GUNUNG · Pakistan
Nanga Parbat
نانگا پربت (Nanga Parbat)
Sumber
Nanga Parbat dilihat dari Fairy Meadows (Wajah Rakhiot) — panorama klasik sisi utara gunung. Foto: sumber
—
- Terasa
- —
- Kelembapan
- —
- Angin
- —
Sumber: Open-Meteo
Informasi
- Elevasi
- 8.126 m
- Negara
- Pakistan (PK)
- Lokasi / Pegunungan
- Himalaya (ujung barat), wilayah Gilgit-Baltistan
- Tipe Gunung
- Puncak orogenik Himalaya (non-vulkanik) — tertinggi kesembilan dunia
- Berapi?
- Tidak (non-vulkanik)
- Koordinat
- 35.2392, 74.5900
- Kesulitan
- Sangat sulit & berbahaya (delapan-ribuan; dijuluki 'Killer Mountain')
- Musim Terbaik
- Juni–Agustus (musim pendakian Karakoram/Himalaya barat); ekspedisi musim dingin sangat ekstrem
- Izin & Aturan
- Izin pendakian dari pemerintah Pakistan via operator; liaison officer untuk puncak di atas 6.500 m
- Bahaya
- Zona kematian (>8.000 m), longsoran salju & es masif, dinding Rupal yang sangat curam, cuaca berubah cepat, sejarah kecelakaan fatal yang tinggi
Deskripsi
Nanga Parbat (8.126 m) adalah gunung tertinggi kesembilan di dunia dan titik paling barat dari rangkaian Himalaya, menjulang sendirian di atas wilayah Gilgit-Baltistan, Pakistan. Namanya berarti 'Gunung Telanjang', sementara julukan 'Killer Mountain' lahir dari banyaknya korban pada upaya pendakian awal abad ke-20. Gunung ini memiliki tiga wajah utama: Wajah Diamir (rute normal modern), Wajah Rakhiot (jalur pendakian pertama 1953), dan Wajah Rupal yang menjulang sekitar 4.600 meter — dinding gunung tertinggi di dunia. Pendakian pertama dicapai Hermann Buhl pada 3 Juli 1953 secara solo tanpa oksigen tambahan, satu-satunya puncak delapan-ribuan yang pertama kali ditaklukkan dengan cara demikian. Pada 26 Februari 2016, Nanga Parbat akhirnya didaki untuk pertama kalinya di musim dingin oleh Alex Txikon, Ali Sadpara, dan Simone Moro.
Galeri
Foto bersumber dari Wikimedia Commons — klik untuk memperbesar & lihat sumbernya.
Jalur Pendakian
Wajah Diamir (Diamir Face) — Rute Normal Modern
Berat & semi-teknis (8000-an); es dan salju curam, zona kematian, pendekatan relatif lebih singkat dari RakhiotRute Diamir melintasi wajah barat Nanga Parbat dan saat ini menjadi jalur paling banyak digunakan pendaki komersial. Pendekatan dimulai dari Islamabad melalui jalan raya Karakoram (KKH) ke desa Chilas, lalu treking beberapa hari ke Base Camp Diamir (±4.050 m). Dari sini, jalur mendaki melalui tiga atau empat kamp tinggi — Camp I (~5.900 m), Camp II (~6.500 m), Camp III (~7.100 m), dan Camp IV (~7.500 m) — sebelum dorongan summit menuju puncak di 8.126 m. Medan berupa es dan salju curam, dengan beberapa bagian berbatu di ketinggian tinggi. Dibanding wajah Rakhiot dan Rupal, Diamir dianggap relatif 'lebih pendek' walau tetap merupakan pendakian 8.000-an yang serius.
SumberWajah Rakhiot (Rakhiot Face) — Rute Pertama Summit 1953
Berat & teknis (8000-an); lebih panjang dari rute Diamir, dengan medan es dan punggungan terbukaRute Rakhiot via wajah timur laut adalah jalur bersejarah pertama yang berhasil mencapai puncak Nanga Parbat, dirintis oleh Hermann Buhl pada 3 Juli 1953 dalam pendakian solo legendaris dari Camp V. Pendekatan melewati Fairy Meadows (padang setinggi ±3.300 m yang terkenal pemandangannya) dan kemudian naik melalui beberapa kamp tinggi di sisi utara. Secara teknis panjang dan lebih terekspos daripada Diamir, dengan bagian punggungan terbuka yang rentan angin dan perubahan cuaca. Hari ini rute ini lebih jarang digunakan karena Diamir lebih efisien, tetapi tetap memiliki nilai historis dan pemandangan yang tak tertandingi.
SumberWajah Rupal (Rupal Face) — Dinding Gunung Tertinggi di Dunia (Rute Messner 1970)
Ekstrem (ED+) — dinding selatan setinggi ±4.600 m; salah satu pendakian paling berbahaya di HimalayaWajah Rupal adalah dinding gunung tertinggi di dunia, setinggi sekitar 4.600 m dari kaki ke puncak. Pertama kali didaki oleh Reinhold Messner dan adiknya Günther pada 26 Juni 1970, dalam ekspedisi Karl Herrligkoffer — pendakian bersejarah yang berakhir tragis ketika Günther tewas saat turun via wajah Diamir akibat longsoran salju. Rute ini menghadapi bahaya longsoran, serac, dan jatuhan batu yang konstan, serta eksposur ekstrem di ketinggian. Hanya alpinis elit dengan pengalaman dinding es-batu terjal dan kemampuan survival di ketinggian yang layak mempertimbangkan rute ini.
SumberPengalaman Pendakian
Nanga Parbat (8.126 m), sang 'Killer Mountain', menyimpan sejarah pendakian paling dramatis di antara delapan-ribuan — dari solo legendaris Hermann Buhl 1953, tragedi Messner di Wajah Rupal 1970, hingga pendakian musim dingin pertama 2016. Kumpulan video dan tulisan berikut mendokumentasikan kisah-kisah nyata tersebut beserta ekspedisi modern di sisi Diamir dan Rupal. Semua tautan telah diverifikasi hidup.
Rujukan
Ringkasan di atas dirangkum dari sumber-sumber berikut. Klik untuk menelusuri sendiri.