GUNUNG · Pakistan
Chogolisa
乔戈里萨峰 / Bride Peak
SumberChogolisa ('Bride Peak') dilihat dari arah K2, Karakoram, Pakistan. Foto: sumber
—
- Terasa
- —
- Kelembapan
- —
- Angin
- —
Sumber: Open-Meteo
Informasi
- Elevasi
- 7.665 m
- Negara
- Pakistan (PK)
- Lokasi / Pegunungan
- Baltoro Muztagh, Pegunungan Karakoram — Gilgit-Baltistan, Pakistan; di dekat Concordia dan Gletser Baltoro
- Tipe Gunung
- Gunung bersalju berpuncak ganda (non-vulkanik) dengan cornice/gantungan salju besar — puncak timur laut ~7.665 m dikenal sebagai 'Bride Peak'
- Berapi?
- Tidak (non-vulkanik)
- Koordinat
- 35.6106, 76.5744
- Kesulitan
- Sangat sulit — puncak 7.000-an teknis dengan medan salju-es curam dan cornice berbahaya; hanya untuk pendaki ketinggian berpengalaman gaya ekspedisi/alpine
- Musim Terbaik
- Musim panas Karakoram, sekitar Juni–Agustus
- Izin & Aturan
- Izin ekspedisi/peak fee Gilgit-Baltistan, pemandu & porter dari Askole via operator resmi; akses lewat trek Gletser Baltoro–Concordia
- Bahaya
- Cornice (gantungan salju) besar dan rapuh di punggungan puncak — penyebab kematian Hermann Buhl pada 1957; kabut tebal, badai, longsoran salju, dan bahaya ketinggian ekstrem
Deskripsi
Chogolisa (~7.665 m) adalah gunung bersalju berpuncak ganda di Baltoro Muztagh, Pegunungan Karakoram, Gilgit-Baltistan, Pakistan, tak jauh dari titik pertemuan gletser Concordia. Puncak timur lautnya yang anggun dijuluki 'Bride Peak' (Puncak Pengantin) karena bentuknya menyerupai kerudung pengantin, sementara puncak barat dayanya sedikit lebih rendah. Gunung ini melekat dalam sejarah alpinisme sebagai tempat gugurnya Hermann Buhl pada Juni 1957: setelah keberhasilan pendakian pertama Broad Peak, Buhl dan Kurt Diemberger mencoba Chogolisa dengan gaya alpine, namun Buhl jatuh menembus cornice salju yang runtuh dalam kabut dan jasadnya tak pernah ditemukan. Pendakian pertama puncak timur laut baru tercapai pada 4 Agustus 1958 oleh dua pendaki Jepang dari Kyoto, Masao Fujihira dan Kazumasa Hirai. Medannya didominasi salju dan es curam dengan cornice besar yang rapuh sepanjang punggungan puncak, sehingga Chogolisa tetap menjadi tujuan langka bagi tim ekspedisi teknis. Pada era modern, gunung ini antara lain dijadikan sasaran aklimatisasi dan pendakian oleh alpinis seperti David Lama dan Peter Ortner. Aksesnya menuntut trek panjang menyusuri Gletser Baltoro dari Askole melewati Concordia.
Galeri
Foto bersumber dari Wikimedia Commons — klik untuk memperbesar & lihat sumbernya.
Jalur Pendakian
Pendekatan via Gletser Baltoro–Concordia (Askole)
Trek gletser panjang menuju kaki gunungAkses ke Chogolisa mengikuti jalur klasik Gletser Baltoro dari Askole menuju Concordia, titik pertemuan gletser yang dikelilingi raksasa Karakoram. Dari sini tim ekspedisi menuju base camp dan memulai pendakian teknis.
SumberPunggungan Timur Laut ke Puncak 'Bride Peak' (~7.665 m)
Ekspedisi salju-es teknis 7.000-an; bahaya cornice tinggiJalur menuju puncak timur laut Chogolisa (Bride Peak), yang pertama kali dicapai pada 4 Agustus 1958 oleh tim Jepang dari Kyoto (Fujihira & Hirai). Medannya didominasi punggungan salju dengan cornice besar dan rapuh — jalur yang sama tempat Hermann Buhl gugur pada 1957.
SumberPengalaman Pendakian
Pengalaman di Chogolisa berkisar dari ekspedisi pendakian teknis di salju-es 7.000-an hingga trek pemandangan menuju Concordia yang menyuguhkan siluet 'Bride Peak'. Dokumentasi modern menyorot upaya alpinis seperti David Lama dan Peter Ortner, sementara kisah historis gugurnya Hermann Buhl pada 1957 tetap membayangi reputasi gunung ini.
Rujukan
Ringkasan di atas dirangkum dari sumber-sumber berikut. Klik untuk menelusuri sendiri.