GUNUNG · Tanzania
Mount Loolmalasin
Loolmalasin (Lolmalasin)
Sumber
Foto: sumber
—
- Terasa
- —
- Kelembapan
- —
- Angin
- —
Sumber: Open-Meteo
Informasi
- Elevasi
- 3.682 m
- Negara
- Tanzania (TZ)
- Lokasi / Pegunungan
- Ngorongoro Crater Highlands, Distrik Ngorongoro, Region Arusha (Kawasan Konservasi Ngorongoro / UNESCO)
- Tipe Gunung
- Gunung berapi tak-aktif (extinct) di kompleks Crater Highlands — bagian Kawasan Konservasi Ngorongoro
- Berapi?
- Ya — gunung berapi
- Koordinat
- -3.0517, 35.8167
- Kesulitan
- Menengah: non-teknis, tetapi kenaikan ±1.100–1.140 m dari desa dan wajib didampingi pemandu/penjaga karena satwa liar
- Musim Terbaik
- Musim kering Juni–Oktober dan Desember–Februari; hindari puncak musim hujan
- Izin & Aturan
- Berada dalam Ngorongoro Conservation Area — wajib izin & tarif NCAA serta pemandu/penjaga taman; pendakian biasanya lewat operator terdaftar dari desa Nainokanoka
- Bahaya
- Perjumpaan satwa liar (kerbau, terkadang predator), cuaca dingin dan kabut di dataran tinggi, medan semak lebat/samar, minim sumber air di jalur atas
Deskripsi
Mount Loolmalasin (juga dieja Lolmalasin) adalah gunung tertinggi ketiga di Tanzania, dengan puncak sekitar 3.682 m — di bawah Kilimanjaro dan Meru. Ia berdiri di sisi timur Kawah Ngorongoro, di antara gunung Olmoti dan Empakaai, sebagai salah satu kerucut gunung berapi tak-aktif dalam kompleks Crater Highlands di Kawasan Konservasi Ngorongoro (Situs Warisan Dunia UNESCO). Letusan terakhirnya diperkirakan terjadi pada masa Pleistosen, dan di antara puncak-puncak sekitarnya membentang cekungan Embulbul. Pendakiannya jauh lebih sepi dibanding Kilimanjaro: rutenya menembus padang rumput dan semak yang kian rapat menuju moorland berbatu di puncak, dan hampir selalu ditempuh dari desa Nainokanoka dengan didampingi pemandu Maasai serta penjaga taman karena kawasan ini dihuni satwa liar. Dari puncak, panorama membentang ke seluruh dataran tinggi—dari Ol Doinyo Lengai yang aktif hingga siluet Kilimanjaro pada hari cerah. Loolmalasin lebih sering menjadi bagian dari trek berjalan kaki lintas Crater Highlands (Olmoti–Empakaai–Loolmalasin) ketimbang tujuan pendakian tunggal.
Galeri
Foto bersumber dari Wikimedia Commons — klik untuk memperbesar & lihat sumbernya.
Jalur Pendakian
Pendakian puncak dari Nainokanoka / Bulati (sisi timur Kawah Ngorongoro)
Menengah; non-teknis, wajib pemandu/penjaga bersenjata karena satwa liarRute pendakian puncak Loolmalasin (3.682 m) dari sekitar desa Nainokanoka/Bulati (~2.580 m) di sebelah timur Kawah Ngorongoro. Jalur menembus padang rumput dan semak yang makin rapat sampai bagian moorland berbatu di puncak, dengan panorama seluruh dataran tinggi hingga Ol Doinyo Lengai dan Kilimanjaro pada hari cerah. Karena berada di Kawasan Konservasi Ngorongoro yang dihuni satwa liar, pendakian wajib didampingi pemandu Maasai dan penjaga taman.
SumberTrek Dataran Tinggi Kawah Ngorongoro (Nainokanoka–Olmoti–Loolmalasin–Empakaai–Danau Natron)
Berat; butuh kebugaran tinggi, berkemah, didampingi penjagaTrek berjalan kaki lintas Dataran Tinggi Ngorongoro mengikuti jalur ternak Maasai dari desa Nainokanoka melewati kaki gunung berapi Olmoti, Empakaai, Loolmalasin, dan Losirua, kerap berujung di Danau Natron atau Ol Doinyo Lengai. Loolmalasin biasa disatukan sebagai puncak/lintasan dalam rangkaian ini, ditempuh dengan berkemah dan pengawalan penjaga karena satwa liar.
SumberPengalaman Pendakian
Pendakian Loolmalasin (3.682 m) — gunung tertinggi ketiga di Tanzania — biasanya ditempuh dari desa Nainokanoka/Bulati di sisi timur Kawah Ngorongoro, dengan pendamping pemandu Maasai dan penjaga taman karena satwa liar. Puncaknya jarang menjadi tujuan tunggal; lebih sering disatukan dalam trek berjalan kaki lintas Crater Highlands (Olmoti–Empakaai–Loolmalasin) selama beberapa hari. Sumber di bawah memuat satu laporan pendakian puncak yang terperinci, video khusus Loolmalasin, serta dokumentasi trek Dataran Tinggi Ngorongoro yang melewati kakinya.
Rujukan
Ringkasan di atas dirangkum dari sumber-sumber berikut. Klik untuk menelusuri sendiri.