GUNUNG · Japan
Mount Tsukuba
筑波山 (Tsukuba-san)
Sumber
Foto: sumber
—
- Terasa
- —
- Kelembapan
- —
- Angin
- —
Sumber: Open-Meteo
Informasi
- Elevasi
- 877 m
- Negara
- Japan (JP)
- Lokasi / Pegunungan
- Tsukuba, Prefektur Ibaraki, wilayah Kantō
- Tipe Gunung
- Gunung berpuncak ganda dari batuan granit dan gabro (bukan gunung berapi); salah satu dari '100 Gunung Terkenal Jepang'
- Berapi?
- Tidak (non-vulkanik)
- Koordinat
- 36.2258, 140.1050
- Kesulitan
- Ringan–sedang: pendakian sehari populer untuk pemula, dengan opsi cable car dan ropeway; jalur berbatu dan tangga alami di beberapa bagian
- Musim Terbaik
- Sepanjang tahun; musim gugur (dedaunan merah) dan musim semi paling populer, serta 'Tsukuba Purple' saat udara cerah untuk panorama
- Izin & Aturan
- Tidak ada izin khusus; kawasan Kuil Tsukubasan dan taman wisata terbuka untuk umum
- Bahaya
- Batu licin saat hujan, kepadatan pengunjung di musim ramai, dan sengatan dingin di puncak saat musim dingin
Deskripsi
Mount Tsukuba (筑波山, 877 m) adalah gunung di ujung utara Kota Tsukuba, Prefektur Ibaraki, Jepang, dan termasuk salah satu gunung paling terkenal di negeri itu. Ciri khasnya adalah dua puncak kembar: Nyotai-san (女体山, 877 m, 'tubuh perempuan') dan Nantai-san (男体山, 871 m, 'tubuh laki-laki'). Ribuan orang mendaki 'gunung ungu' ini setiap tahun untuk menikmati panorama dataran Kantō; pada hari cerah, kaki langit Tokyo, Danau Kasumigaura, bahkan Gunung Fuji terlihat dari puncak. Berbeda dari kebanyakan gunung Jepang yang vulkanik, Tsukuba tersusun dari granit dan gabro non-vulkanik, dan granit indah dari kawasan ini masih ditambang hingga kini. Gunung ini dipuja sejak lama sebagai tempat suci; menurut catatan Fudoki Provinsi Hitachi (721 M), namanya berasal dari tokoh bernama Tsukuha no Mikoto. Bakteri tanah Streptomyces tsukubensis yang ditemukan di sini menjadi asal obat imunosupresan tacrolimus. Pendakian dimudahkan oleh cable car dan ropeway serta jaringan jalur seperti Miyukigahara dan Shirakumobashi.
Galeri
Foto bersumber dari Wikimedia Commons — klik untuk memperbesar & lihat sumbernya.
Jalur Pendakian
Cable car & ropeway (opsi non-pendakian)
Sangat mudah (transportasi wisata; tanpa mendaki)Opsi bagi yang tidak ingin mendaki penuh: cable car menuju pelana Miyukigahara dan ropeway menuju dekat puncak Nyotai-san, memungkinkan menikmati panorama dataran Kantō dengan usaha minimal. Kerap dipakai untuk turun setelah mendaki salah satu jalur.
SumberJalur Miyukigahara (御幸ヶ原コース)
Ringan–sedang (jalur berhutan berbatu; sejajar dengan cable car)Jalur klasik dari Kuil Tsukubasan menanjak melalui hutan berbatu menuju pelana Miyukigahara di antara dua puncak, lalu naik singkat ke Nantai-san (871 m). Berjalan sejajar dengan cable car sehingga mudah dikombinasikan naik-turun. Cocok untuk pemula dan populer sepanjang tahun.
SumberJalur Shirakumobashi (白雲橋コース) ke Nyotai-san
Sedang (jalur berbatu dengan formasi batu bernama seperti Benkei Nanamodori)Jalur dari kawasan Kuil Tsukubasan melewati gerbang torii dan rangkaian batu bernama (mis. Benkei Nanamodori) menuju puncak Nyotai-san (877 m) yang lebih tinggi. Lebih bervariasi secara medan dan pemandangan; sering dipadukan dengan turun lewat Miyukigahara untuk lintasan melingkar dua puncak.
SumberPengalaman Pendakian
Pengalaman di Mount Tsukuba berupa pendakian sehari yang ramah pemula menuju dua puncak kembar — Nyotai-san (877 m) dan Nantai-san (871 m) — lewat jalur populer seperti Miyukigahara (御幸ヶ原コース) dan Shirakumobashi (白雲橋コース) yang melewati bebatuan bernama seperti Benkei Nanamodori. Banyak konten menyoroti suasana sakral Kuil Tsukubasan, opsi cable car/ropeway untuk memangkas waktu, serta panorama luas dataran Kantō — pada hari cerah bahkan Gunung Fuji tampak dari puncak. Video berbahasa Jepang merinci logistik jalur dan titik pandang, sementara catatan berbahasa Inggris menekankan karakter 'gunung ungu' dan gerbang torii di sepanjang lintasan.
Rujukan
Ringkasan di atas dirangkum dari sumber-sumber berikut. Klik untuk menelusuri sendiri.