GUNUNG · Pakistan
Baintha Brakk
拜塔布拉克峰 / The Ogre
SumberBaintha Brakk (The Ogre) I dan II, Karakoram, Pakistan. Foto: sumber
—
- Terasa
- —
- Kelembapan
- —
- Angin
- —
Sumber: Open-Meteo
Informasi
- Elevasi
- 7.285 m
- Negara
- Pakistan (PK)
- Lokasi / Pegunungan
- Panmah Muztagh, Pegunungan Karakoram — Gilgit-Baltistan, Pakistan; di dekat Gletser Biafo dan Baintha (Snow Lake)
- Tipe Gunung
- Puncak granit-es 7.000-an non-vulkanik yang sangat terjal; dijuluki 'The Ogre' (Sang Raksasa)
- Berapi?
- Tidak (non-vulkanik)
- Koordinat
- 35.9478, 75.7536
- Kesulitan
- Ekstrem — dianggap salah satu 7.000-an tersulit di dunia; hanya berhasil didaki tiga kali dalam ~35 tahun pertama. Murni untuk alpinis teknis elite
- Musim Terbaik
- Musim panas Karakoram, sekitar Juni–Agustus
- Izin & Aturan
- Izin ekspedisi/peak fee Gilgit-Baltistan, pemandu & porter dari Askole via operator resmi; akses lewat trek Gletser Biafo–Baintha
- Bahaya
- Tebing granit dan pilar es vertikal, cuaca Karakoram yang ganas, jalur turun yang panjang dan berbahaya (kisah epik Doug Scott turun dengan dua kaki patah pada 1977), risiko badai berhari-hari
Deskripsi
Baintha Brakk (7.285 m), yang lebih dikenal sebagai 'The Ogre' (Sang Raksasa), adalah puncak granit-es di Panmah Muztagh, Pegunungan Karakoram, Gilgit-Baltistan, Pakistan, dekat Gletser Biafo dan dataran salju Baintha (Snow Lake). Gunung ini bereputasi sebagai salah satu 7.000-an paling sulit di dunia: lebih dari dua puluh ekspedisi mencobanya, tetapi hanya tiga yang berhasil mencapai puncak dalam sekitar 35 tahun pertama. Pendakian pertama pada 1977 oleh pendaki Inggris Doug Scott dan Chris Bonington melahirkan salah satu kisah bertahan hidup paling legendaris dalam sejarah alpinisme — saat turun dari puncak, Scott terjatuh pada rappel pertama dan mematahkan kedua kakinya, lalu merangkak dan menuruni gunung selama berhari-hari di tengah badai, dengan Bonington juga cedera. Setelah itu The Ogre menolak semua pendaki sampai pendakian kedua pada 2001 oleh Thomas Huber, Urs Stocker, dan Iwan Wolf lewat pilar selatan, disusul pendakian ketiga pada 2012 oleh duo Amerika Kyle Dempster dan Hayden Kennedy lewat dinding selatan — sebuah pencapaian yang diganjar Piolet d'Or. Kombinasi granit vertikal, es, ketinggian, dan jalur turun yang panjang menjadikan Baintha Brakk lambang kesulitan sejati Karakoram. Aksesnya lewat trek panjang menyusuri Gletser Biafo dari Askole.
Galeri
Foto bersumber dari Wikimedia Commons — klik untuk memperbesar & lihat sumbernya.
Jalur Pendakian
Dinding Selatan / Pilar Selatan (pendakian ke-2 2001 & ke-3 2012)
Big wall alpine ekstrem — granit vertikal di 7.000-anSisi selatan The Ogre menjadi panggung dua pendakian bersejarah berikutnya: pilar selatan oleh Thomas Huber, Urs Stocker, dan Iwan Wolf pada 2001, lalu dinding selatan oleh Kyle Dempster dan Hayden Kennedy pada 2012 — jalur baru yang diganjar Piolet d'Or.
SumberJalur Barat / Punggungan Barat Daya (pendakian pertama 1977)
Alpine/ekspedisi ekstrem — granit & es curam, jalur turun berbahayaJalur pendakian pertama Baintha Brakk pada 1977 oleh Doug Scott dan Chris Bonington. Terkenal bukan hanya karena pendakiannya, tetapi karena turunnya yang epik: Scott jatuh dan mematahkan kedua kaki, lalu merangkak turun berhari-hari di tengah badai. Menggambarkan betapa berbahayanya medan turun The Ogre.
SumberPengalaman Pendakian
Pengalaman di Baintha Brakk (The Ogre) hampir seluruhnya bercerita tentang kesulitan ekstrem: dinding granit-es yang jarang berhasil didaki, dan terutama kisah bertahan hidup Doug Scott turun dengan dua kaki patah pada 1977. Dokumentasi dan ulasan yang ada menyoroti mengapa gunung ini dijuluki salah satu 7.000-an tersulit di dunia serta tiga pendakian bersejarahnya (1977, 2001, 2012).
Rujukan
Ringkasan di atas dirangkum dari sumber-sumber berikut. Klik untuk menelusuri sendiri.