GUNUNG · Indonesia
Keli Ebulobo
Gunung Ebulobo (Emburombu / Puncak Nage Keo)
Sumber
Foto: sumber
—
- Terasa
- —
- Kelembapan
- —
- Angin
- —
Sumber: Open-Meteo
Informasi
- Elevasi
- 2.124 m
- Negara
- Indonesia (ID)
- Lokasi / Pegunungan
- Pulau Flores, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur — menjulang di atas Kecamatan Boawae
- Tipe Gunung
- Stratovolcano (kerucut simetris) dengan kubah lava datar di puncak, aktif
- Berapi?
- Ya — gunung berapi
- Koordinat
- -8.8172, 121.1904
- Kesulitan
- Sedang–menantang — jalur menembus hutan tropis lebat lalu lereng terbuka menuju kawah puncak
- Musim Terbaik
- Musim kemarau, sekitar Mei–September; ikuti status aktivitas gunung api
- Izin & Aturan
- Pendakian umumnya lewat Boawae/Kampung Adat Pajoreja dengan pemandu lokal; ikuti arahan pos pengamatan gunung api dan pemerintah Kabupaten Nagekeo
- Bahaya
- Gunung api aktif dengan riwayat letusan eksplosif di kawah puncak dan aliran lava di lereng utara; gas vulkanik dan medan lereng atas yang terbuka serta berbatu
Deskripsi
Keli Ebulobo — lebih dikenal sebagai Gunung Ebulobo, dan juga disebut Emburombu atau Puncak Nage Keo — adalah stratovolcano aktif setinggi sekitar 2.124 m di bagian selatan Kabupaten Nagekeo, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Gunung ini menjulang di atas Kecamatan Boawae di lereng barat lautnya dan dikenal karena bentuk kerucutnya yang simetris dengan kubah lava datar di bagian puncak. Riwayat letusannya tercatat sejak 1830, berupa lelehan lava di lereng utara dan letusan eksplosif di kawah puncak, dengan erupsi antara lain pada 1888, 1910, 1924, 1938, 1941, 1969, dan 2013. Lereng gunung ditutupi hutan tropis lebat sehingga pendakiannya menantang sekaligus memikat, dan Ebulobo menjadi salah satu tujuan favorit pendaki di NTT. Di kaki gunung terdapat Kampung Adat Pajoreja yang menawarkan pengalaman budaya lokal. Karena sifatnya yang masih aktif, rencana pendakian perlu menyesuaikan status aktivitas vulkaniknya.
Galeri
Foto bersumber dari Wikimedia Commons — klik untuk memperbesar & lihat sumbernya.
Jalur Pendakian
Jalur puncak via Boawae
Sedang–menantangRute standar pendakian Ebulobo dari Boawae, Kabupaten Nagekeo. Menembus hutan tropis di bagian bawah lalu beralih ke lereng terbuka berbatu menuju bibir kawah puncak dengan kubah lava datar. Umumnya memakai pemandu lokal; ikuti status aktivitas gunung api.
SumberPendakian sunrise ke bibir kawah
Menantang (dini hari)Variasi populer: memulai pendakian dini hari agar tiba di bibir kawah tepat saat matahari terbit, menikmati panorama 360° Flores. Butuh manajemen waktu dan penerangan yang baik; medan lereng atas terbuka dan berangin dingin.
SumberPengalaman Pendakian
Catatan pendaki Ebulobo umumnya dimulai dari Boawae, Kabupaten Nagekeo, menembus hutan tropis lalu lereng terbuka berbatu menuju bibir kawah puncak. Tema berulang: pendakian sunrise yang mengejar cahaya pagi demi panorama 360° Flores, kerucut simetris dengan kubah lava datar, hawa panas tropis di bawah dan dingin berangin di atas, serta status gunung yang masih aktif sehingga banyak pendaki memakai pemandu lokal dan menyesuaikan rencana dengan kondisi kawah.
Rujukan
Ringkasan di atas dirangkum dari sumber-sumber berikut. Klik untuk menelusuri sendiri.