GUNUNG · Malaysia
Mount Kinabalu
Gunung Kinabalu
Sumber
Foto: sumber
—
- Terasa
- —
- Kelembapan
- —
- Angin
- —
Sumber: Open-Meteo
Informasi
- Elevasi
- 4.095 m
- Negara
- Malaysia (MY)
- Lokasi / Pegunungan
- Crocker Range, Sabah
- Tipe Gunung
- Massif granit (non-vulkanik)
- Berapi?
- Tidak (non-vulkanik)
- Koordinat
- 6.0750, 116.5586
- Kesulitan
- Menantang (wajib izin & guide berlisensi)
- Musim Terbaik
- Maret–September (musim relatif kering)
- Izin & Aturan
- Wajib climb permit Sabah Parks + guide gunung terdaftar; kuota harian terbatas
- Bahaya
- Penyakit ketinggian, cuaca cepat berubah, batuan granit licin saat hujan
Deskripsi
Gunung Kinabalu di Sabah, Malaysia, adalah puncak tertinggi di antara Himalaya dan Papua, dengan ketinggian 4.095 meter. Gunung ini merupakan massif granit non-vulkanik yang terangkat dan masih sedikit naik tiap tahun, terletak di Taman Kinabalu yang merupakan Situs Warisan Dunia UNESCO. Pendakian menuju puncak Low's Peak umumnya dilakukan dalam 2–3 hari untuk aklimatisasi. Sabah Parks mewajibkan setiap pendaki memiliki climb permit dan didampingi guide gunung berlisensi, dengan kuota harian yang terbatas. Bahaya utama mencakup penyakit ketinggian, cuaca yang berubah cepat, serta jalur batuan yang licin.
Galeri
Foto bersumber dari Wikimedia Commons — klik untuk memperbesar & lihat sumbernya.
Jalur Pendakian
Via Mesilau
BeratAlternatif lebih panjang & hijau (kadang ditutup).
Via Timpohon (Ranau)
BeratJalur utama: Timpohon Gate → Laban Rata → summit Low's Peak.
Statistik Keselamatan
Dirangkum untuk pencegahan & kewaspadaan — bukan daftar korban. Baca bersama tips keselamatan.
Indikatif — sampel kecil.
Periode 2015–2015 · Kinabalu (4.095 m, puncak tertinggi Asia Tenggara yang bisa didaki jalan kaki) adalah pendakian terpandu dua hari; kematian sangat jarang dalam operasi normal. Korban jiwa terbesar terjadi dalam SATU peristiwa: gempa 6,0 SR pada 5 Juni 2015 memicu longsoran batu yang menewaskan 18 orang. Angka 18 ini bukan rate tahunan. Lebih dari 29.000 pendaki naik tiap tahun (per situs resmi), tetapi tidak ada total kematian agregat yang terdokumentasi sehingga rate fatalitas tidak dapat dihitung.
Penyebab kematian
- Batu jatuh 18
💡 Di puncak rawan gempa, ikuti arahan pemandu dan kenali titik berlindung; jalur via ferrata di bawah tebing sangat rentan terhadap batu jatuh saat guncangan.
Sumber - Penyakit ketinggian (AMS/HACE/HAPE)
💡 AMS adalah keluhan paling umum di Kinabalu (insiden ~22–24% pada 3.272–4.095 m, studi 345 pendaki 2018) — mayoritas ringan; hindari alkohol, minta saran pemandu, dan turun bila gejala memburuk.
Sumber
Insiden penting
- 2015 Gempa Sabah 2015 di Mount Kinabalu (18 meninggal)
Pada pagi 5 Juni 2015, gempa berkekuatan 6,0 SR mengguncang Sabah dan memicu longsoran batu besar di dataran puncak serta jalur via ferrata, menewaskan 18 orang — termasuk pelajar, guru, dan empat pemandu/pelatih setempat; sekitar 137 pendaki sempat terjebak lalu berhasil dievakuasi. Beberapa pemandu meninggal saat melindungi para pendaki. Peristiwa ini menegaskan bahwa bahaya geologis dapat muncul tiba-tiba bahkan di gunung 'walk-up' populer, dan pentingnya pemandu terlatih serta protokol evakuasi.
Sumber
Pengalaman Pendakian
Pendakian Mount Kinabalu (4.095 m) di Sabah umumnya ditempuh dua hari via jalur Timpohon menuju Laban Rata, lalu summit attack dini hari ke Low's Peak menyusuri tali di hamparan granit. Pendaki menuturkan tantangan ketinggian, dinginnya summit, dan panorama matahari terbit yang memukau. Wajib climb permit Sabah Parks dan guide berlisensi.
Rujukan
Ringkasan di atas dirangkum dari sumber-sumber berikut. Klik untuk menelusuri sendiri.