GUNUNG · Nepal
Langtang Lirung
लाङटाङ लिरुङ — puncak tertinggi Langtang Himal
Source
Photo: source
—
- Feels like
- —
- Humidity
- —
- Wind
- —
Source: Open-Meteo
Information
- Elevation
- 7.227 m
- Country
- Nepal (NP)
- Location / Range
- Langtang Himal (Himalaya), Taman Nasional Langtang, di barat daya Shishapangma
- Mountain type
- Puncak tertinggi Langtang Himal; gunung ke-99 tertinggi di dunia
- Volcanic?
- No (non-volcanic)
- Coordinates
- 28.2561, 85.5194
- Difficulty
- Sangat sulit & berbahaya — puncak ekspedisi teknis yang jarang berhasil didaki; rasio kegagalan/kematian tinggi. Lembah Langtang di kakinya dapat dijelajahi lewat trekking (Kyanjin Gompa, Kyanjin Ri, Tserko Ri)
- Best Season
- Trekking Lembah Langtang: Maret–Mei & Oktober–November. Ekspedisi puncak: musim pra/pasca-monsun
- Permits & Rules
- Trekking wajib izin Taman Nasional Langtang + TIMS card. Ekspedisi puncak butuh izin & royalti pendakian dari pemerintah Nepal
- Hazards
- Lereng es & seracs sangat curam, longsoran salju (pernah terekam di sisi gunung), risiko ketinggian; lembah di kakinya pernah dilanda longsor/avalanche dahsyat akibat gempa 2015 yang menghancurkan Desa Langtang
Description
Langtang Lirung (7,227 m) is the highest peak of the Langtang Himal, a subrange of the Nepalese Himalayas southwest of Shishapangma, and is listed as the 99th highest mountain in the world. Though relatively close to Kathmandu, its summit is one of the hardest and most dangerous of its class: steep ice walls and seracs plus avalanche danger mean it is seldom climbed successfully. The mountain dominates the Langtang Valley — the heart of Langtang National Park — which is one of Nepal's most popular trekking destinations. Trekkers pass through forest and yak pastures to Kyanjin Gompa, then climb viewpoints such as Kyanjin Ri and Tserko Ri to look straight at Langtang Lirung's ice faces. The area also carries tragedy: the 2015 Gorkha earthquake triggered a huge landslide/avalanche that buried Langtang village, after which locals rebuilt the trail and settlements.
Gallery
Foto bersumber dari Wikimedia Commons — klik untuk memperbesar & lihat sumbernya.
Routes
Dinding Timur (jalur 'first ascent' 2024, gaya alpine)
Pendakian alpine sangat sulit; dinding campuran es/batu >2.200 mPendakian pertama dinding timur Langtang Lirung setinggi lebih dari 2.200 m dituntaskan Marek Holeček (Ceko) dan Ondrej Húserka (Slovakia) pada 30 Oktober 2024 setelah enam hari mendaki dalam gaya alpine. Jalur ini menembus dinding campuran es dan batu yang curam; keberhasilannya menjadi tonggak, meski Húserka meninggal saat penurunan.
SourceRute ekspedisi puncak (dinding es sisi selatan/tenggara)
Pendakian teknis es/seracs sangat sulit & berisiko tinggi; jarang berhasilPendakian puncak Langtang Lirung menuntut manuver di dinding es dan seracs curam dengan bahaya longsoran tinggi, sehingga tergolong salah satu 7.000-an paling sulit di Nepal dan jarang berhasil didaki. Ditujukan hanya untuk tim alpinis berpengalaman dengan logistik ekspedisi penuh.
SourceTrek Lembah Langtang (Syabrubesi → Lama Hotel → Langtang → Kyanjin Gompa; + Kyanjin Ri / Tserko Ri)
Trekking sedang–berat ketinggian tinggi; non-teknis (titik pandang hingga ±4.984 m Tserko Ri)Jalur utama untuk menyaksikan Langtang Lirung dari dekat tanpa mendaki puncaknya. Dari Syabrubesi, trekker menyusuri hutan dan sungai ke Lama Hotel, lalu ke Desa Langtang (dibangun ulang pasca-gempa 2015) dan Kyanjin Gompa. Dari sana pendakian aklimatisasi ke Kyanjin Ri atau Tserko Ri (± 4.984 m) memberi panorama langsung dinding es Langtang Lirung dan gletser di kakinya.
SourceClimbing Experiences
Langtang Lirung footage splits in two: (1) technical climbing on the summit ice — from an expedition film by Adam Bielecki & Felix Berg and avalanche footage to its rarely-successful climbing history (first summited by a Japanese team in 1978) and the 2024 first ascent of the east face by Marek Holeček & Ondrej Húserka; and (2) Langtang Valley trekking to Kyanjin Gompa and the Kyanjin Ri/Tserko Ri viewpoints, where trekkers face Langtang Lirung's ice walls directly. Sources are alpinists, mountaineering journals (AAJ, ExplorersWeb), filmmakers and Nepali trekking operators.
References
The summary above is compiled from the following sources. Click to explore them yourself.