GUNUNG · Indonesia
Gunung Tampomas
Tampomas
Sumber
Gunung Tampomas dilihat dari kejauhan, Sumedang, Jawa Barat. Foto: sumber
—
- Terasa
- —
- Kelembapan
- —
- Angin
- —
Sumber: Open-Meteo
Informasi
- Elevasi
- 1.684 m
- Negara
- Indonesia (ID)
- Lokasi / Pegunungan
- Jawa Barat, di utara kawasan perkotaan Sumedang; termasuk Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tampomas
- Tipe Gunung
- Stratovolcano andesit kecil (gunung berapi kerucut) — statusnya tergolong tidak aktif, dengan aliran lava muda di lereng timur
- Berapi?
- Ya — gunung berapi
- Koordinat
- -6.7637, 107.9606
- Kesulitan
- Ringan–menengah — gunung pendek populer untuk pendakian sehari (tektok); jalur umum dari Narimbang dan Cibeureum lewat hutan lalu punggungan menuju puncak Sanghyang Taraje
- Musim Terbaik
- Musim kemarau (sekitar April–Oktober) saat jalur lebih kering dan pemandangan lebih terbuka
- Izin & Aturan
- Registrasi/tiket masuk lewat pengelola TWA Gunung Tampomas / pos pendakian setempat (mis. jalur Narimbang atau Cibeureum), Kabupaten Sumedang
- Bahaya
- Jalur licin dan berlumpur saat hujan, potensi kabut di puncak, sumber air terbatas di jalur, serta kehati-hatian di sekitar bekas kawah/lubang belerang di area puncak
Deskripsi
Gunung Tampomas (1.684 m) adalah gunung berapi bertipe stratovolcano andesit berukuran kecil di Jawa Barat, tepatnya di sebelah utara kota Sumedang. Meski tidak sedang aktif meletus, gunung ini menyimpan jejak vulkanik berupa aliran lava relatif muda di lereng timur serta sumber-sumber air panas di sekitar kaki gunung, dan didaftar dalam basis data Global Volcanism Program Smithsonian. Kawasannya kini dilindungi sebagai Taman Wisata Alam (TWA) Gunung Tampomas dan menjadi salah satu tujuan pendakian singkat paling populer di Sumedang — banyak pendaki mendakinya secara "tektok" (naik-turun dalam sehari) lewat jalur Narimbang atau Cibeureum, menembus hutan lalu punggungan hingga puncak yang dikenal sebagai Sanghyang Taraje. Di puncak terdapat makam keramat dan area bekas kawah, dengan panorama ke perbukitan Sumedang dan gunung-gunung Priangan di sekitarnya. Karena ketinggiannya moderat dan aksesnya dekat dari kota, Tampomas cocok untuk pendaki pemula sekaligus menyimpan nilai budaya-religius bagi warga setempat.
Galeri
Foto bersumber dari Wikimedia Commons — klik untuk memperbesar & lihat sumbernya.
Jalur Pendakian
Via Cibeureum (Cimalaka)
Sedang — jalur tektok populer, tanjakan hutan cukup terjal namun singkatJalur paling ramai dan sering dianggap paling cepat, berangkat dari basecamp Cibeureum di Cimalaka. Trek menembus hutan lalu menanjak melewati spot Sanghyang Lawang dan Sanghyang Tikoro sebelum tiba di puncak Sanghyang Taraje. Populer untuk pendakian sehari (tektok).
SumberVia Narimbang (Curug Ciputrawangi)
Sedang — lebih panjang dan rindang, cocok untuk lintas jalurBerangkat dari Pos 1 dekat Curug Ciputrawangi di Narimbang. Jalurnya cenderung lebih panjang dan teduh dibanding Cibeureum, dan banyak pendaki menggabungkannya menjadi lintas jalur (naik satu jalur, turun jalur lain) untuk variasi lanskap.
SumberPengalaman Pendakian
Gunung Tampomas (1.684 m, puncak Sanghyang Taraje) adalah atap Kabupaten Sumedang dan salah satu tujuan tektok (naik-turun sehari) paling populer di Jawa Barat. Jalur utama berangkat dari Cibeureum (Cimalaka) dan Narimbang (via Curug Ciputrawangi); keduanya bisa disambung menjadi lintas jalur. Cerita pendaki menekankan tanjakan hutan yang cukup menguras tenaga namun relatif singkat, adanya sumber air panas dan situs di sekitar puncak, serta pemandangan terbuka ke Gunung Ciremai dan dataran Sumedang dari Sanghyang Taraje. Cocok untuk pemula yang sudah terbiasa berjalan, dengan catatan medan bisa licin saat basah.
Rujukan
Ringkasan di atas dirangkum dari sumber-sumber berikut. Klik untuk menelusuri sendiri.