Tetnuldi, South Face
Archil Badriashvili dan Temo Qurdiani membuka jalur pertama yang diketahui di dinding selatan Tetnuldi pada 29–31 Agustus 2023 — dinding setinggi sekitar 2.000 m di atas Gletser Adishi bawah yang sampai saat itu belum pernah dipanjat. Dari Mestia mereka berkendara ke desa terpencil Adishi, mencari jalan tembus lewat moraine kiri di sebuah alur sungai, lalu mengikuti jejak beruang menaiki lereng rumput curam untuk berkemah di 3.100 m tepat di bawah dinding. Berangkat pukul 06.30, mereka memanjat di sebelah kiri pilar selatan, simul-climbing beberapa panjang tali medan mixed dan es sedang, lalu naik lewat sisi barat pilar sampai puncaknya di 4.000 m. Total 1.700 m dengan grade 4A/4B dan kemiringan es-salju 55 derajat. Mereka sampai puncak pukul 18.15 disambut matahari terbenam, lalu turun lewat punggungan barat daya ke base camp jalur itu di tepi plato. Bagian batuan lepasnya memaksa mereka bergerak cepat.
Tetnuldi, West Face, First Wintertime Ascent
Laporan resmi pendakian musim dingin pertama dinding barat Tetnuldi oleh Archil Badriashvili, Giorgi Tepnadze, dan Baqar Gelashvili pada 14–16 Desember 2021. Mereka mulai berjalan dari 2.600 m dan mencapai dasar dinding sekitar 4.000 m, lalu menempuh 850 m sisanya lewat garis es curam yang pertama kali dipanjat tim Ceko pada 2013: dinding menerus curam yang berat oleh salju lalu berubah jadi es, dengan beberapa pitch 60–65 derajat. Setelah sembilan jam memanjat mereka sampai puncak pukul 14.15 pada 16 Desember, tepat saat badai yang diramalkan datang dan jarak pandang runtuh di dekat punggungan. Turunnya lewat punggungan selatan dalam badai salju, memakan beberapa jam lagi sebelum sampai kendaraan. Penulis mencatat bahwa pendakian musim dingin lewat punggungan selatan sendiri sudah pernah dilakukan pada Februari 1958, dan bahwa upaya mereka sebelumnya pada Februari 2019 nyaris terjebak di sekitar 3.550 m setelah dua hari salju lebat serta memicu dua longsoran di couloir kunci.
Two Times on Tetnuldi
Dua percobaan berturut-turut pada couloir dinding barat sepanjang sekitar 700 m salju dan es curam menuju punggungan. Percobaan pertama pada musim gugur 2020 kandas hanya setelah dua pitch: yang mereka temukan bukan salju melainkan es gletser keras, dan sepatu yang dipakai tidak memadai. Yang bikin merinding datang belakangan — pemandu Georgia menemukan salah satu abalakov yang mereka tinggalkan saat turun sudah gagal, meski Frisken menduga tiga hari cuaca terik setelahnya yang melemahkannya. Percobaan kedua pada Agustus 2021 berhasil sampai puncak punggungan, tapi butuh sekitar 24 jam dari kamp: salju tebal di awal sudah dikelupas badai hujan-graupel jadi es telanjang, sehingga hampir setiap pitch berupa panjatan es keras, keduanya kehabisan tenaga di bagian akhir, dan turun dalam gelap dengan badai listrik mendekat. Kelelahan itu berlanjut sampai jalan raya — mereka mengalami kecelakaan mobil 40 menit sebelum Mestia.
Hiking In Lebanon: Mount Sannine
Dokumentasi pendakian Sannine yang merekam peralihan musim, saat sisa salju masih menempel di lereng atas sementara bagian bawah sudah kering. Terlihat panjangnya pendekatan lewat jalan tanah terbuka, punggungan lebar yang tidak menyerupai puncak piramida melainkan dataran tinggi berbatu, dan pandangan luas ke arah pesisir. Menegaskan hal yang berulang di semua catatan Sannine: tidak ada bagian teknis, yang menguras adalah jarak, ketinggian, dan keterbukaan medannya.
Lebanon's breathtaking snow mountains (Sannine)
Rekaman versi musim dingin Sannine oleh fotografer yang sama yang menulis catatan perjalanan Batlounis: punggungan yang di musim panas cokelat dan gersang di sini tertutup salju sepenuhnya, tanpa pepohonan yang memecah bidang putihnya. Videonya menampilkan hamparan salju gunung Sannine dan sekilas pandangan ke arah Lembah Bekaa di sisi timur — gambaran langsung mengapa gunung ini jadi medan snowshoe dan ski tur dari Desember sampai Maret, dan mengapa berjalan tanpa snowshoe di salju sedalam itu cepat menguras tenaga.
Mount Sannine
Catatan perjalanan seorang fotografer Lebanon yang naik Sannine pada musim dingin bersalju — tanpa snowshoe, karena rombongannya tetap bersikeras berjalan naik meski tak punya alatnya. Ia menggambarkan jalan mobil menuju Sannine sebagai perjalanan yang menyenangkan melintasi kota dan lembah, dan menyebut gunung ini landmark nasional justru karena kehadirannya terlihat dari Beirut dan hampir seluruh pesisir. Karakter gunungnya ia ringkas dalam satu kalimat: gersang dan sepi, cokelat di musim panas dan putih di musim dingin. Salah satu temannya kesulitan menjaga keseimbangan agar tidak melorot di salju, dan sepanjang jalan ia memakai lensa tele untuk memotret detail lanskap dan vegetasi alpen yang jarang. Saat turun mereka menemukan kolam buatan kecil yang terukir di salju. Nada tulisannya lebih pada skala dan kesunyian lanskap ketimbang logistik pendakian.
Armenia in 10 seconds: Azhdahak crater
Klip pendek dari operator tur Armenia yang memperlihatkan kawah puncak Azhdahak beserta danaunya — gambaran cepat seperti apa bibir kawah yang jadi tujuan akhir semua rute pendakian gunung ini.
Azhdahak Volcano, Gegham Mountains, Armenia – drone video
Kompilasi rekaman drone dari trek tiga hari menyeberangi punggungan Gegham yang berujung di puncak Azhdahak. Dari udara terlihat jelas bentuk kerucut skoria dan danau bundar di dalam kawah, warna merah bata material vulkanik yang berselang dengan padang rumput, serta betapa terbuka dan tanpa penanda medan punggungan yang harus dilintasi pendaki.
Saana nature trail, Kilpisjärvi, Finland, 23.09.23
Menyusuri jalur alam Saana — jalur lingkar rendah, bukan jalur puncak — direkam dalam warna-warna musim gugur. Terlihat penyeberangan dasar sungai berbatu Skirhasjohka dan medan datar di sekitar kaki tunturi, ilustrasi yang baik bahwa ada alternatif ringan bagi yang tidak ingin menempuh tanjakan lebih dari 500 m.
Saanan huiputus - Kilpisjärvi Lappi Finland 4K 2024
Rekaman 4K pendakian penuh ke puncak Saana. Terlihat jelas bagian tangga batu granit yang menggantikan tangga kayu lama, lereng atas yang bertabur bongkah batu, serta area tumpukan batu puncak beserta menara telekomunikasinya — referensi visual yang bagus untuk melihat pergantian medan dari hutan birch pegunungan ke tunturi telanjang.
Saana (1029 m), Kilpisjärvi - Hike of the Week 27
Satu episode penuh dari kanal pendakian Nordik yang khusus mengangkat Saana, direkam di jalur puncak bertanda dari Kilpisjärvi. Videonya mengikuti pendakian standar di atas Danau Kilpisjärvi dekat perbatasan Norwegia, memperlihatkan pendekatan lewat hutan birch, bagian curam bertangga, lalu dataran puncak yang terbuka dan berbatu dengan tumpukan-tumpukan batu penandanya. Berguna untuk melihat betapa terbuka dan tanpa pohon separuh bagian atas jalur ini, dan betapa dekat pegunungan Norwegia terlihat dari puncak.
Jalovec über den Nordwestgrat (from Planica Valley via Kotovo Sedlo)
Merekam garis punggungan barat laut (Nordwestgrat) yang dicapai dari lembah Planica lewat Kotovo sedlo — jalur yang di basis data ferrata berbahasa Jerman dikatalogkan sebagai Jalovec-Nordwestgrat Klettersteig, bergrade B/C dengan 1.625 m tanjakan dan hari sepanjang 9 jam dari pondok Tamar. Punggungan ini bagian paling menarik dari gunungnya dan menawarkan scrambling yang menyenangkan, tetapi terpapar dan kabelnya hanya terpasang di sana-sini.
Jalovec 2645 m, 21.09.2019 (štart iz Nordijskega centra Planica 910 m čez Kotovo sedlo)
Pendakian akhir September dengan varian Kotovo sedlo, dan judulnya menyebut sendiri tanggal pendakiannya, 21 September 2019, serta titik berangkatnya: Nordijski center Planica di 910 m — artinya sekitar 1.735 m tanjakan penuh. Berangkat dari pusat lompat ski alih-alih berkendara lebih tinggi berarti menambah sekitar 45 menit jalan hutan sebelum pendakian sesungguhnya dimulai. Akhir September adalah jendela klasik di sini: salju yang bertahan di couloir sudah hilang dan keramaian sudah menipis.
Jalovec čez Kotovo sedlo
Rekaman jalur klasik dari sisi utara: Dom v Tamarju (1.108 m) – Bivak pod Kotovim sedlom – Kotovo sedlo (2.134 m) – puncak Jalovec. Inilah pendakian standar "čez Kotovo sedlo" yang oleh hribi.net diberi waktu 6 jam 10 menit sekali jalan dari NC Planica dengan 1.700 m tanjakan, dan videonya memperlihatkan bagian berkabel di bahu barat laut di atas sadel — persis medan yang membuat separuh atas jalur ini digolongkan sebagai jalur bertanda sangat menuntut.
Jalovec Climber's Log — 18 catatan pendakian bertanggal
Buku catatan kolektif berisi belasan laporan bertanggal dari pendaki yang berbeda-beda, dan justru variasinya yang berguna. Seorang pendaki mencapai puncak dari Zavetišče pod Špičkom dalam kurang dari dua jam pada Agustus 2012, tapi melambat di turunan Kotovo sedlo karena scrambling sendirian menuntut kehati-hatian ekstra. Pendaki lain bermalam bivak di Kotovo sedlo pada Oktober 2010 di bawah langit penuh bintang lalu naik keesokan paginya. Ada yang menyarankan agar turun lewat couloir alih-alih dinding Goličica, karena meski tidak dikategorikan ferrata, dinding itu sangat menuntut. Satu catatan menyebut turunan Jalovška škrbina sangat tidak menyenangkan karena batu berjatuhan dan ada penyeberangan sulit antara dinding dan ladang salju berlapis es di bawahnya. Satu lagi kehilangan jalur dalam kabut tebal di bawah Kotovo sedlo pada Agustus 2005 dan menemukannya kembali hanya karena kebetulan.
Škrlatica (2740m)
Pendakian berbahasa Kroasia lewat lembah Vrata yang merekam sipi curam, bagian puncak berkabel baja, dan panorama 360 derajat ke Triglav, Razor, serta puncak-puncak Martuljek.
Škrlatica 2740m
Rekaman pendakian dari lembah Vrata mengikuti garis klasik Aljažev dom – Bivak IV na Rušju – Zadnji Dolek – puncak. Terlihat jelas panjangnya pendekatan lewat hutan dan hamparan sipi sebelum sampai di dinding puncak yang berpengaman, ditutup panorama dari puncak ke arah Triglav.
Climbing Julian Alps via Mountain Shelter - Skrlatica
Rekaman pendakian dua tahap yang memakai bivak kecil tak berpenjaga, Bivak IV na Rušju (1.980 m), sebagai tempat bermalam — cara paling lazim memecah 1.725 m tanjakan dari lembah Vrata. Videonya memperlihatkan bagian dalam bivak beserta fasilitasnya yang sangat sederhana, lalu pendakian pagi berikutnya menembus cekungan Zadnji Dolek menuju dinding punggungan selatan yang berpengaman.
EM9a — Climb Mt Albert Edward
Catatan perjalanan hari-per-hari dari operator Papua Nugini yang benar-benar menjalankan trek ini, ditulis sebagai gambaran jujur tentang jalannya perjalanan. Dimulai dengan Twin Otter pukul 06.30 ke Woitape, lalu sekitar enam jam berjalan santai di jalur bagal misionaris menembus hutan dan padang terbuka dengan banyak penyeberangan sungai — sandal disarankan untuk bagian ini — sampai Misi Kosipe. Hari kedua enam jam lagi menembus hutan lebat melewati bangkai pesawat Amerika 1942, bermalam di Niume, kampung terbengkalai tinggi di lereng barat. Hari ketiga adalah puncak, kadang menginap di salah satu pondok di gunung supaya bisa menikmati pemandangan terbaik saat fajar "dari pantai ke pantai", sebelum turun lewat sisi timur ke Misi Yongai, Sungai Sauwo, dan kembali ke Woitape. Bagian yang paling berguna adalah keterusterangannya: hujan bisa turun kapan saja tapi kebanyakan malam hari, malam di puncak di bawah titik beku dan salju pernah tercatat, tidak ada fasilitas medis, evakuasi berarti digotong ke landasan — plus satu halaman penuh soal mencegah sakit ketinggian di atas 3.000 m. Tingkat kesulitannya pun tidak dilebih-lebihkan: jalur setapak mapan, tanpa panjat tebing, tanpa babat hutan.
Epic Hiking On Moorea [Three Coconut Trees Pass]
[Col des Trois Cocotiers] Rekaman pihak pertama terpanjang untuk jalur Trois Cocotiers yang bisa diverifikasi: sepuluh menit menyusuri rute dari Belvédère sampai sadel antara Mouaroa dan Tohiea. Pendamping visual yang baik untuk membaca medan hutan mape, rumpun bambu, dan penyeberangan anak sungai di jalur paling populer Mo'orea.
Mou'a Puta – L'appel de la montagne sacrée | Randonnée avec Terii (Moorea Eco Aventure)
[Pendakian Mou'a Puta bersama pemandu] Pendakian berpemandu bersama Terii dari Moorea Eco Aventure — operator yang sama yang menjalankan ekspedisi bivak ke Tohiea — dibingkai sebagai perjalanan ke gunung yang sakral. Menghubungkan langsung operasi pemanduan komersial di pulau ini dengan perjalanan tamu yang benar-benar terekam, sekaligus membawa lapisan budaya yang berpasangan dengan legenda Tohiea.
Mount Rotui hiking guide
[Pendakian Mont Rotui, 899 m] Punggungan utara adalah satu-satunya rute yang masuk akal. Titik awalnya dekat Faimano Village, ditandai papan "Art Deko", bisa dicapai dengan bus atau mobil dari terminal feri Vai'are. Hitungannya 5–6 jam pulang-pergi dengan beda tinggi 899 m dan grade Hard: tanjakan tajam, scrambling, punggungan terekspos, tali tetap di bagian terburuk, plus akar dan liana yang dipakai sebagai pegangan alami. Tidak ada izin maupun biaya; pendaki solo disarankan memberi tahu penginapannya. Bawa 2 liter air lebih, sepatu betulan, dan berangkat pukul 06.00–07.00; musim terbaik Juni–September. Catatannya mengulang kecelakaan fatal di muka barat daya sebagai peringatan yang masih relevan.
We have tested for you: hiking at Mount Mou'a Puta
[Pendakian Mou'a Puta, 830 m] Perjalanan sehari dari Tahiti: feri sekitar satu jam, mulai jalan sekitar pukul 08.00, dan kembali tepat untuk feri 16.15. Totalnya 4,5–5 jam — sedikit di atas 2 jam naik dan sekitar 2 jam turun. Awalnya landai lalu menjadi curam, melewati air terjun, kemudian bagian sungai yang sudah dipasangi tali, dengan scrambling terakhir ke puncak sebagai bagian tersulit. Komentarnya soal tali tetap patut dikutip: talinya banyak, tapi setidaknya lengan ikut bekerja sehingga kaki bisa istirahat. Di puncak, panorama 360 derajat — Rotui, Teluk Cook, dan Tahiti di seberang air — tepat di sebelah lubang terkenal yang menembus puncak itu.
Tohiea expedition (rush)
[Ekspedisi ilmiah ke Tohiea] Diunggah akun Moorea Biocode Project, upaya pemetaan genetik seluruh spesies non-mikroba di Mo'orea yang mengirim tim pengumpul sampel sampai ke puncak-puncak pulau. Ini bukan pendakian wisata melainkan kerja lapangan — dan justru karena ekspedisi semacam inilah hutan tinggi Tohiea terdokumentasi sama sekali. Menautkan gunung ini dengan perannya sebagai kantong flora montana endemik pulau.