000–7.500 m (dibayar lewat agen terdaftar, dengan liaison officer dan deposit sampah). Karena pendekatan melintasi Dolpo, juga perlu izin kawasan terbatas Lower Dolpo plus izin Taman Nasional Shey-Phoksundo. Pendakian solo mandiri tidak diizinkan — wajib lewat operator Nepal
- Bahaya
- Celah gletser dan medan es di flank barat laut, penyakit ketinggian ekstrem di atas 7.000 m, cuaca cepat berubah dan angin kencang, serta keterpencilan kawasan Dolpo yang membuat evakuasi lambat
Deskripsi
Putha Hiunchuli (7.246 m), sering disebut Dhaulagiri VII, adalah puncak paling barat dari gugus Dhaulagiri Himal di Nepal barat, berdiri di tepi kawasan terpencil Dolpo. Di kalangan pendaki gunung ia dikenal sebagai salah satu 7.000-an paling 'terjangkau' di Nepal: jalur normalnya di flank barat laut sebagian besar berupa pendakian gletser bersalju non-teknis dengan lereng landai sekitar 35° dan sedikit celah, sehingga menjadi pilihan populer bagi mereka yang ingin merasakan puncak di atas 7.000 m tanpa kesulitan panjat es ekstrem. Meski begitu, ini tetap ekspedisi sungguhan: pendekatannya panjang — terbang dari Kathmandu ke Nepalgunj lalu Juphal, disusul trek sekitar seminggu melintasi Dolpo menuju base camp di sekitar 4.900–4.940 m — dan puncaknya dicapai lewat rangkaian kemah tinggi. Karena letaknya di kawasan lindung dan restricted Dolpo, pendakian menuntut izin ekspedisi, izin kawasan terbatas, dan operator terdaftar. Sisi utaranya yang bergletser panjang juga menjadikannya salah satu dari sedikit puncak 7.000-an di Nepal yang layak untuk ski-mountaineering. Pendakian pertamanya dilakukan pada 17 Oktober 1954 oleh Jimmy Roberts dan Ang Nyima Sherpa.
Galeri
Foto bersumber dari Wikimedia Commons — klik untuk memperbesar & lihat sumbernya.
Jalur Pendakian
Jalur normal — Flank Barat Laut/Utara via Dolpo (Juphal → Base Camp Kagkot)
Terjangkau untuk kelas 7.000-an: pendakian gletser bersalju non-teknis, lereng rata-rata ~35°, sedikit celah (kira-kira PD Alpen)Jalur standar Putha Hiunchuli. Perjalanan dimulai dengan terbang dari Kathmandu ke Nepalgunj lalu Juphal (Dolpo), disusul trek sekitar satu minggu ke arah timur/utara melintasi kawasan terpencil Dolpo (Dunai, Tarakot, Musikhola, Kagkot, Yak Kharka) menuju base camp di sekitar 4.900–4.940 m di sisi utara/barat laut gugus Dhaulagiri. Dari sana didirikan tiga kemah tinggi (kira-kira C1 ±5.360–5.480 m, C2 ±5.940–6.150 m, C3 ±6.350–6.475 m) di flank barat laut yang bergletser, sebelum upaya puncak menyusuri lereng salju berkemiringan ideal ke titik 7.246 m. Karakternya yang landai dan berbahaya-objektif rendah membuatnya jadi salah satu 7.000-an paling terjangkau di Nepal, meski sebagian operator memakai oksigen tambahan pada hari puncak. Pendakian pertama dicapai 17 Oktober 1954 oleh Jimmy Roberts dan Ang Nyima Sherpa.
Segmentasi Jalur
- 1
Juphal → trek Dolpo → Base Camp (±4.940 m)
Pendekatan lewat Dunai, Tarakot, Kagkot, Yak Kharka
- 2
Base Camp → Camp 1 (±5.480 m)
Masuk flank barat laut yang bergletser
- 3
Camp 2 (±6.150 m) → Camp 3 (±6.475 m)
Kemah tinggi di lereng salju
- 4
Camp 3 → puncak (7.246 m)
Hari puncak menyusuri lereng salju ~35°
Varian ski-mountaineering (flank utara yang sama)
Sama (PD bersalju) namun dengan turunan ski ±2.000 m vertikalSisi utara Putha Hiunchuli memiliki gletser panjang dengan salju yang layak diski dari sekitar 5.000 m ke atas — sekitar 2.000 m turunan vertikal — menjadikannya salah satu dari sedikit puncak 7.000-an di Nepal untuk ski-mountaineering. Pendekatan, posisi kemah, dan tingkat kesulitannya sama dengan jalur normal; bedanya puncak dicapai dan dituruni dengan ski/splitboard. Beberapa rekaman ekspedisi (mis. oleh pemandu Jacomet Ervin, SSF Nepal, dan tim DYNAFIT) mendokumentasikan garis turunan ini.
SumberPengalaman Pendakian
Putha Hiunchuli sering didaki sebagai 'gerbang' ke dunia 7.000-an dan, berkat flank utaranya yang bergletser panjang, juga sebagai objek ski-mountaineering langka di Nepal. Rekaman berikut menampilkan ekspedisi ski dan pendakian ke puncak 7.246 m ini, termasuk rekor kecepatan ski-touring dan gambaran rute beranimasi, plus halaman operator yang merinci base camp dan kemah tinggi.
Rujukan
Ringkasan di atas dirangkum dari sumber-sumber berikut. Klik untuk menelusuri sendiri.