GUNUNG · Japan
Mount Nasu
那須岳 (Nasu-dake)
Sumber
Foto: sumber
—
- Terasa
- —
- Kelembapan
- —
- Angin
- —
Sumber: Open-Meteo
Informasi
- Elevasi
- 1.917 m
- Negara
- Japan (JP)
- Lokasi / Pegunungan
- Gunung berapi Nasu di perbatasan Prefektur Tochigi–Fukushima, wilayah Kantō utara, Honshu
- Tipe Gunung
- Gugusan gunung berapi kompleks aktif — puncak tertinggi Sanbonyari-dake (1.917 m), sedangkan kerucut aktif Chausu-dake (1.915 m) adalah puncak yang paling banyak didaki
- Berapi?
- Ya — gunung berapi
- Koordinat
- 37.1500, 139.9500
- Kesulitan
- Bervariasi: Nasu Ropeway mengantar ke ±1.680 m sehingga puncak Chausu-dake hanya ±50 menit naik; traverse ke Asahi-dake dan Sanbonyari-dake lebih panjang, terbuka, dan berangin
- Musim Terbaik
- Mei–Oktober; dedaunan merah akhir September–pertengahan Oktober sangat terkenal. Jalur atas bersalju dan berangin di luar musim
- Izin & Aturan
- Tanpa izin khusus; Nasu Ropeway berbayar dan musiman. Pendaki dianjurkan mendaftar rencana pendakian dan memeriksa peringatan gas/aktivitas vulkanik
- Bahaya
- Angin kencang di pelana terbuka Mine-no-chaya, gas belerang di sekitar lubang fumarol Chausu-dake, medan batuan vulkanik lepas, serta perubahan cuaca cepat; Asahi-dake memiliki bagian punggungan bertali/rantai yang terbuka
Deskripsi
Gunung Nasu (那須岳, Nasu-dake) adalah gugusan gunung berapi kompleks aktif yang membentang di perbatasan Prefektur Tochigi dan Fukushima di Kantō utara. 'Nasu-dake' adalah nama kolektif untuk beberapa puncak — yang tertinggi Sanbonyari-dake (1.917 m), sementara kerucut Chausu-dake (1.915 m) yang masih mengepulkan uap belerang adalah puncak yang paling ramai didaki. Nasu termasuk dalam '100 Gunung Terkenal Jepang' dan menjadi salah satu gunung berapi paling mudah diakses di Jepang: Nasu Ropeway mengangkat pengunjung hingga ±1.680 m sehingga puncak Chausu-dake dapat dicapai hanya dalam sekitar 50 menit berjalan. Pendaki yang ingin tantangan lebih menyusuri traverse dari Chausu ke Asahi-dake yang bertebing dan berrantai, lalu ke Sanbonyari-dake. Kawasan ini terkenal dengan pemandian air panas Nasu Onsen di kakinya dan lautan dedaunan merah pada musim gugur. Sebagai gunung berapi aktif, pendaki wajib memeriksa status peringatan sebelum naik.
Galeri
Foto bersumber dari Wikimedia Commons — klik untuk memperbesar & lihat sumbernya.
Jalur Pendakian
Chausu-dake via Nasu Ropeway
Mudah–menengah; ±200 m beda tinggi, jalur batuan vulkanik dengan bau belerang di dekat fumarolRute tercepat ke puncak: Nasu Ropeway mengangkat pengunjung ke ±1.680 m, lalu jalur berbatu naik ±50 menit ke kerucut aktif Chausu-dake (1.915 m) yang masih mengepulkan uap belerang. Pilihan populer untuk keluarga dan pendaki pemula, dengan panorama luas Kantō utara.
SumberTraverse Chausu-dake – Asahi-dake – Sanbonyari-dake dari Mine-no-chaya
Menengah–berat; punggungan terbuka berangin, bagian bertali/berrantai di Asahi-dakeRute traverse dari parkir Mine-no-chaya (峠の茶屋): naik ke Chausu-dake, turun ke pelana berangin Mine-no-chaya, mendaki Asahi-dake yang bertebing dengan bantuan rantai, lalu menuju puncak tertinggi Sanbonyari-dake (1.917 m). Menyajikan pengalaman gunung berapi yang lebih menantang dan panjang.
SumberPengalaman Pendakian
Nasu-dake adalah salah satu gunung berapi paling mudah didaki di Jepang: Nasu Ropeway mengangkat pengunjung ke ±1.680 m, dan puncak Chausu-dake yang berkepul belerang tinggal ±50 menit berjalan. Banyak pendaki menyambungnya menjadi 'petit traverse' — dari Chausu turun ke pelana Mine-no-chaya yang berangin, naik ke Asahi-dake yang bertebing dan berrantai, lalu (bagi yang kuat) ke puncak tertinggi Sanbonyari-dake. Vlog menekankan angin kencang di pelana terbuka, bau belerang di dekat fumarol, dan lautan dedaunan merah yang termasyhur pada awal-pertengahan Oktober. Titik awal umum adalah parkir Mine-no-chaya (峠の茶屋) atau stasiun atas ropeway.
Rujukan
Ringkasan di atas dirangkum dari sumber-sumber berikut. Klik untuk menelusuri sendiri.