GUNUNG · People's Republic of China
Fanjingshan
梵净山 (Fànjìngshān — Gunung Suci Buddha Maitreya)
Sumber
Foto: sumber
—
- Terasa
- —
- Kelembapan
- —
- Angin
- —
Sumber: Open-Meteo
Informasi
- Elevasi
- 2.570 m
- Negara
- People's Republic of China (CN)
- Lokasi / Pegunungan
- Pegunungan Wuling, Tongren, Provinsi Guizhou, Tiongkok barat daya
- Tipe Gunung
- Puncak tertinggi Pegunungan Wuling — gunung suci Buddhisme (bodhimaṇḍa Buddha Maitreya), Situs Warisan Dunia UNESCO & Cagar Biosfer
- Berapi?
- Tidak (non-vulkanik)
- Koordinat
- 27.9203, 108.6903
- Kesulitan
- Sedang — jalur berupa tangga batu dan kereta gantung; bagian akhir ke Puncak Emas Awan Merah menaiki tangga curam berpegangan rantai
- Musim Terbaik
- April–Oktober; musim semi & musim gugur paling nyaman. Kabut dan lautan awan sangat sering — puncak kerap tertutup awan
- Izin & Aturan
- Tiket masuk Cagar Alam Nasional Fanjingshan wajib; kuota harian pengunjung dibatasi (perlu reservasi daring saat musim ramai); tiket kereta gantung terpisah
- Bahaya
- Tangga batu curam dan licin saat hujan/kabut, jarak pandang rendah karena kabut tebal, antrean panjang di tangga rantai menuju Puncak Emas, dingin dan angin kencang di ketinggian, kepadatan ekstrem pada libur nasional
Deskripsi
Fanjingshan (梵净山, 'Gunung Nirwana Brahma'; 2.570 m) adalah puncak tertinggi Pegunungan Wuling di Tongren, Provinsi Guizhou, Tiongkok barat daya, sekaligus salah satu gunung suci utama Buddhisme Tiongkok — diyakini sebagai bodhimaṇḍa (tempat pencerahan) Buddha Maitreya. Kawasan ini ditetapkan sebagai Cagar Alam Nasional pada 1978, Cagar Biosfer UNESCO pada 1986, dan Situs Warisan Dunia UNESCO pada 2018 berkat keanekaragaman hayatinya yang luar biasa, termasuk lutung emas Guizhou dan cemara Fanjing yang endemik. Ikon paling terkenalnya adalah Puncak Emas Awan Merah (新金顶 / Xīn Jīndǐng), sebuah menara batu menjulang yang terbelah dua oleh celah sempit; puncaknya dicapai lewat tangga batu curam berpegangan rantai dan dihubungkan jembatan lengkung kecil, dengan dua kuil kembar di atasnya. Pengunjung modern naik dengan bus antar-jemput lalu kereta gantung sebelum mendaki ratusan anak tangga terakhir. Panorama khasnya adalah lautan awan yang menyelimuti tiang-tiang batu, serta 'Batu Jamur' (蘑菇石) yang seakan menantang gravitasi.
Galeri
Foto bersumber dari Wikimedia Commons — klik untuk memperbesar & lihat sumbernya.
Jalur Pendakian
Gerbang Timur dengan berjalan kaki — 6.600 anak tangga tanpa kereta gantung
Berat — 6.600 anak tangga menanjak; pemandangan di sepanjang jalur cenderung monotonAlternatif bagi yang ingin mendaki Gerbang Timur sepenuhnya dengan kaki alih-alih naik kereta gantung selama 10 menit. Jalurnya berupa 6.600 anak tangga dan memakan waktu 3–5 jam untuk naik. Perlu diketahui bahwa pemandangan di sepanjang jalur pendakian ini relatif seragam — daya tarik utama Fanjingshan (Puncak Emas Awan Merah dan Puncak Emas Lama) justru berada di kawasan puncak. Gerbang Timur juga merupakan pintu tersibuk dengan volume pengunjung tinggi pada musim ramai, sehingga perlu antre dan memesan tiket jauh hari. Batas waktu keselamatan tetap berlaku: dilarang mendaki naik setelah pukul 14.00 dan turun berjalan kaki setelah pukul 15.00.
SumberGerbang Timur — bus wisata + kereta gantung, sirkuit inti Puncak Emas (rute paling umum)
Sedang — sebagian besar berupa jalan papan dan tangga batu; kereta gantung memangkas pendakian utamaRute yang disarankan untuk mencakup kawasan inti secara efisien. Dari pintu masuk, bus wisata menempuh sekitar 20 menit menuju stasiun bawah kereta gantung, lalu kereta gantung membawa pengunjung ke stasiun atas. Dari sana jalur menuruni jalan papan kayu di sisi kanan, lalu menanjak lewat jalan papan menuju Lapangan Pudu. Dari Pudu, pendakian dilanjutkan ke Puncak Emas Awan Merah (新金顶) dan kembali, lalu berjalan ke Panggung Pemujaan Buddha, mendaki Puncak Emas Lama, menengok 'Batu Jamur' (蘑菇石), dan kembali ke Lapangan Pudu (Kuil Cheng'en) sebelum turun dengan kereta gantung. Akses ke Puncak Emas Awan Merah memakai sistem antrean virtual: nomor antrean diperoleh dengan memindai kode QR di Batu Jamur atau Lapangan Pudu. Bila daftar tunggu di bawah 300 orang, antre di tempat; bila melebihi 300 orang, kunjungi Puncak Emas Lama lebih dulu lalu kembali. Demi keselamatan, mendaki naik dilarang setelah pukul 14.00 dan menuruni jalur dengan berjalan kaki dilarang setelah pukul 15.00 — setelah itu pengunjung wajib turun memakai kereta gantung. Tiket masuk 100 CNY, bus wisata 30 CNY sekali jalan (60 CNY pulang-pergi), kereta gantung 70 CNY sekali jalan (140 CNY pulang-pergi), dan wajib dipesan daring maksimal 7 hari sebelumnya dengan sistem reservasi nama asli.
SumberPengalaman Pendakian
Fanjingshan (梵净山, 2.570 m) di Guizhou, Tiongkok, adalah gunung suci Buddhisme dan Situs Warisan Dunia UNESCO yang terkenal karena Puncak Emas Awan Merah (新金顶) — menara batu menjulang yang dicapai lewat tangga curam berpegangan rantai. Sebagian besar pengunjung naik bus antar-jemput lalu kereta gantung, kemudian menyusuri jalan papan menuju 'Batu Jamur' sebelum memanjat tangga terakhir. Kumpulan video dan catatan perjalanan berikut mendokumentasikan pengalaman nyata mendaki dalam kabut tebal, antre di tangga rantai, dan menyaksikan lautan awan yang menyelimuti pilar-pilar batu.
Rujukan
Ringkasan di atas dirangkum dari sumber-sumber berikut. Klik untuk menelusuri sendiri.