GUNUNG · Amerika Serikat (Hawaii)
Koko Crater
Kohelepelepe (Puʻu Mai)
Sumber
Foto: sumber
—
- Terasa
- —
- Kelembapan
- —
- Angin
- —
Sumber: Open-Meteo
Informasi
- Elevasi
- 368 m
- Negara
- Amerika Serikat (Hawaii) (US)
- Lokasi / Pegunungan
- Zona Rift Koko, tenggara Pulau Oʻahu, dekat Hawaiʻi Kai dan Teluk Hanauma
- Tipe Gunung
- Kerucut tufa (tuff cone) vulkanik yang sudah punah — kerucut tufa tertinggi dan paling utuh di kawasannya, bagian dari Honolulu Volcanic Series / Zona Rift Koko
- Berapi?
- Ya — gunung berapi
- Koordinat
- 21.2794, -157.6836
- Kesulitan
- Berat (untuk jarak sependek ini) — 1.048 bantalan rel kayu yang menanjak nyaris lurus ke atas dengan kemiringan sekitar 27–50°, permukaan tidak rata dan licin oleh debu, nyaris tanpa peneduh
- Musim Terbaik
- Sepanjang tahun; sangat disarankan berangkat subuh atau sore untuk menghindari panas terik karena jalur nyaris tanpa naungan
- Izin & Aturan
- Tidak perlu izin. Taman dibuka dari matahari terbit hingga terbenam, gratis, dengan parkir, toilet, dan air di Koko Head District Park di kaki jalur
- Bahaya
- Nyaris tanpa peneduh dan sangat panas (bawa air cukup dan pelindung matahari), bantalan rel kayu yang licin dan tidak rata, sebuah jembatan rel berlubang di atas jurang di sekitar pertengahan jalur yang menakutkan bagi yang takut ketinggian (ada jalur pintas semak di sampingnya), serta bagian akhir yang paling curam dengan pijakan lepas
Deskripsi
Koko Crater adalah kerucut tufa (tuff cone) vulkanik setinggi 368 meter di tenggara Pulau Oʻahu, Hawaii, tak jauh dari Hawaiʻi Kai dan Teluk Hanauma. Dalam bahasa Hawaii disebut Kohelepelepe atau Puʻu Mai, dan merupakan kerucut tufa tertinggi sekaligus paling utuh di kawasannya — bagian dari Zona Rift Koko yang menandai episode aktivitas vulkanik termuda di Oʻahu. Ketenarannya sebagai destinasi pendakian datang dari jalur ikonik bernama Koko Crater Railway Trail: sekitar 1.048 bantalan rel kayu bekas trem militer Perang Dunia II yang naik nyaris lurus ke puncak, tempat dahulu terdapat bungker dan pos pengamatan. Meski jaraknya pendek (sekitar 2,6 km pulang-pergi), pendakiannya sangat menguras tenaga karena kemiringan curam, pijakan tidak rata yang licin oleh debu, dan minimnya peneduh. Di sekitar pertengahan jalur terdapat jembatan rel berlubang di atas jurang yang jadi tantangan mental bagi yang takut ketinggian. Sebagai imbalannya, puncaknya menyuguhkan panorama 360 derajat: Teluk Hanauma, Hawaiʻi Kai, Diamond Head, hingga garis langit Honolulu.
Galeri
Foto bersumber dari Wikimedia Commons — klik untuk memperbesar & lihat sumbernya.
Jalur Pendakian
Bagian jembatan rel — pilihan menyeberang atau memutar
Berat — titik paling menegangkanDi sekitar pertengahan jalur terdapat jembatan rel dengan celah terbuka di atas jurang. Pendaki bisa menyeberang di atas bantalan rel yang berjarak (menakutkan bagi yang takut ketinggian) atau mengambil jalur pintas melalui semak di sisi jembatan. Ini bukan rute terpisah, melainkan titik keputusan pada jalur utama.
SumberKoko Crater Railway Trail (jalur utama, pulang-pergi)
Berat (strenuous) — tanjakan nyaris lurus, tanpa peneduhSatu-satunya jalur ke puncak Koko Crater, mengikuti jalur trem militer Perang Dunia II yang kini berupa sekitar 1.048 bantalan rel kayu. Jaraknya pendek — sekitar 2,6 km pulang-pergi dengan kenaikan sekitar 300 meter — tetapi menanjak nyaris lurus dengan kemiringan 27–50°, permukaan tidak rata, dan nyaris tanpa naungan. Bawa air cukup dan berangkat subuh atau sore untuk menghindari panas.
SumberPengalaman Pendakian
Pengalaman mendaki Koko Crater berpusat pada satu tema: jalur pendek yang brutal. Para pendaki dan penulis panduan menggambarkan tantangan mendaki 1.048 bantalan rel kayu yang menanjak nyaris lurus tanpa peneduh, di bawah panas Hawaii — banyak yang menyamakannya dengan naik tangga stadion tanpa henti. Tema berulang lainnya adalah jembatan rel berlubang di atas jurang di tengah jalur yang menguji nyali, pentingnya berangkat subuh demi menghindari terik dan menyaksikan matahari terbit, serta imbalan panorama 360 derajat di puncak menghadap Teluk Hanauma, Hawaiʻi Kai, dan garis langit Honolulu.
Rujukan
Ringkasan di atas dirangkum dari sumber-sumber berikut. Klik untuk menelusuri sendiri.