GUNUNG · Pakistan
Laila Peak
Sumber—
- Terasa
- —
- Kelembapan
- —
- Angin
- —
Sumber: Open-Meteo
Informasi
- Elevasi
- 6.096 m
- Negara
- Pakistan (PK)
- Lokasi / Pegunungan
- Pegunungan Masherbrum (Karakoram) — Lembah Hushe, dekat Gletser Gondogoro, Gilgit-Baltistan, Pakistan
- Tipe Gunung
- Gunung non-vulkanik (granit/batuan metamorf Karakoram) berbentuk taring/tombak yang khas
- Berapi?
- Tidak (non-vulkanik)
- Koordinat
- 35.5917, 76.4108
- Kesulitan
- Sangat teknis — puncak alpine curam, bukan pendakian jalan kaki; dinding barat lautnya menanjak ~45° sepanjang lebih dari 1.500 m vertikal es dan salju
- Musim Terbaik
- Musim panas (Juni–Agustus) untuk ekspedisi pendakian & ski; kawasan Lembah Hushe dan Gondogoro La populer untuk trekking pada rentang yang sama
- Izin & Aturan
- Izin/pendaftaran pendakian Gilgit-Baltistan (Pakistan) melalui operator lokal berlisensi; pendekatan lewat Lembah Hushe. Sejumlah pendakian awal dilakukan tanpa izin resmi sehingga tidak tercatat resmi
- Bahaya
- Lereng es dan salju sangat curam, bahaya longsoran salju dan runtuhan es/batu, keterpencilan (evakuasi sulit), ketinggian ekstrem, serta kondisi cuaca Karakoram yang berubah cepat; beberapa kecelakaan fatal tercatat pada upaya ski dan pendakian
Deskripsi
Laila Peak (sekitar 6.096 m) adalah salah satu puncak paling ikonik dan mudah dikenali di Karakoram: siluetnya yang runcing menyerupai taring atau ujung tombak menjadikannya salah satu gunung paling banyak difoto di Pakistan. Puncak ini berdiri di Lembah Hushe, dekat Gletser Gondogoro di Pegunungan Masherbrum, Gilgit-Baltistan. Meski tidak termasuk gunung tertinggi, Laila Peak dikenal luas karena dinding barat lautnya yang sangat curam — kemiringan sekitar 45 derajat sepanjang lebih dari 1.500 m — yang membuatnya menjadi objek idaman bagi para pendaki teknis dan ski-alpinis. Pendakian pertama yang diketahui dilakukan pada 1987 oleh tim Inggris (antara lain Simon Yates, Andy Cave, Tom Curtis, dan Sean Smith) lewat sisi barat laut, namun tanpa izin resmi sehingga tidak tercatat secara resmi menurut regulasi Pakistan saat itu. Pendakian musim dingin pertama dicatat pada Februari 2013 oleh Alex Txikon dan José Fernández. Laila Peak juga menjadi panggung sejarah ski ekstrem: turunan ski penuh (integral) pertamanya diselesaikan oleh trio Prancis Carole Chambaret, Tiphaine Duperier, dan Boris Langenstein, sementara pesk-alpinis Polandia Andrzej Bargiel juga menuruninya. Keindahan sekaligus keganasannya berjalan beriringan — sebuah upaya ski pada 2016 berakhir tragis dengan meninggalnya pendaki Italia Leonardo Comelli. Bagi pendaki non-teknis, puncak ini paling sering dinikmati sebagai pemandangan dramatis dari jalur trekking Gondogoro La.
Galeri
Foto bersumber dari Wikimedia Commons — klik untuk memperbesar & lihat sumbernya.
Jalur Pendakian
Dinding Barat Laut (Northwest Face) — rute klasik/standar
Sangat teknis (es & salju curam) — kemiringan sekitar 45° sepanjang lebih dari 1.500 m vertikal; bukan pendakian jalan kakiJalur paling dikenal dan paling sering dicoba di Laila Peak adalah dinding barat laut yang menghadap Gletser Gondogoro. Pendekatan dilakukan dari desa-desa Lembah Hushe menuju base camp di sekitar Gondogoro, dilanjutkan pendakian teknis di lereng es-salju yang sangat curam. Rute inilah yang ditempuh pendakian pertama tim Inggris pada 1987 dan menjadi garis idaman para ski-alpinis untuk turunan ski. Karena kecuraman dan bahaya longsoran/runtuhan es, jendela cuaca dan kondisi salju sangat menentukan keberhasilan.
SumberRujukan
Ringkasan di atas dirangkum dari sumber-sumber berikut. Klik untuk menelusuri sendiri.
- 1 Wikipedia Laila Peak (Hushe Valley) en.wikipedia.org · EN
- 2 Wikidata Laila Peak (Q516145) wikidata.org · EN
- 3 Ensiklopedia Laila Peak, Northwest Face Ascent and Partial Ski Descent publications.americanalpineclub.org · EN
- 4 Media Laila Peak first integral ski descent by Chambaret, Duperier and Langenstein planetmountain.com · EN