GUNUNG · Pakistan
Ultar Sar
Ultar Sar (Bojohagur Duanasir II / Ultar II)
Sumber—
- Terasa
- —
- Kelembapan
- —
- Angin
- —
Sumber: Open-Meteo
Informasi
- Elevasi
- 7.388 m
- Negara
- Pakistan (PK)
- Lokasi / Pegunungan
- Batura Muztagh (Karakoram) — sekitar 10 km timur laut Karimabad, Lembah Hunza, Gilgit-Baltistan, Pakistan
- Tipe Gunung
- Gunung non-vulkanik (batuan Karakoram) — puncak paling tenggara Batura Muztagh
- Berapi?
- Tidak (non-vulkanik)
- Koordinat
- 36.3997, 74.6919
- Kesulitan
- Ekstrem & sangat teknis — ekspedisi alpine penuh dengan risiko objektif tinggi (runtuhan es/batu, dinding curam); jarang berhasil didaki
- Musim Terbaik
- Musim panas (Juni–Agustus), memanfaatkan jendela cuaca sempit Karakoram
- Izin & Aturan
- Izin ekspedisi puncak di atas 7.000 m dari otoritas Pakistan (Gilgit-Baltistan) melalui operator berlisensi; kawasan Hunza
- Bahaya
- Kenaikan vertikal sangat besar (dinding selatan menjulang lebih dari 5.300 m di atas Sungai Hunza dalam jarak horizontal sekitar 9 km), runtuhan batu dan es, longsoran salju, cuaca badai mendadak, dan risiko penyakit ketinggian — beberapa pendaki tewas dalam sejarah pendakiannya
Deskripsi
Ultar Sar (7.388 m), juga dikenal sebagai Ultar II atau Bojohagur Duanasir II, adalah puncak paling tenggara dari Batura Muztagh, subpegunungan Karakoram di Pakistan. Gunung ini menjulang sekitar 10 km di timur laut Karimabad di Lembah Hunza, mendominasi cakrawala di atas Karakoram Highway. Salah satu ciri paling mengesankan Ultar Sar adalah kenaikan vertikalnya yang luar biasa: sisi selatannya menjulang lebih dari 5.300 m di atas Sungai Hunza hanya dalam jarak horizontal sekitar 9 km — salah satu relief lokal paling curam di dunia. Pada 1980-an dan 1990-an, Ultar Sar sempat disebut-sebut sebagai salah satu puncak mandiri tertinggi yang belum terdaki, dan lebih dari 15 ekspedisi gagal mencapai puncaknya, beberapa dengan korban jiwa. Pendakian pertama akhirnya berhasil pada 11 Juli 1996 oleh tim Japanese Alpine Club seksi Tokai pimpinan Akito Yamazaki; tim puncak Yamazaki dan Kiyoshi Matsuoka mendaki dengan gaya alpine dari sisi barat daya, banyak bergerak pada malam hari untuk menghindari bahaya runtuhan batu dan es. Kisah ini berakhir tragis: Yamazaki meninggal karena penyakit ketinggian setelah turun ke base camp, dan Matsuoka tewas setahun kemudian di puncak tetangganya, Bublimotin (Ladyfinger). Ultar Sar tetap menjadi salah satu tujuan alpinisme paling menantang di Karakoram; pada musim panas 2025, trio Ethan Berman, Sebastian Pelletti, dan Maarten van Haeren mencatat pendakian pertama Pilar Tenggara (SE Pillar) dalam gaya ringan, sebuah pencapaian yang dinobatkan sebagai salah satu ekspedisi terbaik tahun itu.
Galeri
Foto bersumber dari Wikimedia Commons — klik untuk memperbesar & lihat sumbernya.
Jalur Pendakian
Pilar Tenggara (Southeast Pillar) — rute baru 2025
Sangat teknis & berkomitmen — pendakian pilar curam gaya ringan pada seven-thousanderPada musim panas 2025, Ethan Berman, Sebastian Pelletti, dan Maarten van Haeren mencatat pendakian pertama Pilar Tenggara Ultar Sar dalam gaya ringan — enam hari naik dan dua hari turun. Rute ini memanjat garis pilar yang sebelumnya belum pernah dituntaskan, menuntut manajemen risiko objektif tinggi dan pemanfaatan jendela cuaca yang cermat; ExplorersWeb menobatkannya sebagai salah satu ekspedisi terbaik tahun itu.
SumberSisi Barat Daya (Southwest side) — rute pendakian pertama 1996
Ekstrem / ekspedisi alpine penuh — risiko objektif tinggi (runtuhan batu & es), banyak dipanjat malam hari untuk keamananRute pendakian pertama Ultar Sar (11 Juli 1996) oleh tim Japanese Alpine Club seksi Tokai menembus sisi barat daya secara gaya alpine. Untuk mengurangi bahaya runtuhan batu dan es yang mencair di siang hari, tim banyak bergerak pada malam hari. Setelah puncak, badai memaksa mereka bivak berhari-hari tanpa makanan sebelum turun — sebuah rute yang menegaskan betapa berbahayanya gunung ini.
SumberRujukan
Ringkasan di atas dirangkum dari sumber-sumber berikut. Klik untuk menelusuri sendiri.