GUNUNG · Indonesia
Pasir Leutik
Pasir Leutik (bahasa Sunda: pasir = bukit/perbukitan, leutik = kecil — harfiah "bukit kecil")
Source—
- Feels like
- —
- Humidity
- —
- Wind
- —
Source: Open-Meteo
Information
- Elevation
- 1.271 m
- Country
- Indonesia (ID)
- Location / Range
- Kompleks Gunung Kerenceng–Kareumbi di perbatasan Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung, Jawa Barat, di lintasan Sesar Cikancung–Cicalengka. Menurut Bandung Bergerak, cekungan di kompleks ini dikelilingi empat puncak — Gunung Kareumbi (1.685 mdpl), Gunung Kerenceng (1.754 mdpl; peta Rupabumi Indonesia mencatat 1.742 mdpl), Gunung Pangukusan, dan Pasir Leutik — dengan sumbu mayor cekungan sekitar 2,7 kilometer arah tenggara–barat laut dan sumbu minor sekitar 1,8 kilometer arah barat daya–timur laut. Artikel ceb.wikipedia menambahkan bahwa titik tertinggi di sekitar Pasir Leutik berada pada 1.494 meter, hanya 1,1 kilometer ke arah tenggara.
- Mountain type
- Puncak dalam kompleks gunung api tua. GeoNames memberinya kode fitur MT (mountain) dengan ketinggian 1.271 meter. Artikel Bandung Bergerak tentang Gunung Kerenceng dan Gunung Kareumbi menempatkan Pasir Leutik sebagai salah satu dari empat puncak yang mengelilingi sebuah cekungan di kompleks itu — bersama Gunung Kareumbi, Gunung Kerenceng, dan Gunung Pangukusan — dan menyebut batuan penyusun kawasan tersebut sebagai batuan gunung api Kuarter. Jadi Pasir Leutik bukan gunung api tersendiri yang bisa meletus, melainkan salah satu tonjolan pada bangunan vulkanik tua yang sudah lama padam dan tererosi.
- Volcanic?
- Yes — volcano
- Coordinates
- -6.9106, 107.8728
- Difficulty
- Tidak ada jalur pendakian khusus ke Pasir Leutik yang terdokumentasi di sumber mana pun, dan tidak ada catatan waktu tempuh. Yang terdokumentasi adalah pendakian ke tetangganya, Gunung Kerenceng dan Gunung Kareumbi, yang menurut Bandung Bergerak berangkat dari basecamp Jambu Aer pada ketinggian sekitar 1.120 mdpl. Karena Pasir Leutik hanya salah satu puncak dari cekungan yang sama dan berdiri pada 1.271 meter, ia realistis didekati sebagai bagian dari penjelajahan kompleks Kerenceng–Kareumbi, bukan sebagai tujuan pendakian tersendiri. Kami tidak memberi label tingkat kesulitan karena tidak ada laporan lapangan yang bisa dirujuk.
- Best Season
- Tidak ada rekomendasi musim khusus dari sumber terverifikasi. Profil iklim yang dihitung dari data medan dan disajikan artikel ceb.wikipedia menunjukkan kawasan yang basah dan sejuk: iklim monsun, suhu rata-rata 20 °C dengan bulan terpanas Oktober (22 °C) dan terdingin Desember (18 °C), serta curah hujan rata-rata 3.330 milimeter per tahun. Sebarannya sangat kontras — Desember terbasah dengan 520 mm, September terkering dengan hanya 33 mm — sehingga musim kemarau Juli–September jelas merupakan jendela paling kering untuk menjelajah kawasan ini.
- Permits & Rules
- Tidak ditemukan informasi izin atau retribusi yang spesifik untuk Pasir Leutik. Perlu diingat bahwa puncak ini berada di kompleks Kerenceng–Kareumbi yang sebagian kawasannya berstatus kawasan konservasi; pendakian ke Gunung Kerenceng dan Kareumbi lazim melalui basecamp Jambu Aer. Pendekatan yang benar adalah menempuh jalur yang sama dan menanyakan ketentuan yang berlaku kepada pengelola basecamp serta warga setempat. Kami tidak menemukan sumber yang merinci prosedurnya, jadi tidak ada yang bisa kami janjikan di luar itu.
- Hazards
- Tidak ada catatan insiden untuk Pasir Leutik. Bahaya yang bisa disebut berbasis sumber ada dua. Pertama, iklim: curah hujan 3.330 mm per tahun dengan puncak 520 mm pada Desember membuat lereng tanah vulkanik licin dan kabut cepat turun di ketinggian 1.200-an meter, sementara suhu yang bisa turun ke sekitar 18 °C rata-rata bulanan terasa jauh lebih dingin saat basah dan berangin. Kedua, kegempaan: Bandung Bergerak mencatat bahwa kompleks Kerenceng–Kareumbi berada di lintasan sesar aktif, dan menyebut Sesar Cicalengka sebagai satu dari lima sesar aktif di Bandung Raya bersama Lembang, Jati, Legokkole, serta Cileunyi–Tanjungsari, dengan rentetan gempa tercatat pada 18 Agustus 2000, 21 Desember 2003, 25 Desember 2004, dan 2 Februari 2005 pada magnitudo M 3–4,4. Ketiga, dan ini praktis: tidak ada jalur bertanda menuju Pasir Leutik sendiri, sehingga navigasi menjadi tanggung jawab penuh pendaki. Satu catatan identifikasi yang penting — di Jawa Barat terdapat beberapa bukit bernama "Pasir Leutik" yang berbeda. Puncak yang diprofilkan di sini adalah yang berkoordinat −6,910556 / 107,872778 (Wikidata Q25163493, GeoNames 6584062); jangan tertukar dengan Pasir Leutik lain, misalnya yang berada di Garut pada ketinggian sekitar 815 meter.
Description
Pasir Leutik is a 1,271-metre summit in Sumedang Regency, West Java, Indonesia, whose Sundanese name means "small hill" — a name that undersells it, since the hill is in fact one of the high points of the old Kerenceng–Kareumbi volcanic complex. Its basic figures are consistent across sources. GeoNames records it with feature code MT and an elevation of 1,271 metres, with SRTM3 reading 1,255 m and ASTER 1,267 m, in Sumedang Regency, West Java. Wikidata holds it as Q25163493, linked to the same GeoNames entry, with its administrative location pointing to West Java. Our own check of the Copernicus elevation model at its coordinates returned 1,259 metres — in line with the figures above, a sign that this summit's coordinates are accurate, unlike many other gazetteer-import entries. The bot-generated Cebuano Wikipedia article fills out the picture: the terrain around Pasir Leutik is generally hilly, the highest point nearby stands at 1,494 metres just 1.1 km to the south-east, the surrounding population density is high at 319 people per square kilometre, and the nearest larger town is Sumedang Utara, 8.3 km to the north-east. Its immediate surroundings are almost entirely forest. The geological context is far more interesting than the numbers alone. Bandung Bergerak, in the 47th instalment of its long series "Gunung-Gunung di Bandung Raya" by Gan Gan Jatnika (2 April 2023), discusses Gunung Kerenceng and Gunung Kareumbi as twin cones on the line of the Cicalengka Fault — and it is within that article that Pasir Leutik appears. According to it, a basin within this complex is ringed by four peaks: Gunung Kareumbi (1,685 m), Gunung Kerenceng (1,754 m, while the Indonesian topographic map records 1,742 m), Gunung Pangukusan, and Pasir Leutik. The basin is elliptical, with a major axis of about 2.7 km running south-east to north-west and a minor axis of about 1.8 km running south-west to north-east. The rocks of the area are described as Quaternary volcanic rocks. In other words, Pasir Leutik is no random hill: it is one corner of an old volcanic edifice whose basin outline is still clearly legible on topographic maps. The area also sits in an active tectonic setting. The same article names the Cicalengka Fault as one of five active faults in Greater Bandung — alongside the Lembang, Jati, Legokkole and Cileunyi–Tanjungsari faults — and lists a sequence of recorded earthquakes on 18 August 2000, 21 December 2003, 25 December 2004 and 2 February 2005 at magnitudes M 3–4.4. The approach to the area, the article notes, passes vegetable plantations of tomatoes, cabbage, lemons and chillies, and ascents of both Kerenceng and Kareumbi set out from the Jambu Aer basecamp at around 1,120 m. The limits of the data must be stated plainly. No dedicated route to Pasir Leutik has ever been published; there is no time estimate, no note of water sources, no trip report. Wikidata holds neither an elevation value nor a photograph for it. A Wikimedia Commons geosearch within 10 km returned only images of Cadas Pangeran, a village gateway, the Bandung–Sumedang highway and plants — none clearly showing Pasir Leutik — so this profile deliberately carries no photo rather than a wrong one. One important identification warning: the name "Pasir" is extremely common in West Java and recurs in many places. Several different hills in the province are called Pasir Leutik. The one profiled here is the summit at −6.910556 / 107.872778, that is Wikidata Q25163493 and GeoNames 6584062, in Sumedang Regency — not, for instance, the Pasir Leutik in Garut at around 815 metres. For an area like this, verification must always go through coordinates and Q-ids, never through names. For hikers, the most sensible way to enjoy Pasir Leutik is to fold it into an exploration of the Kerenceng–Kareumbi complex via the Jambu Aer basecamp, understanding that it is one corner of that old basin — not a standalone peak with an official trail.
References
The summary above is compiled from the following sources. Click to explore them yourself.
- 1 Wikipedia Pasir Leutik — 1.271 m, medan sekitar berbukit, titik tertinggi sekitar 1.494 m sejauh 1,1 km tenggara, 319 jiwa/km², Sumedang Utara 8,3 km timur laut, iklim monsun 20 °C, hujan 3.330 mm/th ceb.wikipedia.org · CEB
- 2 Wikidata Pasir Leutik (Q25163493) — gunung di Indonesia, P131 Jawa Barat, P1566 GeoNames 6584062, koordinat −6,910556 / 107,872778; P2044 & P18 kosong wikidata.org · EN
- 3 Encyclopedia Pasir Leutik (6584062) — kode fitur MT, elevasi 1.271 m, SRTM3 1.255 m, ASTER 1.267 m, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat geonames.org · EN
- 4 Encyclopedia Node 1070155133 — impor NGA-GNS, natural=peak, tanpa tag ketinggian openstreetmap.org · EN
- 5 Media Gunung-Gunung di Bandung Raya #47: Gunung Kerenceng dan Gunung Kareumbi, Kerucut Kembar di Lintasan Sesar Cicalengka (Gan Gan Jatnika, 2 April 2023) — Pasir Leutik salah satu dari empat puncak cekungan; sumbu mayor 2,7 km, minor 1,8 km; batuan gunung api Kuarter; basecamp Jambu Aer 1.120 mdpl bandungbergerak.id · ID