GUNUNG · Amerika Serikat (Hawaii)
Olomana (Three Peaks)
Olomana; ketiga puncaknya secara historis bernama Olomana (puncak pertama), Pakuʻi (kedua), dan Ahiki (ketiga)
Sumber
Tiga puncak Olomana di sisi angin Oʻahu, Hawaii. Foto: sumber
—
- Terasa
- —
- Kelembapan
- —
- Angin
- —
Sumber: Open-Meteo
Informasi
- Elevasi
- 501 m
- Negara
- Amerika Serikat (Hawaii) (US)
- Lokasi / Pegunungan
- Pegunungan Koʻolau, dekat Kailua dan Waimanalo, Oʻahu, Hawaii
- Tipe Gunung
- Sisa erosi (erosional remnant) dari dalam kaldera gunung berapi perisai Koʻolau — tiga puncak batuan basalt bergerigi yang menjulang di sisi angin (windward) Oʻahu
- Berapi?
- Tidak (non-vulkanik)
- Koordinat
- 21.3642, -157.7540
- Kesulitan
- Sangat sulit dan berbahaya untuk ukuran ketinggiannya. Puncak pertama sudah menuntut pendakian curam dengan bantuan tali tetap; menembus ke puncak kedua (Pakuʻi) dan ketiga (Ahiki) melibatkan scrambling kelas 3, punggungan sempit yang sangat terpapar, dan turunan tebing bertali. Jalur ini tercatat memakan korban jiwa.
- Musim Terbaik
- Musim kemarau Hawaii (kira-kira Mei–September) saat batuan dan tanah lebih kering; hindari saat hujan atau angin kencang karena batu menjadi licin dan punggungan makin berbahaya.
- Izin & Aturan
- Titik awal jalur melintasi lahan pribadi/negara bagian di kawasan Maunawili; ikuti papan dan akses yang berlaku, hormati properti, serta jangan mendaki saat kondisi basah.
- Bahaya
- Punggungan sempit dengan jurang di kedua sisi, batuan lapuk yang mudah lepas, tali tetap yang keausannya tak terjamin, paparan ketinggian ekstrem, serta batu licin setelah hujan. Sejumlah pendaki jatuh fatal di antara puncak pertama dan kedua.
Deskripsi
Olomana (puncak tertinggi ±501 m / 1.643 kaki) adalah rangkaian tiga puncak batu bergerigi di sisi angin (windward) Pulau Oʻahu, Hawaii, dekat Kailua dan Waimanalo. Secara historis hanya puncak pertama yang bernama Olomana, sedangkan puncak kedua dan ketiga bernama Pakuʻi dan Ahiki, tetapi kini kebanyakan orang menyebut seluruh rangkaian sebagai 'Olomana' atau 'Three Peaks'. Secara geologi, Olomana adalah sisa erosi dari dalam kaldera gunung berapi perisai Koʻolau yang telah punah, sehingga bentuknya kini berupa tanduk-tanduk basalt tajam alih-alih kerucut vulkanik. Meski tidak tinggi, jalurnya termasuk salah satu pendakian paling menantang dan berbahaya di Oʻahu: puncak pertama saja sudah menuntut pendakian curam berbantuan tali tetap, sementara melanjutkan ke puncak kedua dan ketiga berarti melintasi punggungan sangat sempit dan terpapar dengan scrambling kelas 3 serta turunan tebing bertali. Panorama dari atas menyapu garis pantai Kailua–Waimanalo, laguna, dan dinding hijau Pegunungan Koʻolau. Karena sejumlah kecelakaan fatal, banyak pendaki disarankan berbalik di puncak pertama dan hanya melanjutkan bila benar-benar berpengalaman, dalam cuaca kering, dan berhati-hati pada tali serta batu yang lapuk.
Galeri
Foto bersumber dari Wikimedia Commons — klik untuk memperbesar & lihat sumbernya.
Jalur Pendakian
Puncak Pertama (Olomana) — pulang-pergi
Sulit — curam dengan bagian pendakian batu berbantuan tali tetapJalur yang paling umum ditempuh: naik dari titik awal di kawasan Maunawili menembus hutan lalu punggungan yang makin curam hingga bagian batu berbantuan tali tetap menuju puncak pertama (±501 m). Dari sini pemandangan sudah menyapu pantai Kailua–Waimanalo dan dinding Koʻolau. Banyak pendaki memilih berbalik di sini karena lanjutan ke puncak kedua dan ketiga jauh lebih terpapar dan berbahaya.
SumberTraverse Tiga Puncak (Olomana → Pakuʻi → Ahiki)
Sangat sulit / berbahaya — scrambling kelas 3, punggungan sangat terpapar, turunan tebing bertaliKelanjutan penuh dari puncak pertama menembus ke Pakuʻi (puncak kedua) lalu Ahiki (puncak ketiga). Bagian ini melibatkan turunan tebing bertali, punggungan sempit dengan jurang di kedua sisi, dan batuan lapuk — tercatat memakan korban jiwa. Hanya disarankan bagi pendaki berpengalaman, dalam cuaca kering, dengan kehati-hatian ekstra pada tali tetap yang keausannya tak terjamin.
SumberPengalaman Pendakian
Catatan para pendaki Olomana sangat konsisten: ini pendakian pendek tetapi curam dan menegangkan yang menuntut kehati-hatian tinggi. Puncak pertama saja sudah menuntut pendakian batu dengan bantuan tali tetap, dan hampir semua dokumentasi menekankan punggungan sempit yang sangat terpapar saat melanjutkan ke puncak kedua (Pakuʻi) dan ketiga (Ahiki). Tema berulang: pemandangan menyapu pantai Kailua–Waimanalo dan dinding hijau Koʻolau, sensasi adrenalin di bagian bertali dan turunan tebing, serta peringatan berulang bahwa jalur ini berbahaya dan pernah memakan korban — banyak yang menyarankan berbalik di puncak pertama bila ragu, mendaki hanya saat kering, dan tidak sepenuhnya mengandalkan tali tetap yang keausannya tak diketahui.
Rujukan
Ringkasan di atas dirangkum dari sumber-sumber berikut. Klik untuk menelusuri sendiri.