← Kembali ke daftar

GUNUNG · Selandia Baru

Mount Ngauruhoe

Ngāuruhoe

Sumber
Mount Ngauruhoe

Foto: sumber

Informasi

Elevasi
2.291 m
Negara
Selandia Baru (NZ)
Lokasi / Pegunungan
Massif Tongariro, Tongariro National Park, Pulau Utara
Tipe Gunung
Gunung berapi (stratovolcano andesitik aktif), salah satu lubang erupsi termuda dan paling aktif di Selandia Baru
Berapi?
Ya — gunung berapi
Koordinat
-39.1569, 175.6319
Kesulitan
Sangat berat bila menuju puncak: scramble di lereng scree/pumice curam ±30° tanpa jalur, 'satu langkah naik, melorot dua'; hanya untuk yang berpengalaman. Tongariro Alpine Crossing yang melewati kakinya: menantang, jarak jauh
Musim Terbaik
Musim panas (November–April) sesuai musim resmi DOC untuk Crossing; Mei–Oktober dianggap kondisi musim dingin yang memerlukan keterampilan alpine
Izin & Aturan
Tidak ada izin pendakian, tetapi mendaki ke PUNCAK Ngāuruhoe sangat tidak dianjurkan: puncaknya sakral (tapu) bagi hapū Ngāti Hikairo ki Tongariro. Sejak 2017 DOC menghapus papan penunjuk ke puncak dan, bersama perwakilan iwi, meminta pengunjung tidak menyummit demi menghormati nilai budaya Māori (mendaki tidak ilegal, tetapi dihormati untuk tidak dilakukan). Tongariro Alpine Crossing yang melewati kakinya tetap terbuka
Bahaya
Lereng scree dan pumice yang sangat curam serta rawan longsoran batu (bahaya tergelincir, terutama di sekitar Red Crater), aktivitas vulkanik (kawasan Te Maari, Red Crater, dan Ngāuruhoe aktif dalam 100 tahun terakhir), cuaca alpine yang cepat berubah dengan kemungkinan salju kapan saja, serta bahaya uap dan lubang geotermal

Deskripsi

Mount Ngāuruhoe adalah gunung berapi kerucut setinggi 2.291 meter di Tongariro National Park, Pulau Utara Selandia Baru — sebuah stratovolcano andesitik muda yang menjadi salah satu lubang erupsi paling aktif di negeri itu. Bentuknya yang nyaris simetris membuatnya terkenal di seluruh dunia sebagai 'Mount Doom' dalam film The Lord of the Rings. Secara historis, banyak pendaki menaiki lereng scree-nya yang curam sebagai cabang dari Tongariro Alpine Crossing, namun pendakian ke puncak kini sangat tidak dianjurkan: puncaknya sakral (tapu) bagi masyarakat Māori setempat, Ngāti Hikairo ki Tongariro, yang memandang gunung sebagai leluhur. Sejak 2017, DOC menghapus rambu menuju puncak dan, bersama perwakilan iwi, mengimbau pengunjung tidak menyummit demi menghormati nilai budaya tersebut — mendaki tidak dilarang hukum, tetapi dihormati untuk tidak dilakukan. Cara menikmati Ngāuruhoe yang dianjurkan adalah lewat Tongariro Alpine Crossing, salah satu pendakian sehari terbaik di dunia, yang melintas di kaki gunung melewati Red Crater, danau-danau Emerald, dan bentang vulkanik dramatis. Medannya menuntut kebugaran, dan cuaca dapat berubah cepat dengan salju mungkin turun kapan saja.

Jalur Pendakian

Scramble puncak Ngāuruhoe (TIDAK dianjurkan — alasan budaya)

Sangat berat (scree/pumice curam ±30°, tanpa jalur bertanda)
±2,5–3 jam tambahan (PP dari pelana)

Cabang off-track dari pelana Mangatepopo menaiki kerucut Ngāuruhoe lewat lereng scree dan pumice yang curam dan licin. Dahulu populer, namun kini SANGAT TIDAK DIANJURKAN karena puncaknya sakral bagi Ngāti Hikairo ki Tongariro; sejak 2017 DOC menghapus rambu ke puncak dan mengimbau pengunjung tidak menyummit. Dicantumkan untuk kelengkapan informasi, bukan sebagai ajakan mendaki.

Sumber

Tongariro Alpine Crossing (melewati kaki Ngāuruhoe)

Menantang (jarak jauh, perlu kebugaran tinggi; kondisi alpine)
19.40 km ±6–8 jam (musim panas); 8–9 jam (musim dingin)

Jalur tembus point-to-point dari Mangatepopo ke Ketetahi sepanjang ±19–20 km yang melewati kaki Ngāuruhoe melalui Red Crater dan danau-danau Emerald. Inilah cara yang dianjurkan dan paling populer untuk menikmati gunung ini. Bukan pendakian teknis, tetapi panjang dan menuntut stamina serta kesiapan menghadapi cuaca alpine yang cepat berubah. Disarankan memakai jasa transport antar-jemput karena titik awal dan akhir berbeda.

Sumber

Pengalaman Pendakian

Pengalaman seputar Ngāuruhoe terbagi dua. Sebagian besar pendaki masa kini menempuh Tongariro Alpine Crossing yang melewati kaki gunung — vlog dan catatan perjalanan menggambarkannya sebagai pendakian sehari panjang (±19–20 km, 6–9 jam) yang menantang stamina namun secara teknis tidak sulit, dengan panorama Red Crater, danau-danau Emerald, dan kerucut Ngāuruhoe yang ikonik. Kelompok kedua adalah catatan lama menyummit kerucutnya: hampir semua menyoroti lereng scree/pumice yang sangat curam dan licin di mana pendaki kerap melorot, butuh waktu lama, dan turun terasa berisiko. Banyak sumber kini menegaskan dimensi budaya — bahwa puncak ini sakral bagi Māori dan pengunjung diimbau untuk tidak menyummit. Tema berulangnya: cuaca alpine yang cepat berubah, pentingnya kebugaran, dan kekaguman pada lanskap vulkanik 'Mount Doom'.

Rujukan

Ringkasan di atas dirangkum dari sumber-sumber berikut. Klik untuk menelusuri sendiri.

  1. 1 Wikipedia Mount Ngauruhoe en.wikipedia.org · EN
  2. 2 Wikidata Mount Ngauruhoe (Q83060) wikidata.org · EN
  3. 3 Ensiklopedia Tongariro Alpine Crossing en.wikipedia.org · EN