GUNUNG · Greenland
Mont Forel
SumberFoto: sumber
—
- Terasa
- —
- Kelembapan
- —
- Angin
- —
Sumber: Open-Meteo
Informasi
- Elevasi
- 3.383 m
- Negara
- Greenland (GL)
- Lokasi / Pegunungan
- Schweizerland (Schweizerland Alps)
- Tipe Gunung
- gunung (puncak berkubah es)
- Berapi?
- Tidak (non-vulkanik)
- Koordinat
- 66.9350, -36.7875
- Kesulitan
- Ekspedisi (sangat sulit — teknis sedang, keterpencilan berat)
- Musim Terbaik
- April–Mei
- Izin & Aturan
- Sebagian besar kawasan Schweizerland hingga ~150 km dari Tasiilaq berada di zona bebas-izin, tetapi ekspedisi tetap perlu koordinasi logistik lewat Kulusuk/Tasiilaq. Akses umumnya lewat bandara Kulusuk lalu perahu dari Ammassalik/Tasiilaq, dilanjutkan perjalanan ski menarik pulk melintasi gletser.
- Bahaya
- Perjalanan gletser panjang dengan bahaya crevasse (mis. Midgården/Midgaård), cuaca Arktik dan whiteout, keterpencilan total, serta ketergantungan pada jendela cuaca dan jangkauan pesawat/perahu untuk masuk-keluar kawasan.
Deskripsi
Mont Forel (3.383 mdpl) adalah puncak tertinggi kedua di Greenland dan di seluruh wilayah Arktik setelah Gunnbjørn Fjeld, sekaligus gunung tertinggi di luar Watkins Range. Terletak di pegunungan Schweizerland (Schweizerland Alps) di Greenland Timur, tepat di utara Lingkar Arktik, dekat Sermilik dan Pulau Ammassalik. Puncaknya berupa kubah es. Nama gunung diberikan pada 1912 oleh geofisikawan dan penjelajah Arktik Swiss, Alfred de Quervain, untuk menghormati ilmuwan Swiss François-Alphonse Forel. Puncak pertama kali didaki pada 1938 oleh ekspedisi Akademischer Alpen-Club Zürich (AACZ) pimpinan André Roch, yang juga mencatat belasan pendakian perdana lain di kawasan itu. Karena letaknya relatif dekat bandara Kulusuk dan kota Tasiilaq, Schweizerland menjadi salah satu kawasan pendakian dan ski mountaineering paling populer di Greenland — meski pendakian Mont Forel sendiri tetap panjang, terpencil, dan menuntut secara logistik.
Galeri
Foto bersumber dari Wikimedia Commons — klik untuk memperbesar & lihat sumbernya.
Jalur Pendakian
Pendekatan/percobaan sisi utara
Alpine terpencil — punggungan barat daya & sisi timur laut; sangat rawan anginAlternatif dari sisi utara yang dicoba ekspedisi Derek Fordham (1984) setelah mendarat dengan pesawat di sisi utara akibat cuaca. Upaya lewat punggungan barat daya dan sisi timur laut terhenti sekitar 200–300 m di bawah puncak karena angin kencang. Menunjukkan bahwa sisi utara jauh lebih jarang dilalui dan sangat bergantung pada jendela cuaca.
SumberRute Selatan (jalur pertama Roch 1938)
Alpine/gletser terpencil — kubah es puncak; butuh crampon, tali, dan kemampuan glacier travelJalur pendakian utama menaiki muka selatan Mont Forel — rute yang dirintis ekspedisi André Roch pada 1938 dan diulang tim Inggris 1986. Pendekatannya panjang: berski dari pesisir (Angmagssalik/Tasiilaq) melalui Conniats Pass, melintasi celah-celah Midgaårdgletscher, lalu Glacier de France dan Paris Gletscher hingga kamp di bawah muka selatan. Puncaknya berupa kubah es. Total sekitar sepuluh hari perjalanan hanya untuk mencapai kaki gunung.
SumberPengalaman Pendakian
Mont Forel (3.383 m) di kawasan Schweizerland, Greenland timur, adalah salah satu gunung tertinggi pulau itu di luar Watkins Mountains dan target klasik ekspedisi ski jarak jauh. Karena tidak ada akses jalan, pendaki bertolak dari desa pesisir Tasiilaq/Angmagssalik (kini via Kulusuk) lalu berski berhari-hari melintasi gletser dan celah menuju kaki gunung, kerap dirangkai dengan penjelajahan puncak-puncak perawan Schweizerland. Puncaknya berupa kubah es. Pendakian pertama dilakukan ekspedisi Swiss pimpinan André Roch pada 1938; jalur selatannya (rute Roch) tetap menjadi jalur pendakian utama. Cuaca dan angin di dataran es menjadi faktor penentu — beberapa tim gagal beberapa ratus meter di bawah puncak.
Rujukan
Ringkasan di atas dirangkum dari sumber-sumber berikut. Klik untuk menelusuri sendiri.