← Kembali ke daftar

GUNUNG · Tiongkok

Mount Jiuhua (Jiuhuashan)

九华山

Sumber
Mount Jiuhua (Jiuhuashan)

Foto: sumber

Informasi

Elevasi
1.342 m
Negara
Tiongkok (CN)
Lokasi / Pegunungan
Perbukitan Tiongkok Tenggara — Kabupaten Qingyang, Chizhou, Provinsi Anhui
Tipe Gunung
Massif granit dengan puncak-puncak menara (non-vulkanik); UNESCO Global Geopark sejak 2019
Berapi?
Tidak (non-vulkanik)
Koordinat
30.4822, 117.8044
Kesulitan
Sedang. Hampir seluruh jalur berupa tangga batu bertingkat; naik jalan kaki ke area Tiantai memakan sekitar 2 jam, sedangkan kereta gantung memangkasnya jadi ±20 menit. Segmen Shiwang Peak paling menuntut
Musim Terbaik
Maret–Mei (azalea mekar) dan September–November (langit bersih, peluang lautan awan). Hindari puncak musim hujan dan liburan besar Tiongkok
Izin & Aturan
Tiket masuk kawasan wisata Jiuhuashan berbayar; kereta gantung Tiantai dikenakan tarif terpisah (musim ramai ±CNY 160 pulang-pergi, CNY 85 sekali jalan). Kawasan aktif secara religius — hormati tata cara kuil
Bahaya
Tangga batu licin saat hujan dan berkabut, kepadatan peziarah pada hari besar Buddhis, kabut tebal yang menutup pandangan, serta jalur 'belakang gunung' non-resmi yang minim penanda

Deskripsi

Gunung Jiuhua atau Jiuhuashan (1.342 m di puncak Shiwang) berada di Kabupaten Qingyang, Provinsi Anhui, di selatan Sungai Yangtze. Gunung ini adalah satu dari Empat Gunung Suci Buddhis Tiongkok dan dipandang sebagai tempat suci Bodhisattva Ksitigarbha (Dizang); menurut tradisi, biksu Korea Kim Gyo-gak bertapa di sini hingga wafat, dan jasadnya dihormati di 'Aula Tubuh Daging'. Lebih dari 350 kuil dan wihara tersebar di lerengnya, dihuni sekitar 3.000 biksu dan biksuni — sehingga mendaki Jiuhua selalu bercampur antara trekking dan ziarah. Namanya, 'gunung sembilan teratai', mengacu pada gugus puncak granit yang menyembul seperti kelopak. Sejak 2019 kawasan seluas sekitar 139,7 km² ini berstatus UNESCO Global Geopark: batuan granitnya menyimpan geode berisi kuarsa, feldspar, dan kristal fluorit ungu-hijau, dengan rekaman geologi mundur hingga era Neoproterozoikum. Jalur utama menanjak dari Jalan Jiuhua di sekitar Kuil Huacheng menuju Istana Baisui, lalu ke Puncak Tiantai (1.306 m) tempat berdiri kuil tertinggi di gunung ini — dicapai dengan menaiki 257 anak tangga terakhir yang melambangkan masa pertapaan Ksitigarbha.

Jalur Pendakian

Jalan Jiuhua (Kuil Huacheng) → Istana Baisui

Sedang; tangga batu di antara kompleks kuil
Setengah hari; kereta gantung tersedia untuk turun

Rute klasik dari pusat kawasan di Jalan Jiuhua, dekat Kuil Huacheng, menanjak lewat Zhantanlin dan Aula Tubuh Daging menuju Istana Baisui. Sebagian besar berupa tangga batu di antara kuil, sehingga jalur ini sekaligus jadi ziarah. Stasiun kereta gantung di Baisui memungkinkan turun tanpa mengulang tangga.

Sumber

Lanjutan ke Shiwang Peak (titik tertinggi)

Berat; tangga jauh lebih curam dan terbuka
Tambahan 1–2 jam dari area Tiantai

Sambungan dari area Tiantai menuju Shiwang Peak (1.342 m), titik tertinggi kawasan Jiuhuashan. Rangkaian tangganya jauh lebih curam dan menuntut dibanding jalur kuil di bawah, dengan pandangan terbuka ke gugus puncak granit — bagian paling berat sekaligus paling sepi di gunung ini.

Sumber

Puncak Tiantai (Heavenly Terrace) — jalan kaki atau kereta gantung

Sedang; tangga batu panjang, 257 anak tangga terakhir menuju kuil
±2 jam berjalan kaki ke area puncak; ±20 menit dengan kereta gantung Tiantai

Jalur menuju Puncak Tiantai (1.306 m), tempat kuil tertinggi Jiuhuashan berdiri. Dari stasiun bawah dekat Pohon Pinus Tua Fenghuang, pendaki bisa berjalan ±2 jam atau naik kereta gantung ±20 menit. Bagian akhir menaiki 257 anak tangga menuju Kuil Tiantai — angka yang dikaitkan dengan masa pertapaan Ksitigarbha. Tarif kereta gantung musim ramai sekitar CNY 160 pulang-pergi.

Segmentasi Jalur

  1. 1

    Stasiun bawah (Fenghuang Old Pine) → Stasiun atas Tiantai

    ±2 jam jalan kaki atau ±20 menit kereta gantung

  2. 2

    Stasiun atas → Kuil Tiantai

    1.306 mdpl

    257 anak tangga terakhir menuju kuil tertinggi Jiuhuashan

Sumber

Pengalaman Pendakian

Naik Jiuhuashan berarti menapaki tangga batu di antara kuil. Titik awal umumnya Jalan Jiuhua di sekitar Kuil Huacheng, lalu menanjak ke Istana Baisui — bagian ini bisa dipangkas dengan kereta gantung. Dari sana jalur berlanjut ke Puncak Tiantai (1.306 m), tempat kuil tertinggi gunung ini berdiri; naik jalan kaki memakan sekitar dua jam, sedangkan kereta gantung Tiantai hanya ±20 menit. Anak tangga terakhir menuju Kuil Tiantai berjumlah 257, angka yang dikaitkan dengan masa pertapaan Ksitigarbha. Pendaki yang mencari tantangan menyambung ke Shiwang Peak (1.342 m), titik tertinggi kawasan, lewat rangkaian tangga yang jauh lebih curam. Sebagian pejalan lokal memilih jalur 'gunung belakang' yang bebas tiket namun minim penanda dan hanya cocok bagi yang berpengalaman.

Rujukan

Ringkasan di atas dirangkum dari sumber-sumber berikut. Klik untuk menelusuri sendiri.

  1. 1 Wikipedia Mount Jiuhua en.wikipedia.org · EN
  2. 2 Wikipedia 九华山 zh.wikipedia.org · ZH
  3. 3 Wikidata Mount Jiuhua (Q1154854) wikidata.org · EN
  4. 4 Situs Resmi Jiuhuashan UNESCO Global Geopark unesco.org · EN
  5. 5 Ensiklopedia Jiuhuashan UNESCO Global Geopark globalgeopark.org · EN
  6. 6 Ensiklopedia Mount Jiuhua mountainfieldguide.com · EN
  7. 7 Media Mount Jiuhua Hiking — Jiuhuashan Trekking Routes & Map chinadiscovery.com · EN