GUNUNG · Nepal
Mount Everest
सगरमाथा (Sagarmatha) / ཇོ་མོ་གླང་མ (Chomolungma)
Sumber
Foto: sumber
—
- Terasa
- —
- Kelembapan
- —
- Angin
- —
Sumber: Open-Meteo
Informasi
- Elevasi
- 8.849 m
- Negara
- Nepal (NP)
- Lokasi / Pegunungan
- Mahalangur Himal, Himalaya
- Tipe Gunung
- Puncak orogenik Himalaya (non-vulkanik)
- Berapi?
- Tidak (non-vulkanik)
- Koordinat
- 27.9883, 86.9253
- Kesulitan
- Ekstrem (ekspedisi mountaineering, ketinggian >8000m)
- Musim Terbaik
- April–Mei & September–Oktober
- Izin & Aturan
- Permit ekspedisi mahal dari pemerintah Nepal + guide/sherpa wajib
- Bahaya
- Zona kematian >8000m, longsoran salju, Khumbu Icefall, hipoksia, cuaca ekstrem
Deskripsi
Mount Everest, dikenal sebagai Sagarmatha dalam bahasa Nepal dan Chomolungma dalam bahasa Tibet, adalah gunung tertinggi di Bumi dengan ketinggian sekitar 8.849 meter di atas permukaan laut. Gunung ini berdiri di perbatasan antara Nepal (Provinsi Koshi) dan Daerah Otonomi Tibet, Tiongkok, di sub-rentang Mahalangur Himal pegunungan Himalaya. Everest merupakan puncak orogenik yang terbentuk dari tumbukan lempeng tektonik India dan Eurasia, sehingga bukan gunung berapi. Pendakian pertama yang berhasil dilakukan oleh Edmund Hillary dan Tenzing Norgay pada tahun 1953. Pendakiannya tergolong sangat berbahaya karena 'zona kematian' di atas 8.000 meter, longsoran, dan cuaca ekstrem.
Galeri
Foto bersumber dari Wikimedia Commons — klik untuk memperbesar & lihat sumbernya.
Jalur Pendakian
North Ridge / Northeast Ridge (Tibet, China)
Mountaineering ketinggian ekstrem; 'steps' batu terbuka dekat puncak, sangat menuntutJalur utama dari sisi Tibet (China) dimulai dari North Base Camp, meraih North Col (~7.000 m), lalu menyusuri North Ridge ke Northeast Ridge melewati First, Second, dan Third Step menuju puncak. Rute ini menghindari Khumbu Icefall tetapi memaksa pendaki lebih lama di zona kematian dan sepenuhnya terpapar angin kencang. Second Step — dinding batu nyaris vertikal di sekitar 8.600 m — adalah crux teknisnya dan kini dipasangi tangga tetap.
South Col / Southeast Ridge (Nepal) — jalur normal
Mountaineering ketinggian ekstrem; ada bagian teknis (Khumbu Icefall, Hillary Step), bergantung tali tetap & oksigenRute standar dan paling banyak didaki, dirintis Hillary dan Tenzing pada 1953. Naik dari sisi Nepal lewat Base Camp (~5.364 m), menembus Khumbu Icefall, Western Cwm, dan Lhotse Face menuju South Col (~7.900 m), lalu menyusuri Southeast Ridge melewati South Summit dan Hillary Step ke puncak. Bahaya objektif terbesar datang dari Khumbu Icefall yang terus bergerak.
Trek Everest Base Camp (Nepal)
Trek berat; tanpa pendakian teknis, ketinggian hingga ~5.550 m (Kala Patthar)Jalur trekking non-teknis yang mengikuti pendekatan klasik Khumbu dari Lukla melewati Namche Bazaar, Tengboche, dan Dingboche menuju South Base Camp (~5.364 m); kebanyakan trekker juga naik Kala Patthar (~5.550 m) untuk panorama Everest terbaik. Butuh kebugaran baik dan aklimatisasi cermat, tetapi tanpa keterampilan mountaineering atau oksigen tambahan. Ini salah satu trek ketinggian paling populer di dunia.
Statistik Keselamatan
Risiko sedangDirangkum untuk pencegahan & kewaspadaan — bukan daftar korban. Baca bersama tips keselamatan.
Periode 1921–2025 · Himalayan Database (kompilasi Alan Arnette) s/d Desember 2025: 339 kematian dari 13.737 summit sepanjang 1921–2025 — basis kematian-per-summit (≈2,5%, setara ~1,06 kematian per 100 summit). Per-summit ini relatif RENDAH dibanding 8000er lain seperti K2 (~12%) atau Annapurna, meski jumlah korban absolut Everest tertinggi karena volume pendaki. 130 dari 339 korban (39%) adalah pekerja pendukung/Sherpa. Studi terbaru: mortalitas pendakian musim semi di rute standar turun dari ~3,0% (dekade awal) ke sekitar 0,8% (2024). · rasio dihitung dari total bersumber
Penyebab kematian
- Longsoran salju 79
💡 Cek prakiraan longsor & kondisi lapisan salju; lintasi Air Terjun Es Khumbu saat dini hari yang dingin dan hindari lereng terbuka setelah badai.
Sumber - Terjatuh 78
💡 Lebih dari tiga perempat kematian terjadi saat turun — patuhi batas waktu balik (turnaround time), sisakan tenaga untuk turun, dan selalu clip ke tali tetap di medan terpapar.
Sumber - Penyakit ketinggian (AMS/HACE/HAPE) 48
💡 Aklimatisasi bertahap, kenali gejala AMS/HACE/HAPE, gunakan oksigen tambahan, dan segera turun bila gejala memburuk.
Sumber - Kelelahan 32
💡 Jangan menyerbu puncak terlalu larut; tetapkan turnaround time yang tegas, jaga hidrasi & asupan kalori, dan mundur bila tenaga habis.
Sumber - Lain-lain 27
💡 Sebagian kematian berasal dari penyakit yang tak terkait ketinggian — lakukan pemeriksaan medis pra-ekspedisi dan jujur soal kondisi jantung/kesehatan sebelum mendaki.
Sumber - Hipotermia / paparan cuaca 26
💡 Naik hanya pada jendela cuaca yang stabil, kenakan lapisan anti-angin, dan lindungi ekstremitas dari radang beku.
Sumber - Runtuhan es / serac 19
💡 Air Terjun Es Khumbu paling stabil saat dingin sebelum fajar — minimalkan waktu melintas dan ikuti jadwal serta jalur yang dibuat 'ice doctors'.
Sumber - Jatuh ke celah es 10
💡 Selalu bertali (rope up) di gletser, seberangi jembatan tangga dengan hati-hati, dan waspadai celah yang tertutup salju.
Sumber - Batu jatuh 5
💡 Pakai helm, hindari couloir dan medan batu saat siang ketika es pengikat mencair, dan bergeraklah cepat di zona terpapar.
Sumber
Insiden penting
- 1996 Bencana Everest 1996
Pada 10–11 Mei 1996, badai mendadak menjebak beberapa rombongan komersial di zona kematian saat turun dari puncak, menewaskan delapan pendaki dalam satu peristiwa. Tragedi ini menjadi pelajaran klasik tentang disiplin batas waktu balik (turnaround time), bahaya penumpukan antrean di rute sempit, dan pentingnya keputusan mundur meski puncak sudah dekat.
Sumber - 2014 Longsoran Air Terjun Es Khumbu, 2014
Pada 18 April 2014, longsoran serac di Air Terjun Es Khumbu menewaskan 16 pekerja pendukung Nepal yang tengah menyiapkan rute — salah satu peristiwa paling mematikan dalam sehari di Everest. Menegaskan bahwa Air Terjun Es adalah bahaya objektif terbesar, terutama bagi Sherpa yang melintasinya berkali-kali; lintasi hanya saat dingin dini hari dan minimalkan pengulangan.
Sumber - 2015 Longsoran akibat gempa di Base Camp, 2015
Gempa Nepal 25 April 2015 memicu longsoran besar yang menghantam Base Camp Everest dan menewaskan sedikitnya 18 orang — hari paling mematikan dalam sejarah gunung ini. Pengingat bahwa bahaya objektif (gempa, longsor) dapat menyerang bahkan di area yang dianggap 'aman', sehingga rencana evakuasi dan kesadaran situasi tetap penting di semua ketinggian.
Sumber
Pengalaman Pendakian
Mendaki Everest berarti menjalani ekspedisi panjang berminggu-minggu dengan aklimatisasi bertahap, melewati Khumbu Icefall yang terus bergerak, Western Cwm, dan Lhotse Face menuju rangkaian high camp, sebelum dorongan summit di 'zona kematian' di atas 8.000 m. Rekaman dan film pendakian di bawah ini memperlihatkan sudut pandang summit-day yang sebenarnya, kerja keras tim Sherpa, ketergantungan pada tali tetap dan oksigen tambahan, hingga sisi lain Everest yang lebih dapat dijangkau banyak orang: trek menuju Everest Base Camp di lembah Khumbu.
Rujukan
Ringkasan di atas dirangkum dari sumber-sumber berikut. Klik untuk menelusuri sendiri.