GUNUNG · Indonesia
Carstensz Timur
Carstensz Timur (East Carstensz Peak)
Sumber
—
- Terasa
- —
- Kelembapan
- —
- Angin
- —
Sumber: Open-Meteo
Informasi
- Elevasi
- 4.820 m
- Negara
- Indonesia (ID)
- Lokasi / Pegunungan
- Massif Carstensz, Pegunungan Sudirman (Maoke), Papua Tengah
- Tipe Gunung
- Puncak batu kapur/karst di massif Carstensz (dulu bergletser, kini sebagian besar batuan)
- Berapi?
- Tidak (non-vulkanik)
- Koordinat
- -4.0831, 137.1843
- Kesulitan
- Sangat sulit — pemanjatan batu terekspos, jarang didaki, izin wilayah terbatas Papua
- Musim Terbaik
- Mei–Oktober (relatif lebih kering); cuaca ekuatorial tetap sering basah dan berkabut
- Izin & Aturan
- Izin masuk wilayah terbatas Papua; umumnya diurus lewat operator ekspedisi resmi bersama pendakian Carstensz
- Bahaya
- Batu kapur lepas yang tersingkap akibat es mencair, punggungan terekspos, ketinggian ekstrem (AMS/HACE/HAPE), cuaca cepat berubah, keterpencilan ekstrem
Deskripsi
Carstensz Timur (East Carstensz Peak, sekitar 4.820 m — sumber lain menyebut 4.808 m) adalah salah satu dari empat puncak utama massif Carstensz di Pegunungan Sudirman, Papua Tengah, bersama Puncak Jaya (Carstensz Pyramid), Ngga Pulu, dan Sumantri. Pada 1936 puncak ini masih tertutup es dan didaki tim ekspedisi Belanda Anton Colijn, Jean Jacques Dozy, dan Frits Wissel pada 5 Desember 1936, bersamaan dengan Ngga Pulu. Sejak itu gletsernya menyusut sehingga kini pendakiannya berupa pemanjatan batu kapur yang lepas dan terekspos, dan hanya menerima segelintir pendakian — tanpa cairn atau tanda jejak pendaki sebelumnya. Carstensz Timur umumnya didaki sebagai puncak tambahan dalam ekspedisi ke Puncak Jaya dan memerlukan izin wilayah terbatas Papua.
Galeri
Foto bersumber dari Wikimedia Commons — klik untuk memperbesar & lihat sumbernya.
Jalur Pendakian
Carstensz Base Camp → Punggungan Carstensz Timur (puncak tambahan ekspedisi Carstensz)
Sangat berat — pemanjatan batu kapur lepas dan terekspos, jarang didaki, izin khususCarstensz Timur didaki sebagai puncak tambahan dari Carstensz Base Camp (±4.300 m), yang dicapai lewat helikopter dari Timika atau trekking panjang. Dari base camp, tim menuju sisi timur massif dan menyusuri punggungan puncak. Karena gletser telah menyusut, jalurnya kini pemanjatan batu kapur yang lepas dan terekspos — tanpa cairn atau tanda pendakian sebelumnya, sehingga navigasi dan pengamanan tali menjadi kritis. Umumnya dikombinasikan dengan pendakian Puncak Jaya dan Ngga Pulu dalam satu ekspedisi. Cuaca ekuatorial cepat berubah; wajib izin wilayah terbatas Papua dan operator resmi.
SumberPengalaman Pendakian
Carstensz Timur (East Carstensz Peak) adalah puncak yang paling jarang didaki di massif Carstensz. Sumber pendakian sepakat: sejak gletsernya menyusut, jalur puncaknya kini berupa pemanjatan batu kapur yang lepas dan terekspos, tanpa cairn atau tanda pendaki sebelumnya, sehingga menuntut kehati-hatian ekstra menyusuri punggungan. Puncak ini praktis selalu didaki sebagai bagian dari ekspedisi ke Puncak Jaya (Carstensz Pyramid), sering berurutan dengan Ngga Pulu, dari Carstensz Base Camp (±4.300 m). Konteks sejarahnya menonjol: pada 1936 puncak yang masih bergletser ini didaki tim Belanda bersama Ngga Pulu, jauh sebelum Carstensz Pyramid yang gundul akhirnya dipuncaki 1962. Wajib izin wilayah terbatas Papua dan operator resmi.
Rujukan
Ringkasan di atas dirangkum dari sumber-sumber berikut. Klik untuk menelusuri sendiri.