GUNUNG · Austria
Olperer
Sumber
Foto: sumber
—
- Terasa
- —
- Kelembapan
- —
- Angin
- —
Sumber: Open-Meteo
Informasi
- Elevasi
- 3.476 m
- Negara
- Austria (AT)
- Lokasi / Pegunungan
- Alpen Zillertal (Zillertaler Alpen) — Punggung Utama Tux (Tuxer Hauptkamm), Tirol
- Tipe Gunung
- Puncak batuan kristalin (granit & gneis) dengan glasier di sisi utara
- Berapi?
- Tidak (non-vulkanik)
- Koordinat
- 47.0531, 11.6589
- Kesulitan
- Sulit (high-alpine): rute normal Riepengrat/Südostgrat menuntut pemanjatan ringan hingga UIAA 3- di batu bereksposur plus medan glasier/firn; komitmen setara PD. Pendakian puncak bukan untuk pemula, berbeda jauh dari hiking ke pondok.
- Musim Terbaik
- Juli–September; jalan tol Schlegeis biasanya buka ±Juni–September
- Izin & Aturan
- Tidak perlu izin khusus. Pangkalan: Olpererhütte (2.389 m, DAV) di Zamser Grund, salah satu etape Berliner Höhenweg; akses lewat waduk Schlegeisspeicher.
- Bahaya
- Medan glasier bercelah (Gefrorene-Wand-Kees), punggungan bereksposur dengan pemanjatan ringan, batu lepas, dan perubahan cuaca alpine cepat. Perlu perlengkapan glasier dan kepala dingin di bagian bereksposur.
Deskripsi
Olperer (3.476 m) adalah puncak dominan di Punggung Utama Tux (Tuxer Hauptkamm) di Alpen Zillertal, Tirol, Austria, dan gunung tertinggi ketiga di rangkaian tersebut. Puncaknya tersusun dari granit dan gneis kristalin, sementara sisi utaranya membawa glasier Gefrorene-Wand-Kees yang menjadi bagian kawasan ski Gletser Hintertux. Puncak ini pertama kali didaki pada 10 September 1867 oleh Paul Grohmann bersama Georg Samer dan Jakob Huber lewat punggung tenggara — kini rute normal (Riepengrat/Südostgrat). Nama Olperer sangat dikenal berkat Olpererhütte (2.389 m) milik DAV, sebuah pondok pada jalur Berliner Höhenweg, dan terutama jembatan gantung kayu di dekat pondok: dari sisi tertentu ilusi optik membuatnya seolah menggantung tinggi di atas waduk Schlegeisspeicher, menjadikannya salah satu titik foto paling populer di Tirol. Namun mendaki puncaknya adalah urusan high-alpine yang serius — jauh berbeda dari hiking santai ke pondok — dengan pemanjatan ringan hingga UIAA 3- di punggungan bereksposur dan medan glasier.
Galeri
Foto bersumber dari Wikimedia Commons — klik untuk memperbesar & lihat sumbernya.
Jalur Pendakian
Nordgrat (Punggung Utara)
UIAA 3-; punggungan sedang berkelanjutan dengan crux pendek yang curamAlternatif yang lebih menantang dari rute normal: pemanjatan punggung utara yang berkelanjutan pada tingkat sedang dengan satu crux pendek yang curam, didahului pendekatan glasier. Kerap dipadukan dengan Riepengrat menjadi traverse penuh gunung. Menuntut penanganan medan glasier dan pengalaman punggungan alpine.
SumberNormalweg — Riepengrat / Südostgrat dari Olpererhütte
UIAA 3- (pemanjatan ringan ±200 m), high-alpine setara PDRute puncak standar Olperer dari Olpererhütte (2.389 m). Jalur naik lewat Riepenkar lalu punggung tenggara (Riepengrat/Südostgrat) yang bereksposur, dengan pemanjatan ringan hingga UIAA 3- dan pemandangan luas ke Möseler, Schwarzenstein, dan Hochfeiler. Kabel baja di crux telah dilepas pada 2024 sehingga bagian itu kini murni pemanjatan. Meski populer, ini pendakian high-alpine sungguhan — bukan hiking ke pondok — yang menuntut pengalaman, kepala dingin, dan cuaca stabil.
SumberPengalaman Pendakian
Pengalaman di Olperer terbagi jelas menjadi dua dunia. Yang pertama adalah hiking populer ke Olpererhütte (2.389 m) dari waduk Schlegeisspeicher untuk berfoto di jembatan gantung kayu yang tampak menggantung di atas danau — salah satu spot foto paling terkenal di Tirol, ramai keluarga dan pejalan santai. Yang kedua adalah pendakian puncaknya yang high-alpine dan jauh lebih serius: rute normal Riepengrat/Südostgrat menuntut pemanjatan ringan hingga UIAA 3- di batu bereksposur, sementara Nordgrat lebih menantang dan sering digabung menjadi traverse. Vlog dan laporan menekankan kontras ini, plus medan glasier, pemandangan luas ke Zillertal, dan pentingnya cuaca stabil serta perlengkapan yang tepat.
Rujukan
Ringkasan di atas dirangkum dari sumber-sumber berikut. Klik untuk menelusuri sendiri.