GUNUNG · Mexico
Parícutin
Volcán Paricutín
Sumber—
- Terasa
- —
- Kelembapan
- —
- Angin
- —
Sumber: Open-Meteo
Informasi
- Elevasi
- 2.800 m
- Negara
- Mexico (MX)
- Lokasi / Pegunungan
- Michoacán–Guanajuato volcanic field, Michoacán
- Tipe Gunung
- Gunung berapi kerucut cinder/scoria (monogenetik)
- Berapi?
- Ya — gunung berapi
- Koordinat
- 19.4891, -102.2506
- Kesulitan
- Menengah (mendaki nonteknis; pasir vulkanik lepas, panjang & terik)
- Musim Terbaik
- November–Mei (musim kemarau)
- Izin & Aturan
- Akses dari desa Purépecha, Angahuan; tidak ada permit formal, tetapi jalur tak bertanda melewati ladang dan hutan sehingga pemandu lokal praktis wajib. Tersedia sewa kuda hingga dasar kerucut.
- Bahaya
- Pasir dan abu vulkanik lepas yang licin di lereng kerucut (dua langkah naik satu turun), rute panjang minim naungan & air, terik matahari, serta uap/gas belerang tipis di sekitar kawah.
Deskripsi
Parícutin (≈2.800 m, tinggi kerucut ~424 m di atas dataran) adalah gunung berapi termuda di Amerika Utara dan salah satu dari sedikit gunung api di dunia yang kelahirannya disaksikan langsung manusia. Ia muncul tiba-tiba dari ladang jagung petani Dionisio Pulido pada 20 Februari 1943, tumbuh cepat, dan aktif hingga 1952 — mengubur desa San Juan Parangaricutiro dan menyisakan menara gerejanya yang kini menyembul dari lautan lava. Sebagai satu dari 'Tujuh Keajaiban Alam', Parícutin kini jadi tujuan pendakian nonteknis populer: perjalanan panjang lewat ladang dan medan lava dari Angahuan, lalu tanjakan pasir vulkanik curam ke bibir kawah yang masih beruap.
Galeri
Foto bersumber dari Wikimedia Commons — klik untuk memperbesar & lihat sumbernya.
Pengalaman Pendakian
Pengalaman mendaki Parícutin hampir selalu dimulai dari Angahuan: perjalanan panjang (sekitar 14–20 km pulang-pergi) menembus ladang, jalur kuda, dan hamparan lava setengah-apokaliptik sebelum tanjakan akhir menaiki kerucut abu vulkanik yang curam dan licin. Pendaki menggambarkan lereng pasir yang menguras betis ('dua langkah naik, satu turun'), panas terik minim naungan, dan bau belerang tipis di kawah yang masih beruap. Banyak yang memilih menyewa kuda hingga dasar kerucut. Reruntuhan gereja San Juan Parangaricutiro yang tertelan lava jadi sorotan tambahan.
Rujukan
Ringkasan di atas dirangkum dari sumber-sumber berikut. Klik untuk menelusuri sendiri.