REAL STORIES

Climbing Experiences

First-hand climbing experiences from around the world — vlogs, blogs, and real trip reports, complete with source links you can explore yourself.

9.776 experiences across mountains · page 21/408

Randonnée au mont Kakoulima

Emilie menceritakan pendakian 18 Mei 2008 dari kawasan Dubréka: sekitar 2,5 jam naik dengan kenaikan 750 m dan waktu turun hampir sama. Ia menyoroti panas saat turun serta pemandangan mangrove dan Conakry. Angka elevasi dalam blog berbeda dari Wikidata; catatan ini dipakai untuk pengalaman perjalanan, bukan acuan ketinggian puncak atau akses terkini. Rombongan berangkat dari Conakry pukul 06:30 dan mulai berjalan pukul 08:00; waktu perjalanan kendaraan dipisahkan dari waktu mendaki.

19 May 2008
Source

Palumeu - Kasikasima

Rekaman perjalanan lama — diunggah 29 November 2007 — yang mendokumentasikan ruas sungai antara desa Palumeu dan pegunungan Kasikasima dari atas korjaal di Sungai Tapanahony. Kanal yang sama juga memuat video pendamping berjudul Suriname, Palumeu - Kasikasima. Meski singkat dan berkualitas gambar era awal YouTube, video ini punya nilai historis: ia memperlihatkan bahwa rute ekspedisi yang dijual operator hari ini pada dasarnya tidak berubah sejak hampir dua dekade lalu — perahu kayu bermesin tempel yang sama, jeram yang sama, dan siluet Kasikasima yang muncul di kejauhan dari permukaan sungai. Bagi pembaca yang ingin memperkirakan seperti apa perjalanan hulu ini terasa, rekaman dari ketinggian mata di atas air memberi konteks yang tidak diberikan foto puncak mana pun. Sama seperti entri video lain, kami hanya memverifikasi keberadaan, judul, kanal, dan tanggal unggahnya lewat oEmbed YouTube; teks deskripsi asli tidak dapat kami baca sehingga ringkasan ini dibatasi pada hal-hal yang bisa dipastikan.

JaapPluim 29 Nov 2007
Source

Buachialle Etive Mór

Pada perjalanan September 2007, David kesulitan mendapatkan pijakan di scree Coire na Tulaich dan melawan angin menuju Stob Dearg. Ia melintasi kedua Munro, turun lewat Coire Altruim, lalu menghadapi rawa dan hujan ketika kembali ke mobil.

David Keates 24 Nov 2007
Source

Pisang Peak — climber’s log, 27 October 2007

LS mencatat mencapai puncak bersama seorang Sherpa pada 27 Oktober 2007. Ia menilai grade PD− terlalu ringan dan menyoroti bahaya lereng serta punggung ketika membeku. Ini catatan kondisi historis dari seorang pendaki, bukan penilaian kondisi jalur hari ini.

LS 15 Nov 2007
Source

Mount Waddington : Climbing, Hiking & Mountaineering

Halaman komunitas SummitPost merangkum rute dan laporan pendakian Waddington: kombinasi salju 50 derajat dan batu 5.7 yang memuncaki gletser panjang nan kompleks, menegaskan bahwa keberhasilan mendaki Waddington adalah pencapaian besar bagi pendaki mana pun.

1 Jan 2006
Source

We zijn alweer bijna thuis... — reisverslag Paramaribo & Kasikasima

Buku harian perjalanan dua orang Belanda yang diunggah pada Februari 2005 — salah satu catatan pribadi tertua tentang Kasikasima yang masih bisa diakses. Mereka menempuh perjalanan ke Palumeu, kampung masyarakat adat, lalu naik korjaal ke base camp di kaki gunung. Deskripsi pendakiannya sangat konkret: sekitar tiga kilometer berjalan menembus hutan hujan bersama pemandu setempat sebelum tiba di kaki gunung, lalu kurang-lebih 45 menit memanjat lereng curam sampai ke atas. Yang membuatnya berat, tulis mereka, adalah panas yang menyengat dan kemiringan medan, bukan kesulitan teknis. Dari puncak mereka menggambarkan pemandangan yang sepenuhnya hijau — ke arah mana pun mata memandang hanya pohon — dengan Sungai Palumeu terlihat memutar di bawah dan perbukitan perbatasan Brasil di kejauhan. Setelah turun mereka berendam di sungai untuk mendinginkan badan. Perjalanan dilakukan bersama dua rekan seperjalanan, Coen dan Karin, dengan pemandu lokal bernama Henkie dan Glenn — detail kecil yang penting karena menegaskan bahwa pemandu kampung, bukan operator dari kota, yang memimpin di lapangan. Catatan ini juga memuat pengalaman tidur di hangmat, termasuk kesulitan malam pertama dan raungan monyet howler yang membangunkan mereka.

Mar & Mo (wijzijninsuriname) 27 Feb 2005
Source

Mid-winter ascents of Elie de Beaumont and Mount Tasman

Carla Braun-Elwert mengisahkan perjalanan keluarga pada musim dingin: melewati Anna Glacier lalu meninggalkan ski sebelum bagian es menuju puncak.

Carla Braun-Elwert 28 Sept 2001
Source

Williamson & Tyndall

Catatan historis Juni 1997: rombongan berkemah dekat Shepherd Pass, menyeberangi Williamson Bowl, lalu menghadapi salju keras dan celah berbatu menuju puncak. Pengalaman ini menunjukkan pentingnya menyesuaikan perlengkapan dengan salju; bukan laporan kondisi terkini.

Jim Ramaker 22 Jun 1997
Source

Cerro Bonete Chico, New Route, Central Andes

Laporan American Alpine Journal atas ekspedisi 1996 pimpinan Jaime Suárez yang membuka 'Ruta Gepese' lewat flank barat daya Cerro Bonete Chico (6.759 m). Rombongan berangkat dari desa Vinchina menuju Laguna Brava (danau garam ~4.200 m), lanjut 21 km ke base camp 4.650 m, memasang kamp di 5.250 m dan 5.900 m, lalu seluruh tim mencapai puncak — mengilustrasikan keterpencilan dan logistik panjang khas pendakian Puna.

1 Jan 1997
Source

Mount Albert Edward Diary

Buku harian pendakian 5–11 Juli 1988 dan sejauh ini catatan pihak pertama paling rinci yang ada. Bertiga — penulis, David Hutchinson, dan Winston Boysen dari Pacific Expeditions — mereka mendarat dengan helikopter di Yongai pada 1.800 m, merekrut enam pemikul dalam waktu satu setengah jam, lalu berangkat lewat Mission Track; dua di antara mereka sudah kena sakit kepala ketinggian di hari pertama dan melewatkan makan malam. Hari kedua menembus batas pohon dan mencapai Murray Pass (2.750 m) pukul 10.50, lalu berkemah di ±3.200 m dalam hujan deras setelah tujuh jam melintasi padang rumput. Hari ketiga berjalan dalam awan putih tebal sampai pondok Gilles di 3.750 m — bangunan tahun 1973-an yang tinggal empat dinding, enam rangka ranjang, tanpa pemanas, dengan air jauh di bawah dan dingin yang membuat sebagian rombongan memilih turun kembali ke basin. Hari puncak, dua orang plus pemandu Martin berangkat pukul 08.00 dan butuh 2,5 jam ke salib puncak: jalur berumput yang mudah tapi berkabut, melewati tarn Tonombo dan punggungan berbatu yang memisahkan danau Guguba "Husband" dan "Wife", sumber Sungai Chirima — dengan hujan, angin dingin, dan tanpa pemandangan ke kubah barat. Turunnya juga 2,5 jam. Hari-hari berikutnya diisi memancing trout kerdil di Neon Basin, melewati bangkai pesawat Amerika Perang Dunia II, menembus hutan bambu-pandanus, menyeberangi tepi rawa Kosipe ke misi Katolik, lalu berjalan ke Woitape. Nasihat penutupnya: cuaca dataran tinggilah kuncinya, faktor dingin nyata, dan seluruh rombongan wajib punya pakaian hangat, makanan, tempat berlindung, dan perbekalan medis yang memadai.

J. C. White 1 Jan 1992
Source

Mission zoologique de l’ORSTOM — Mont Panié 1990

Laporan misi lapangan 1990 merekam perjalanan tim peneliti bersama pemandu lokal dari Tao ke kamp 1.300 m dan beberapa kali survei antara kamp dan puncak. Catatan harian menyebut hujan, kabut, badai, dan seorang peneliti sempat terpisah dekat puncak; dokumen ini menjadi catatan ekspedisi historis, bukan panduan untuk kunjungan sekarang.

Jean Chazeau et al. 2 Dec 1990
Source

Asia, Nepal, Annapurna III (first ascent, 1961)

Laporan arsip AAJ tentang pendakian pertama Annapurna III (7.577 m / 24.858 kaki) pada 1961 oleh ekspedisi India — pendakian bersejarah lewat sisi/punggungan timur laut yang terkait dengan tim Mohan Singh Kohli.

1 Jan 1962
Source

The Ascent of Mount Lucania

Catatan orang-pertama Bradford Washburn tentang pendakian pertama Mount Lucania yang legendaris pada 1937: bersama Robert Bates ia terjebak di Walsh Glacier, memilih mendaki melintasi Mount Steele menuju puncak, lalu menempuh perjalanan keluar mandiri yang epik menuju Burwash Landing.

Bradford Washburn 1 Jan 1938
Source

An Ascent of Mt. Albert Edward

Richard Archbold menulis langsung tentang ekspedisi 1933 yang ia ikuti untuk riset fauna alpine. Ia menggambarkan pendekatan berhari-hari dengan pembawa barang dan bagal, jalur curam berlumpur, kamp di dataran tinggi, serta dua pendakian menuju puncak tanpa pandangan karena cuaca.

Richard Archbold 1 Jan 1936
Source

#22 Salt to Summit

Laporan ekspedisi lari lintas Viti Levu pada 2025: tim bermalam di Navai, menanjak melalui hutan lebat bersama pemandu lokal, mencapai puncak, lalu turun melalui jalur curam.

Declan Tomlinson
Source

Sunrise at Mt Tomaniivi, Fiji’s highest mountain

Rekaman pendakian dini hari menuju puncak Tomaniivi dan suasana matahari terbit di atas pedalaman Viti Levu.

What Katy Did Next
Source

Southern Highlands — Climbing Mount Giluwe

Kisah peserta ekspedisi April 2025 bersama pendaki Papua Nugini, yang menggambarkan perjalanan sebelas jam melewati hutan primer dan dataran berawa, bermalam di base camp, lalu mencapai puncak keesokan harinya.

Sogeri Hikers expedition participant
Source

Epic Adventure on Mount Giluwe, Papua New Guinea's Highest Volcano

Catatan video ekspedisi Caroline Leon ke Giluwe, termasuk perjalanan kelompok menuju puncak dan lanskap dataran tinggi Southern Highlands.

Caroline Leon
Source

Mount Silisili (Independent Samoa)

Dalam kisah ekspedisi Burton Falk, rombongan berangkat dari Aopo dengan pemandu desa, melewati vegetasi rapat dan jalur kebun, lalu bermalam di punggung kawah sebelum melanjutkan ke puncak. Catatan ini merekam medan yang sulit, perubahan cuaca, dan pentingnya mengatur pendakian bersama pemandu setempat.

Burton Falk
Source

サモア最高峰Mt.Silisiliに登頂!!

Relawan JICA Chie Oda menuturkan pendakian menuju puncak tertinggi Samoa bersama pemandu lokal. Catatannya memberi sudut pandang pendaki lapangan dari Aopo dan menggambarkan perjalanan menuju Silisili sebagai pengalaman puncak, bukan sekadar panduan rute.

Chie Oda
Source

This Danish Pālagi has been exploring Samoa — Mount Silisili

Catatan perjalanan ini menggambarkan pendaki yang lebih dulu meminta izin kepada kepala desa Aopo dan didampingi dua pemandu lokal. Mereka mencapai puncak melalui jalan akses dan hutan yang saat itu telah ditumbuhi rapat; pendaki melaporkan sekitar 6,5 jam hingga puncak dan lebih dari 10 jam untuk keseluruhan hari, termasuk kunjungan ke kawah Mata o le Afi. Ini pengalaman historis, bukan estimasi waktu atau kondisi jalur saat ini.

eCard #123 – Papua New Guinea

Catatan perjalanan 2025 memerinci pendekatan panjang ke base camp, melewati hutan berlumpur menuju padang rumput serta keberangkatan dini hari untuk upaya puncak.

Becklectic
Source

Two Days Up Tititea

Laporan pendakian dua hari dari Raspberry Flat: penulis berjalan ke Aspiring Hut dan Colin Todd Hut, lalu mencapai puncak lewat North West Ridge. Catatannya menyoroti lintasan gletser yang mencair, scramble batu terekspos, dan keberangkatan sebelum fajar.

Sarah Morrison
Source

Climbing Mount Woodroffe

Video Jung1eB0Y berjudul Climbing Mount Woodroffe menyediakan dokumentasi tambahan yang dapat ditonton pada sumber asli. Pemeriksaan oEmbed mengonfirmasi judul dan kanal; tanggal pendakian, durasi, serta kondisi akses tidak dipastikan dari metadata.

Jung1eB0Y
Source