GUNUNG · Indonesia
Gunung Kelatakan
Gunung Klatakan
Sumber
Lanskap pegunungan Taman Nasional Bali Barat — foto kawasan, bukan puncak spesifik. Foto: sumber
—
- Terasa
- —
- Kelembapan
- —
- Angin
- —
Sumber: Open-Meteo
Informasi
- Elevasi
- 703 m
- Negara
- Indonesia (ID)
- Lokasi / Pegunungan
- Taman Nasional Bali Barat, Kabupaten Jembrana/Buleleng, Bali
- Tipe Gunung
- Puncak hutan hujan dataran rendah–pegunungan di dalam kawasan Taman Nasional Bali Barat
- Berapi?
- Tidak (non-vulkanik)
- Koordinat
- -8.2102, 114.5045
- Kesulitan
- Berat secara logistik meski tak terlalu tinggi: jalur pendakian menembus hutan hujan yang bisa menempuh sekitar delapan jam. Wajib memakai pemandu terdaftar karena penanda jalur minim dan pengetahuan medan lokal penting agar tidak tersesat
- Musim Terbaik
- Musim kemarau, sekitar April–Oktober
- Izin & Aturan
- Berada di dalam Taman Nasional Bali Barat — wajib tiket masuk kawasan dan pendampingan pemandu resmi taman; kegiatan tunduk pada aturan konservasi, termasuk perlindungan habitat jalak bali
- Bahaya
- Hutan hujan lebat dengan jalur panjang dan minim penanda, risiko tersesat tanpa pemandu, medan naik-turun, serta cuaca lembap tropis
Deskripsi
Gunung Kelatakan — juga dieja Gunung Klatakan — dengan ketinggian sekitar 698–703 m adalah salah satu puncak yang paling dikenal di dalam Taman Nasional Bali Barat, di ujung barat Pulau Bali (Kabupaten Jembrana dan Buleleng). Bersama Gunung Sangiang (±1.002 m, puncak tertinggi taman), Gunung Banyuwedang, dan Gunung Prapat Agung, ia menjadi salah satu gunung utama kawasan konservasi seluas sekitar 19.003 hektar ini. Meski tergolong rendah, pendakiannya menantang: jalur Gunung Klatakan menembus hutan hujan tropis dan dapat menempuh sekitar delapan jam, membawa pendaki ke habitat satwa seperti rusa sambar, kijang/muntjak, kerbau jawa, hingga peluang menjumpai jalak bali (Leucopsar rothschildi) — burung endemik Bali yang berstatus kritis dan menjadi prioritas utama konservasi taman ini. Karena kompleksnya medan dan pentingnya perlindungan satwa, pengunjung diwajibkan menyewa pemandu resmi taman dan mengikuti aturan kawasan. Taman Nasional Bali Barat sendiri melindungi mozaik ekosistem mulai dari mangrove, terumbu karang, hutan pantai, hutan dataran rendah, hingga savana.
Rujukan
Ringkasan di atas dirangkum dari sumber-sumber berikut. Klik untuk menelusuri sendiri.