GUNUNG · Jepang
Mount Yotei
羊蹄山 (Yōtei-zan) / マッカリヌプリ (Makkari-nupuri)
Sumber
Kerucut simetris Mount Yotei dilihat dari arah Hirafu (Niseko) — foto lanskap gunung dari kejauhan, bukan foto puncak jarak dekat. Foto: sumber
—
- Terasa
- —
- Kelembapan
- —
- Angin
- —
Sumber: Open-Meteo
Informasi
- Elevasi
- 1.898 m
- Negara
- Jepang (JP)
- Lokasi / Pegunungan
- Taman Nasional Shikotsu-Tōya, Hokkaido barat daya — menjulang sendiri di atas dataran Kutchan/Niseko, dekat resor ski Niseko dan Danau Tōya
- Tipe Gunung
- Stratovolcano aktif berbentuk kerucut nyaris simetris dengan kawah di puncak; termasuk salah satu '100 Gunung Terkenal Jepang' (Nihon Hyakumeizan)
- Berapi?
- Ya — gunung berapi
- Koordinat
- 42.8267, 140.8114
- Kesulitan
- Pendakian sehari yang panjang dan berat: tanjakan menerus dari kaki hingga puncak dengan beda tinggi ~1.500 m, umumnya 9–11 jam pulang-pergi. Tidak teknis, tetapi menuntut stamina
- Musim Terbaik
- Musim panas hingga awal gugur (akhir Juni–Oktober) saat jalur bebas salju. Di luar itu masih ada salju/es dan cuaca cepat berubah
- Izin & Aturan
- Tidak ada biaya izin; pendaki dianjurkan mengisi buku registrasi (tozan todoke) di gerbang jalur. Ada pondok puncak (Yotei-zan Hinangoya) untuk berteduh/menginap darurat
- Bahaya
- Jalur sangat panjang dan curam menyebabkan kelelahan, cuaca puncak yang cepat berubah dan berkabut, salju sisa di awal/akhir musim, serta tepi kawah puncak yang harus dilalui dengan hati-hati
Deskripsi
Mount Yotei (1.898 m), dalam bahasa Jepang 羊蹄山 (Yōtei-zan) dan dikenal luas sebagai "Ezo Fuji" (Fuji-nya Hokkaido) karena kerucutnya yang nyaris sempurna menyerupai Gunung Fuji, adalah sebuah stratovolcano aktif di Taman Nasional Shikotsu-Tōya, Hokkaido barat daya, Jepang. Berdiri menyendiri di atas dataran pertanian Kutchan dan Makkari serta bersebelahan dengan kawasan ski Niseko, gunung ini menjadi ikon lanskap wilayah tersebut dan tercatat sebagai salah satu "100 Gunung Terkenal Jepang" (Nihon Hyakumeizan). Puncaknya berbentuk cincin kawah yang bisa dikelilingi (ohachi-meguri). Meski tidak menuntut keahlian teknis, mendaki Yotei terkenal melelahkan: dari salah satu dari empat jalur utama—Hirafu (kursus Kutchan), Makkari, Kyogoku, dan Kimobetsu—pendaki menanjak nyaris tanpa jeda dengan beda tinggi sekitar 1.500 m, menembus zona hutan berjenjang hingga vegetasi alpin, biasanya 9–11 jam pulang-pergi. Imbalannya adalah panorama 360 derajat ke pegunungan Niseko, Danau Tōya, dan bila cerah membentang hingga Laut Jepang. Sebuah pondok darurat di dekat puncak memungkinkan pendakian menginap untuk mengejar matahari terbit.
Galeri
Foto bersumber dari Wikimedia Commons — klik untuk memperbesar & lihat sumbernya.
Jalur Pendakian
Kursus Hirafu / Kutchan (dari sisi Niseko)
Berat (tidak teknis) — tanjakan menerus beda tinggi ~1.500 mJalur paling populer, dimulai dari trailhead Hangetsuko/Hirafu di sisi Kutchan dekat resor ski Niseko. Pendakian menanjak nyaris tanpa jeda melewati pos-pos pendakian bernomor (gōme), dari hutan lebat hingga vegetasi alpin, sebelum mencapai bibir kawah puncak (1.898 m). Puncaknya bisa dikelilingi (ohachi-meguri). Bawa cukup air karena jalur nyaris tanpa sumber air.
SumberKursus Makkari (dari sisi selatan)
Berat (tidak teknis) — tanjakan panjang serupa dari sisi selatanSalah satu dari empat jalur utama Yotei, diakses dari desa Makkari di sisi selatan gunung. Seperti jalur lain, karakternya berupa tanjakan panjang dan menerus melewati pos-pos pendakian hingga bibir kawah. Terdapat area kemah/pondok darurat di dekat puncak bagi yang ingin bermalam untuk mengejar matahari terbit.
SumberPengalaman Pendakian
Pengalaman mendaki Mount Yotei berpusat pada karakternya sebagai 'Fuji-nya Hokkaido': kerucut menyendiri yang menuntut tanjakan panjang dan menerus dari kaki hingga puncak berkawah. Vlog dan catatan pendaki—baik berbahasa Inggris maupun Jepang—menggambarkan start pagi buta, jalur bernomor pos pendakian (gōme) yang menandai kemajuan, pergantian zona hutan ke vegetasi alpin, angin dan kabut yang cepat berubah di dekat puncak, serta imbalan panorama ke pegunungan Niseko dan Danau Tōya. Banyak yang menekankan betapa melelahkannya pendakian pulang-pergi 9–11 jam ini meski tidak teknis, pentingnya membawa cukup air dan lapisan pakaian, serta opsi menginap di pondok puncak untuk mengejar matahari terbit. Sebagian kreator juga mendokumentasikan pendakian ski (ski-mountaineering) di musim dingin.
Rujukan
Ringkasan di atas dirangkum dari sumber-sumber berikut. Klik untuk menelusuri sendiri.