← Kembali ke daftar

GUNUNG · Indonesia

Gunung Agung

Sumber
Gunung Agung

Foto: sumber

Informasi

Elevasi
3.031 m
Negara
Indonesia (ID)
Lokasi / Pegunungan
Karangasem, Bali
Tipe Gunung
Stratovolcano aktif
Berapi?
Ya — gunung berapi
Koordinat
-8.3415, 115.5033
Kesulitan
Berat (jalur batu curam; pantangan adat)
Musim Terbaik
Juni–Oktober (musim kering; tutup saat upacara/aktivitas)
Izin & Aturan
Via Pura Besakih (puncak) atau Pura Pasar Agung (bibir kawah); sering ditutup saat upacara adat atau status aktivitas naik
Bahaya
Aktivitas vulkanik, jalur batu sangat curam, dingin; patuhi pantangan adat

Deskripsi

Gunung Agung (3.031 m) di Karangasem adalah gunung berapi aktif tertinggi sekaligus tersuci di Bali, dengan Pura Besakih di lerengnya. Gunung ini mengalami erupsi besar pada 1963 dan kembali aktif pada 2017–2018. Jalur pendakian lewat Pura Besakih (menuju puncak penuh) dan Pura Pasar Agung (menuju bibir kawah). Terdapat banyak pantangan adat, misalnya larangan membawa daging sapi, dan pendakian ditutup saat upacara keagamaan atau ketika status aktivitas meningkat. Bahaya utamanya adalah aktivitas vulkanik, jalur batu yang sangat curam, dan udara dingin.

Biaya Masuk & Tiket

🕒 Riset terakhir: 23 Juni 2026 pukul 09.00 WIB

Pendakian Gunung Agung WAJIB memakai pemandu (guide) lokal — ditegaskan dalam Surat Edaran Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup (DKLH) Bali 2025. Kisaran biaya paket: via Pura Pasar Agung ke Puncak 2 (bibir kawah) sekitar Rp500.000-650.000/orang (grup), via Pura Besakih ke Puncak 1 (3.142 mdpl) sekitar Rp550.000-1.300.000/orang tergantung jumlah peserta. Paket umumnya sudah termasuk pemandu lokal, antar-jemput dari area Denpasar/Kuta/Ubud, sarapan, air, dan alat. PENTING: pendakian DITUTUP saat upacara keagamaan demi menjaga kesucian gunung, dan DILARANG saat cuaca ekstrem. Selalu cek status terbaru sebelum berangkat.

  • Kewajiban guide lokal Memakai pemandu lokal wajib (SE DKLH Bali 2025); pendaki dilarang naik sendiri tanpa guide berpengalaman.
  • Paket via Pura Pasar Agung - Puncak 2 (bibir kawah, ±2.950 mdpl) Tanpa antar-jemput: Rp1.000.000 (1 org), Rp650.000/org (2 org), Rp500.000/org (3 org). Dengan antar-jemput: Rp2.100.000 (1 org), Rp1.200.000/org (2 org), Rp900.000/org (3 org).
  • Paket via Besakih/Pasar Agung - Puncak 1 (3.142 mdpl) Tanpa antar-jemput: Rp1.200.000 (1 org), Rp700.000/org (2 org), Rp550.000/org (3 org). Dengan antar-jemput: Rp2.500.000 (1 org), Rp1.300.000/org (2 org), Rp1.000.000/org (3 org).
  • Termasuk dalam paket Pemandu lokal berpengalaman, senter/lampu kepala, sarapan pagi, dan (paket lengkap) antar-jemput dari Kuta, Nusa Dua, Seminyak, Denpasar, Sanur, Ubud.
  • Penutupan upacara & cuaca Tidak ada biaya saat penutupan; pendakian dihentikan total saat upacara keagamaan (piodalan/karya) dan saat cuaca ekstrem. Pastikan ulang jadwal buka-tutup ke penyedia.

Sumber

Perencanaan & Akses

Cara menuju titik awal pendakian beserta alternatif transportasinya.

Bandara Ngurah Rai / Denpasar Pura Pasar Agung, Desa Sebudi, Kec. Selat, Karangasem (jalur terpendek ke bibir kawah)
  1. Sewa mobil + sopir (rekomendasi) Direkomendasikan karena pendakian mulai dini hari; banyak paket sudah memasukkan antar-jemput dari hotel. · Sering sudah include di paket 'dengan antar-jemput'.
  2. Taksi/online Bisa untuk transfer awal namun kurang praktis untuk jadwal tengah malam ke daerah pegunungan. · Tarif menyesuaikan jarak.

Perjalanan Denpasar/bandara ke titik start sekitar 2 jam, lewat Sebudi-Selat. Pendakian via Pasar Agung ±3,5-5 jam ke Puncak 2 (tidak mencapai puncak tertinggi), start ~01.00-01.45 dini hari.

Bandara Ngurah Rai / Denpasar Pura Besakih (jalur menuju Puncak 1, 3.142 mdpl)
  1. Sewa mobil + sopir / antar-jemput paket Penjemputan hotel dilakukan lebih awal (~22.00) karena durasi naik lebih panjang. · Umumnya sudah termasuk di paket antar-jemput.

Jalur Besakih lebih panjang (±6-8 jam) menuju puncak tertinggi 3.142 mdpl; start sekitar tengah malam.

Waspada & Tips Aman

Hati-hati agar tidak tertipu oknum. Informasi dirangkum dari pengalaman pendaki & sumber tepercaya.

  • reportPenipuan Bandingkan harga guide/paket antar penyedia karena tarif sangat bervariasi (Rp500.000 hingga Rp2.500.000) tergantung jumlah peserta, jalur, dan antar-jemput. Pakai pemandu resmi/terdaftar untuk menghindari oknum yang mematok harga tak wajar.
  • thunderstormCuaca DKLH Bali melarang pendakian saat cuaca ekstrem (hujan lebat, badai). Pantau BMKG, ikuti arahan petugas pos, dan turun segera bila kabut tebal, hujan deras, atau angin kencang.
  • thunderstormCuaca Gunung berapi aktif: PVMBG menetapkan Zona Perkiraan Bahaya di sekitar kawah puncak (radius dinamis). Selalu cek status aktivitas terbaru di MAGMA Indonesia/PVMBG sebelum mendaki.
  • warningJalan Medan pada ketinggian ±2.200-2.800 mdpl jadi area batuan terbuka, kerikil lepas, dan tebing curam yang kadang harus dipanjat dengan tangan (scrambling). Pendakian dini hari menuntut headlamp berkualitas dan kewaspadaan tinggi.
  • infoInfo Pantangan adat/kesucian: dilarang membawa/mengonsumsi daging sapi; hindari pakaian merah/hijau; jangan berkata kasar, mencoret-coret, atau membuang sampah sembarangan. Hormati larangan mendaki saat upacara.
  • infoInfo Pendakian ditutup total saat upacara keagamaan (mis. piodalan/karya di Pura Pasar Agung Besakih) demi menjaga kesucian kawasan. Konfirmasi jadwal buka-tutup ke pemandu/panitia pura sebelum memesan.

Jalur Pendakian

Via Pura Besakih

Berat
1 hari (dini hari)

Menuju puncak tertinggi; jalur batu sangat curam.

Via Pura Pasar Agung

Sedang–berat
1 hari

Lebih pendek menuju bibir kawah, bukan puncak tertinggi.

Statistik Keselamatan

Dirangkum untuk pencegahan & kewaspadaan — bukan daftar korban. Baca bersama tips keselamatan.

Penyebab kematian

  • Lain-lain

    💡 Agung adalah gunung berapi aktif; erupsi 1963 menewaskan lebih dari seribu orang dan krisis 2017–2019 memaksa lebih dari 100.000 warga mengungsi serta menutup pendakian dan bandara. Selalu cek status/rekomendasi PVMBG–Magma Indonesia sebelum berangkat, patuhi radius bahaya, dan batalkan rencana bila level aktivitas dinaikkan — tidak ada foto matahari terbit yang sepadan dengan risiko berada di dalam zona bahaya vulkanik.

    Sumber
  • Kelelahan

    💡 Penyebab kematian pendaki modern paling berulang di Gunung Agung adalah kelelahan berat karena memaksakan diri terus naik. Jalurnya (Pura Pasar Agung / Besakih) curam, licin, dan dimulai tengah malam untuk mengejar matahari terbit — kombinasi yang menguras tenaga. Atur ritme, sering istirahat & terhidrasi, jujur pada batas fisik, dan JANGAN memaksa naik bila sudah sangat lelah; berbalik turun adalah keputusan yang benar.

    Sumber
  • Serangan jantung

    💡 Beberapa kematian di Agung diawali keluhan nyeri dada sebelum korban pingsan dan meninggal — pola beban jantung akibat pengerahan tenaga di ketinggian dan dingin. Lakukan pemeriksaan kesehatan sebelum mendaki gunung berat, jangan abaikan nyeri dada / sesak / pusing, dan segera hentikan pendakian lalu turun serta minta bantuan bila gejala muncul; evakuasi dari lereng curam Agung bisa memakan waktu berjam-jam.

    Sumber

Insiden penting

  • 1963 Erupsi besar 1963 — bencana vulkanik terparah Bali

    Setelah aktivitas meningkat sejak Februari 1963, Gunung Agung meletus paroksismal (VEI 5) pada 17 Maret 1963, disusul letusan besar kedua 16 Mei 1963. Aliran piroklastik (awan panas) dan lahar dingin dari hujan lebat menghancurkan desa-desa di lereng selatan; total korban diperkirakan 1.100–1.900 jiwa — bencana vulkanik paling mematikan dalam sejarah modern Bali. Peristiwa ini menjadi dasar pemantauan ketat dan zona bahaya yang berlaku hingga kini; fokusnya adalah kesiapsiagaan dan evakuasi dini, bukan sekadar mengenang korban.

    Sumber
  • 2017 Krisis erupsi 2017–2019 — 100.000+ mengungsi, tanpa korban jiwa

    Sejak lonjakan kegempaan 26 September 2017 (844 gempa vulkanik dalam sehari), sekitar 122.500 orang dievakuasi; erupsi freatik menyusul pada 21 November 2017 dan erupsi magmatik 26–27 November memicu perintah mengungsi bagi lebih dari 100.000 warga dalam radius 10 km serta penutupan Bandara Ngurah Rai. Meskipun besar, krisis 2017–2019 tercatat tanpa korban jiwa — contoh keberhasilan pemantauan dan evakuasi dini yang menegaskan pentingnya mematuhi status resmi dan penutupan pendakian.

    Sumber
  • 2026 Kematian pendaki Juli 2026 — kelelahan berujung henti jantung

    Pada 18 Juli 2026, seorang pendaki berusia 45 tahun mendaki via jalur Pura Pasar Agung bersama rombongan, lalu pingsan di ketinggian sekitar 2.200 mdpl setelah sempat mengeluh nyeri dada. Tim SAR gabungan (Basarnas, BPBD, TNI/Polri, pemandu lokal) mengevakuasi dengan tandu selama lebih dari tiga jam menembus medan curam, licin, dan berkabut, namun korban meninggal di puskesmas. Penilaian awal menyebut kelelahan berat karena memaksakan diri yang berujung gagal jantung. Pelajaran pencegahan: kenali batas fisik, jangan abaikan gejala dada, dan berani berbalik turun.

    Sumber

Pengalaman Pendakian

Pengalaman mendaki Gunung Agung—gunung tersuci di Bali—umumnya lewat Pura Besakih (ke puncak) atau Pura Pasar Agung (ke bibir kawah). Pendaki menuturkan dini hari yang dingin, jalur batu sangat curam, panorama matahari terbit di atas Bali, dan pantangan adat yang harus dihormati. Tautan di bawah berisi vlog dan catatan perjalanan nyata yang diverifikasi dapat diakses.

Rujukan

Ringkasan di atas dirangkum dari sumber-sumber berikut. Klik untuk menelusuri sendiri.

  1. 1 Wikipedia Gunung_Agung id.wikipedia.org · ID
  2. 2 Wikipedia Mount Agung en.wikipedia.org · EN
  3. 3 Wikipedia Gunung Agung ms.wikipedia.org · MS
  4. 4 Wikidata Q158470 wikidata.org · EN
  5. 5 wikivoyage Mount Agung en.wikivoyage.org · EN