GUNUNG · Amerika Serikat (Hawaii)
Mount Waiʻaleʻale
Waiʻaleʻale (bahasa Hawaii: 'air beriak' atau 'air meluap')
Sumber
Mount Waiʻaleʻale, Kauaʻi — salah satu tempat terbasah di Bumi. Foto: sumber
—
- Terasa
- —
- Kelembapan
- —
- Angin
- —
Sumber: Open-Meteo
Informasi
- Elevasi
- 1.569 m
- Negara
- Amerika Serikat (Hawaii) (US)
- Lokasi / Pegunungan
- Pusat Pulau Kauaʻi, dekat Alakaʻi Swamp / Alakaʻi Wilderness Preserve, Hawaii
- Tipe Gunung
- Gunung berapi perisai (shield volcano); titik tertinggi kedua di Pulau Kauaʻi dan salah satu tempat terbasah di Bumi
- Berapi?
- Ya — gunung berapi
- Koordinat
- 22.0739, -159.4986
- Kesulitan
- Puncaknya praktis tak terjangkau dengan berjalan kaki biasa; sisi timur dinding curam nyaris tegak dan puncaknya adalah rawa berkabut. Pengalaman berjalan populer adalah pendekatan lembah — jalur Blue Hole / Weeping Wall — yang meski jaraknya sedang tergolong salah satu day-hike tersulit karena lumpur dalam, banyak penyeberangan sungai, dan risiko banjir bandang.
- Musim Terbaik
- Musim kemarau relatif (kira-kira Mei–September) untuk risiko banjir bandang lebih rendah; kapan pun tetap sangat basah. Batalkan bila ada hujan di hulu karena Sungai Wailua bisa naik cepat.
- Izin & Aturan
- Kawasan hulu termasuk cagar alam (Alakaʻi Wilderness Preserve) dan sebagian tanah adat/negara bagian; jalur Blue Hole tidak resmi dan tidak bertanda. Hormati penutupan, jangan menyeberang sungai saat deras.
- Bahaya
- Banjir bandang di Sungai Wailua, lumpur dalam dan licin, jejak tak bertanda yang mudah membuat tersesat, kabut tebal nyaris permanen di puncak, serta hujan deras mendadak. Puncaknya sendiri berbahaya karena tebing timur nyaris vertikal.
Deskripsi
Mount Waiʻaleʻale (1.569 m / 5.148 kaki) adalah gunung berapi perisai dan titik tertinggi kedua di Pulau Kauaʻi, Hawaii. Namanya berarti 'air beriak' atau 'air meluap' — sangat cocok, karena puncaknya termasuk tempat terbasah di Bumi: sejak 1912 rata-rata turun lebih dari 9.500 mm hujan per tahun, dengan rekor sekitar 17.300 mm pada 1982 (laporan terbaru menyebut Big Bog di Maui sebagai titik terbasah Hawaii untuk periode 1978–2007). Hujan nyaris tanpa henti dan kabut tebal membentuk rawa ketinggian Alakaʻi di sekitarnya serta 'Weeping Wall' — dinding tebing timur yang dialiri puluhan air terjun sekaligus. Puncaknya sendiri hampir mustahil dicapai dengan berjalan biasa karena dinding timurnya nyaris tegak dan kabut abadi; kebanyakan pengunjung hanya melihatnya dari udara atau menempuh pendekatan lembah. Pengalaman berjalan yang paling dikenal adalah jalur Blue Hole / Weeping Wall dari arah Keahua Arboretum menyusuri hulu Sungai Wailua — meski jaraknya tak ekstrem, banyak yang menyebutnya salah satu day-hike tersulit karena lumpur dalam, penyeberangan sungai berulang, jejak tak bertanda, dan bahaya banjir bandang.
Galeri
Foto bersumber dari Wikimedia Commons — klik untuk memperbesar & lihat sumbernya.
Jalur Pendakian
Jalur Blue Hole / Weeping Wall (via Keahua, hulu Sungai Wailua)
Sangat sulit — jejak tak bertanda, lumpur dalam, penyeberangan sungai berulang, risiko banjir bandangPendekatan lembah dari arah Keahua Arboretum menyusuri hulu Sungai Wailua menuju 'Blue Hole' dan 'Weeping Wall' di bawah dinding puncak. Meski jaraknya tak ekstrem, jalur ini kerap disebut salah satu day-hike tersulit di dunia karena lumpur dalam, penyeberangan sungai berulang, jejak samar yang mudah menyesatkan, dan bahaya banjir bandang bila hujan turun di hulu. Batalkan saat cuaca buruk; kenakan alas kaki yang siap basah dan berlumpur.
SumberPuncak Waiʻaleʻale (boardwalk keramat) — praktis hanya lewat udara
Tidak untuk pendakian umumPuncak sejati Waiʻaleʻale nyaris tak terjangkau berjalan kaki karena dinding timurnya nyaris tegak dan diselimuti kabut serta hujan hampir tanpa henti; di puncak terdapat boardwalk dan situs keramat Hawaii. Praktis, puncak hanya dicapai lewat helikopter, sehingga sebagian besar pengunjung cukup menikmatinya dari udara atau dari pendekatan lembah di kakinya.
SumberPengalaman Pendakian
Pengalaman berjalan di kaki Waiʻaleʻale hampir selalu berpusat pada jalur Blue Hole / Weeping Wall — pendekatan lembah menuju dinding air terjun di bawah puncak yang berkabut abadi. Catatan para pendaki menyepakati satu hal: meski jaraknya tak ekstrem, ini salah satu day-hike tersulit karena lumpur dalam, penyeberangan Sungai Wailua berulang, jejak tak bertanda yang mudah membingungkan, dan bahaya banjir bandang bila hujan turun di hulu. Imbalannya adalah 'Weeping Wall', tebing yang dialiri puluhan air terjun sekaligus. Tema berulang lain: peringatan keras untuk membatalkan saat cuaca buruk, pentingnya alas kaki yang bisa basah-berlumpur, dan kenyataan bahwa puncak sejati Waiʻaleʻale praktis tak terjangkau berjalan kaki sehingga banyak yang hanya melihatnya dari udara.
Rujukan
Ringkasan di atas dirangkum dari sumber-sumber berikut. Klik untuk menelusuri sendiri.