GUNUNG · Samoa
Mount Vaea
Mauga Vaea
Sumber—
- Terasa
- —
- Kelembapan
- —
- Angin
- —
Sumber: Open-Meteo
Informasi
- Elevasi
- 472 m
- Negara
- Samoa (WS)
- Lokasi / Pegunungan
- Sekitar 3 km ke pedalaman dari Apia, pantai utara-tengah Pulau Upolu
- Tipe Gunung
- Bukit berhutan (cagar alam pemandangan) yang menaungi Kota Apia di pulau vulkanik Upolu — masyhur sebagai lokasi makam Robert Louis Stevenson
- Berapi?
- Tidak (non-vulkanik)
- Koordinat
- -13.8667, -171.7667
- Kesulitan
- Mudah–sedang: jalur pendek ~30–50 menit ke puncak, tetapi menanjak tajam dan licin saat basah
- Musim Terbaik
- Musim kemarau Mei–Oktober; jalur bisa sangat licin saat hujan
- Izin & Aturan
- Akses lewat kawasan Museum Robert Louis Stevenson / Vailima (tiket kecil); jalur pendakian ke makam umumnya gratis
- Bahaya
- Tanjakan curam yang licin saat basah, kelembapan tinggi, dan bagian akhir menuju makam yang cukup terjal
Deskripsi
Mount Vaea (Mauga Vaea) adalah bukit berhutan setinggi 472 meter yang menaungi Apia, ibu kota Samoa, sekitar 3 km ke pedalaman dari pusat kota di Pulau Upolu. Puncaknya paling terkenal sebagai tempat peristirahatan terakhir penulis Skotlandia Robert Louis Stevenson, yang menghabiskan empat tahun terakhir hidupnya di Samoa hingga wafat pada 3 Desember 1894; keesokan harinya peti jenazahnya digotong penduduk Samoa ke puncak untuk dimakamkan. Abu istrinya, Fanny, kemudian dikebumikan di sisinya pada 1915. Jalur menanjak menuju makam dikenal sebagai 'Road of Loving Hearts' (Jalan Hati yang Penuh Kasih). Kini Mount Vaea menjadi cagar pemandangan dan salah satu jalur jalan kaki terpopuler di Apia: pengunjung dapat memilih jalur pendek nan curam (~30 menit) atau jalur lebih landai (~50 menit) yang menembus hutan hujan tropis lebat dan melewati pohon banyan raksasa, dengan imbalan panorama lepas ke Apia, lembah, pegunungan, dan Samudra Pasifik.
Galeri
Foto bersumber dari Wikimedia Commons — klik untuk memperbesar & lihat sumbernya.
Jalur Pendakian
Jalur landai sisi kiri (via pohon banyan)
Mudah–sedang — lebih landai, menembus hutan hujanAlternatif yang lebih landai menuju makam Stevenson, menempuh sekitar 50 menit dengan meliuk melewati hutan hujan tropis lebat dan sebuah pohon banyan raksasa sebelum bergabung ke bagian akhir yang menanjak. Cocok bagi yang ingin pendakian lebih santai sembari menikmati suasana rimba, meski bagian akhir tetap bisa licin saat basah.
SumberJalur pendek sisi kanan ('Road of Loving Hearts')
Sedang — pendek tapi curam, licin saat basahJalur tercepat menuju makam Robert Louis Stevenson di puncak Vaea, dikenal sebagai bagian dari 'Road of Loving Hearts'. Lebih pendek namun lebih curam dan bisa sangat licin ketika hujan. Dimulai dari kawasan Museum Robert Louis Stevenson di Vailima dan berakhir di makam berbatu putih dengan panorama Apia serta Samudra Pasifik.
SumberPengalaman Pendakian
Cerita pendaki Mount Vaea hampir seragam berpusat pada ziarah ke makam Robert Louis Stevenson di puncak. Banyak yang menekankan dua pilihan jalur: jalur pendek di sisi kanan yang lebih curam (~30 menit) dan jalur kiri yang lebih landai (~50 menit) menembus hutan hujan tropis dan melewati pohon banyan besar. Keluhan yang paling sering muncul adalah tanjakan yang menguras tenaga serta tanah yang licin saat basah, tetapi hampir semua menilai sepadan begitu tiba di puncak: makam Stevenson berbatu putih dengan pahatan puisi 'Requiem', ditemani panorama lepas ke Apia, lembah, dan Samudra Pasifik. Perjalanan biasanya dimulai dari kawasan Museum Robert Louis Stevenson di Vailima.
Rujukan
Ringkasan di atas dirangkum dari sumber-sumber berikut. Klik untuk menelusuri sendiri.