GUNUNG · Indonesia
Mount Ciremai
Gunung Ciremai
Sumber
Foto: sumber
—
- Terasa
- —
- Kelembapan
- —
- Angin
- —
Sumber: Open-Meteo
Informasi
- Elevasi
- 3.078 m
- Negara
- Indonesia (ID)
- Lokasi / Pegunungan
- Kabupaten Kuningan dan Majalengka, Jawa Barat (Taman Nasional Gunung Ciremai)
- Tipe Gunung
- Stratovolkano (aktif-dorman, letusan terakhir 1937)
- Berapi?
- Ya — gunung berapi
- Koordinat
- -6.8897, 108.4028
- Kesulitan
- Menengah–Berat — tergantung jalur; Linggarjati ekstrem, Apuy lebih ramah pemula
- Musim Terbaik
- Mei–September (musim kemarau); hindari musim hujan karena jalur licin
- Izin & Aturan
- Wajib mendaftar online melalui sistem SIMAKSI Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) sebelum mendaki; kuota pendaki dibatasi per hari
- Bahaya
- Fumarol aktif di kawah puncak, kekurangan sumber air di beberapa jalur, jalur Linggarjati sangat terjal, cuaca berkabut cepat di atas 2.500 m
Deskripsi
Gunung Ciremai adalah stratovolkano tertinggi di Jawa Barat, menjulang 3.078 meter di perbatasan Kabupaten Kuningan dan Majalengka. Gunung ini terakhir meletus pada 1937 dan kini berstatus aktif-dorman dengan fumarol di kawah puncak berdiameter sekitar 500 meter. Kawasannya dilindungi sebagai Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC) dan menjadi salah satu destinasi pendakian paling populer di Jawa. Tersedia lima jalur resmi: Jalur Apuy cocok untuk pemula dengan sumber air dan padang sabana, Jalur Linggarjati adalah yang paling legendaris sekaligus paling terjal, sementara Jalur Sadarehe menawarkan hamparan edelweis di ketinggian 2.670 meter. Semua pendaki wajib mendaftar secara online melalui sistem SIMAKSI TNGC. Waktu terbaik untuk mendaki adalah Mei hingga September saat cuaca kering; jalur bisa licin dan berbahaya saat musim hujan.
Galeri
Foto bersumber dari Wikimedia Commons — klik untuk memperbesar & lihat sumbernya.
Jalur Pendakian
Jalur Apuy (Majalengka)
Menengah — jalur terpendek menuju puncakJalur terpendek menuju puncak sehingga populer untuk summit dini hari. Basecamp Berod berada di Desa Argamukti, Kecamatan Argapura, Kabupaten Majalengka, sekitar 25 km dari kota Majalengka, dengan 6 pos pendakian. Banyak pendaki mendirikan tenda di Pos 5 sebelum menyerbu puncak menjelang matahari terbit.
SumberJalur Linggarjati (Kuningan)
Tersulit — paling curam, sumber air sangat terbatasJalur klasik yang dikenal paling curam dan menantang, dimulai dari Desa Linggajati, Kecamatan Cilimus (sekitar 600 mdpl). Melewati sederet pos bersejarah — antara lain Cibunar, Kuburan Kuda, Tanjakan Seruni, Bapa Tere, Batu Lingga, hingga Sanggabuana — dengan sumber air yang sangat terbatas, sehingga menuntut kesiapan fisik dan logistik air yang matang.
SumberJalur Palutungan (Kuningan)
Ramah pemula — tanjakan bertahap lewat 8 posJalur terpopuler dan paling ramah pemula menuju puncak Ciremai (3.078 mdpl). Basecamp berada di Desa Cisantana, Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, dengan pendakian menembus 8 pos yang relatif bertahap. Banyak dipilih pendaki pertama kali karena kemiringannya lebih moderat dibanding jalur lain.
SumberPengalaman Pendakian
Dokumentasi pendakian Gunung Ciremai (3.078 mdpl), puncak tertinggi Jawa Barat, didominasi tiga jalur klasik: Palutungan dan Linggarjati di sisi Kuningan, serta Apuy di sisi Majalengka. Palutungan dikenal paling ramah pemula dengan tanjakan bertahap lewat 8 pos; Apuy jadi jalur terpendek sehingga banyak dipakai untuk summit dini hari; Linggarjati termasuk paling menantang dan curam dengan sumber air terbatas. Belakangan jalur baru Trisakti Sadarehe juga mulai direkam pendaki karena savana dan Kawah Burung-nya. Klip dan catatan perjalanan di bawah memperlihatkan kondisi jalur, estimasi waktu per pos, camp di pos tinggi, hingga panorama samudra awan dan sunrise dari puncak.
Rujukan
Ringkasan di atas dirangkum dari sumber-sumber berikut. Klik untuk menelusuri sendiri.