GUNUNG · Norwegia
Gaustatoppen
Gaustatoppen (Gausta)
Sumber—
- Terasa
- —
- Kelembapan
- —
- Angin
- —
Sumber: Open-Meteo
Informasi
- Elevasi
- 1.883 m
- Negara
- Norwegia (NO)
- Lokasi / Pegunungan
- Telemark (di tepi dataran tinggi Hardangervidda), dekat Rjukan
- Tipe Gunung
- Puncak kuarsit (non-vulkanik, orogenik)
- Berapi?
- Tidak (non-vulkanik)
- Koordinat
- 59.8525, 8.6502
- Kesulitan
- Sedang; hiking gunung yang jelas berpenanda, dengan bagian akhir berbatu (blockfield) yang menuntut kehati-hatian
- Musim Terbaik
- Awal Juli hingga September (musim panas alpine); di luar itu jalur bisa tertutup salju & es
- Izin & Aturan
- Tidak ada izin
- Bahaya
- Medan bebatuan besar (blockfield) dekat puncak yang licin & mudah membuat cedera kaki, cuaca berubah cepat & kabut, angin dan suhu dingin, kondisi salju di luar musim
Deskripsi
Gaustatoppen (1.883 m) adalah puncak tertinggi di Telemark, Norwegia bagian tenggara, menjulang di sisi selatan kota Rjukan di tepi dataran tinggi Hardangervidda. Puncak kuarsit yang menonjol ini terkenal karena panoramanya yang luar biasa: pada hari cerah pendaki dapat memandang kawasan seluas sekitar 60.000 km² — hampir seperenam daratan utama Norwegia. Jalur pendakian paling populer dimulai dari tempat parkir Stavsro, sepanjang sekitar 4,3 km sekali jalan dengan beda tinggi ±700 m, berpenanda huruf 'T' merah, dan biasanya ditempuh sekitar 2–2,5 jam ke puncak; bagian akhir melewati hamparan bebatuan besar sehingga sepatu gunung yang kokoh sangat dianjurkan. Di puncak terdapat kabin batu milik Den Norske Turistforening (DNT) berusia lebih dari seabad yang menjual kopi dan wafel, serta menara radio/TV. Alternatif tanpa mendaki adalah Gaustabanen, funicular yang berjalan di dalam gunung. Gunung ini juga menjadi garis akhir triathlon ekstrem Norseman.
Galeri
Foto bersumber dari Wikimedia Commons — klik untuk memperbesar & lihat sumbernya.
Pengalaman Pendakian
Pengalaman mendaki Gaustatoppen (1.883 m) umumnya dimulai dari tempat parkir Stavsro, dengan jalur berpenanda huruf 'T' merah sepanjang sekitar 4,3 km sekali jalan dan beda tinggi ±700 m. Sebagian besar pendaki mencapai puncak dalam sekitar 2–2,5 jam; bagian awal menanjak bertahap, sedangkan bagian akhir melewati hamparan bebatuan besar (blockfield) yang menuntut kehati-hatian dan sepatu gunung kokoh. Di puncak, pendaki disambut kabin batu tua milik DNT yang menjual kopi dan wafel, serta panorama luar biasa yang pada hari cerah mencakup hampir seperenam daratan Norwegia. Banyak yang menekankan pentingnya memantau cuaca karena kabut dan angin bisa datang cepat. Selain jalur Stavsro, ada rute traverse yang lebih panjang dan alternatif naik-turun memakai Gaustabanen, funicular yang berjalan di dalam gunung.
Rujukan
Ringkasan di atas dirangkum dari sumber-sumber berikut. Klik untuk menelusuri sendiri.