← Back to list

GUNUNG · Indonesia

Ilin Darnatar

Ilin Darnatar — "ilin" adalah kata untuk gunung/bukit dalam bahasa Sikka-Maumere (varian "ile" dipakai di Flores Timur, mis. Ile Mandiri, Ile Boleng). Nama-nama tetangganya di peta memperlihatkan pola yang sama: Ilin Meat, Ilin Mapagete, Ilin Taragahar, Ilin Watu'Oa, Ilin Goban. Arti kata "darnatar" sendiri tidak ditemukan pada sumber mana pun dan sengaja tidak ditebak di sini.

Source
Ilin Darnatar

Massif Gunung Egon dilihat dari barat laut — foto KAWASAN, BUKAN puncak Ilin Darnatar. Ilin Darnatar berada di perbukitan kaki barat massif ini, sekitar 10 km dari puncak Egon. Tidak ada foto Ilin Darnatar berlisensi bebas yang tersedia. Foto oleh Tulus (Volcanological Survey of Indonesia), 1990, domain publik via Wikimedia Commons / Smithsonian GVP.. Photo: source

Information

Elevation
1.018 m
Country
Indonesia (ID)
Location / Range
Perbukitan kaki barat massif Gunung Egon (stratovolcano Busur Sunda, 1.661–1.708 m), dataran tinggi Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka, Flores, Nusa Tenggara Timur. Puncak bernama terdekat yang lebih tinggi adalah Ilin Goban (sekitar 1.306 m) kira-kira 3,7 km ke timur; tetangga terdekatnya Ilin Meat dan Ilin Mapagete pada jarak sekitar 0,9 km.
Mountain type
Bukit di perbukitan kaki barat massif Gunung Egon, Flores tengah-timur, Kabupaten Sikka. Bukan gunung api tersendiri dan — perlu diluruskan — bukan pula kerucut parasit atau bagian kawah Egon: puncak Egon berada pada -8,676/122,455, sekitar 10 km ke timur, sehingga label "bagian Pegunungan Egon" yang muncul di Wikipedia Cebuano hanyalah pengelompokan otomatis basis data GeoNames dan tidak dikonfirmasi sumber independen mana pun. Data GeoNames yang sama menyebut puncaknya hanya menonjol sekitar 78 meter di atas tanah sekitarnya dengan lebar kaki sekitar 0,92 km, jadi ini tonjolan di atas dataran tinggi Waigete, bukan gunung berdiri sendiri.
Volcanic?
No (non-volcanic)
Coordinates
-8.6778, 122.3620
Difficulty
Tidak ada data. Tidak ditemukan satu pun jalur, catatan pendakian, waktu tempuh, atau laporan perjalanan untuk Ilin Darnatar — tidak di Gunung Bagging, tidak di basis data pendakian mana pun, tidak di blog maupun media lokal NTT. Yang bisa disimpulkan dari data terbuka hanyalah gambaran medan: puncak pada sekitar 1.018 m yang hanya menonjol sekitar 78 m di atas dataran tinggi di sekitarnya, dengan kawasan yang menurut ringkasan data Wikipedia Cebuano hampir seluruhnya tertutup hutan. Untuk pendaki yang datang ke wilayah ini, jalur trekking yang benar-benar ada dan dikelola adalah pendakian Gunung Egon dari Dusun Blidit, Desa Egon, di kecamatan yang sama — terdaftar sebagai atraksi desa wisata resmi di portal Jadesta Kementerian Pariwisata.
Best Season
Belum ada rekomendasi dari sumber lapangan. Ringkasan data iklim pada artikel Wikipedia Cebuano (diturunkan dari basis data iklim global) menggambarkan iklim sabana: suhu rata-rata sekitar 24 °C, bulan terpanas Oktober sekitar 26 °C dan terdingin Februari sekitar 22 °C. Curah hujan tahunan sekitar 1.493 mm dengan kontras musim yang tajam — Februari terbasah (sekitar 295 mm) dan September nyaris kering total (sekitar 4 mm). Artinya musim kemarau di sini panjang dan tegas, sekitar Juni–Oktober, jauh lebih kering daripada gunung-gunung Indonesia bagian barat.
Permits & Rules
Tidak ada informasi izin khusus untuk bukit ini; tidak ada pengelola, pos, atau aturan pendakian yang ditemukan. Titik puncaknya berada di wilayah Desa Aibura, Kecamatan Waigete, Kabupaten Sikka. Yang penting diketahui: kawasan hutan di massif Egon dan sekitarnya berstatus Hutan Lindung Egon Ilimedo seluas 19.456,8 hektare yang membentang di lima kecamatan — Waigete, Mapitara, Doreng, Waiblama, dan Talibura — ditunjuk lewat register 107 tahun 1932, tata batasnya diakui 12 Desember 1984, dan dikukuhkan melalui SK Menteri Kehutanan No. 423/KPTS-II/1999. Sumber daring juga menyebut kawasan yang sama dengan nama Suaka Margasatwa Egon Ilimedo; status ganda itu tidak bisa direkonsiliasi dari sumber resmi karena situs KSDAE tidak dapat dijangkau. Siapa pun yang hendak masuk sebaiknya berkoordinasi dengan pemerintah Desa Aibura dan UPT KPH Sikka.
Hazards
Tidak ada catatan insiden untuk bukit ini. Risiko yang bisa disebut berdasarkan sumber adalah risiko kawasan, bukan risiko puncaknya. Pertama, kebakaran hutan: Mongabay Indonesia mendokumentasikan kebakaran berulang di Hutan Lindung Egon Ilimedo — 7–8 September 2019 di Wodon, Desa Wairterang (sekitar 7,5 ha), 30 September 2019 di Desa Persiapan Egon Buluk (sekitar 20 ha, baru padam setelah lima hari), dan kebakaran lagi pada Juli 2020 — pada musim kemarau yang di sini sangat kering. Kedua, gunung api aktif di dekatnya: Gunung Egon meletus terakhir pada 2008; longsor saat erupsi 29 Januari 2004 memaksa sekitar 6.000 orang mengungsi, dan aktivitas 15 April 2008 kembali mengungsikan ribuan orang; PVMBG sempat menaikkan status ke Siaga (Level III) pada 13 Januari 2016 sebelum menurunkannya ke Level I per 1 November 2016. Ketiga, tidak adanya jalur bertanda dan tutupan hutan yang rapat membuat navigasi bergantung pada GPS dan pemandu setempat.

Description

Ilin Darnatar is a roughly 1,018-metre hill in Aibura village, Waigete district, Sikka Regency, on Flores in East Nusa Tenggara, Indonesia. It belongs to the category of summits that are, honestly, almost entirely undocumented: its name is recorded in the GeoNames gazetteer (ID 7574318), passed into OpenStreetMap as an NGA-GNS-sourced natural=peak node and into Wikidata as Q26729425, and from that data chain Cebuano Wikipedia — whose geography articles are machine-generated — carries the only "encyclopedia article" that exists about it. Outside that chain there is no news item, no hiking blog, no government page, no photograph. Cacumen lists it as it is, with that limitation stated plainly. One point needs correcting. Cebuano Wikipedia calls Ilin Darnatar "part of the Egon range", and the same database claims a 1,415 m high point just 2.6 km to the south-east. Checking the coordinates shows neither statement quite holds: the summit of Mount Egon, per the Smithsonian Global Volcanism Program, sits at 8.676°S, 122.455°E — about 10 kilometres east of Ilin Darnatar, not 2.6 km. Ilin Darnatar is therefore better described as a hill in the western foothills of the Egon massif, on the Waigete plateau, rather than a parasitic cone or part of Egon's crater complex. The nearest named higher summit is Ilin Goban (about 1,306 m), some 3.7 km east. The name itself is the key to reading maps in Flores. "Ilin" means mountain or hill in the Sikka-Maumere language; in East Flores the equivalent form is "ile", as in Ile Mandiri and Ile Boleng. The pattern is obvious around Ilin Darnatar: within a few kilometres lie Ilin Meat, Ilin Mapagete, Ilin Taragahar, Ilin Watu'Oa and Ilin Goban. The gloss "ilin = mountain" itself was found only in non-academic online sources and could not be verified against an authoritative Sikka-language dictionary, so it should be treated as a strong indication — supported by the surrounding naming pattern — rather than an academic certainty. The meaning of "darnatar" was found nowhere and is deliberately not guessed at here. What gives this location meaning is its neighbour. About 10 km east stands Mount Egon, a Sunda Arc stratovolcano 1,661 m high per the Smithsonian (1,708 m per Gunung Bagging, with 1,453 m of prominence and Ribu status), with a blue crater lake, active fumaroles and the remains of a Japanese-era sulphur mine on its rim. Egon has a serious record: a landslide during the 29 January 2004 eruption forced around 6,000 people to evacuate, activity on 15 April 2008 displaced thousands more, and PVMBG raised its alert to Level III (Siaga) on 13 January 2016 before lowering it to Level I on 1 November 2016. Its last recorded eruption was in 2008. The official Egon trail starts from Blidit hamlet in Egon village — still in the same Waigete district — and is listed on the Ministry of Tourism's Jadesta tourism-village portal; Gunung Bagging records the trailhead at 788 m and the crater rim at 1,598 m, about three hours' walk, with the final 100 m to the true summit being a steep cliff. At landscape level, the forest around Ilin Darnatar falls within the 19,456.8-hectare Egon Ilimedo Protection Forest, which spans five districts (Waigete, Mapitara, Doreng, Waiblama, Talibura), was designated under register 107 of 1932, had its boundaries recognised on 12 December 1984, and was confirmed by Ministry of Forestry Decree No. 423/KPTS-II/1999. The area burns regularly in the dry season — Mongabay Indonesia documented September 2019 fires at Wodon and Egon Buluk and further fires in July 2020 — and the local climate encourages it: savanna type, about 1,493 mm of rain a year concentrated in February (roughly 295 mm) and almost nil in September (roughly 4 mm). The UGM Center for Tourism Studies is drafting a master plan for an Ancient Volcanic Geopark in Sikka Regency covering eight districts including Waigete, with Mount Egon as its key feature — so the area around Ilin Darnatar may become better documented in the coming years. What does not exist, and is better stated than invented: no trail, no basecamp, no recorded walking times, no specific permit system, no accident record, and no photograph of Ilin Darnatar. The image on this page shows the Mount Egon massif from the north-west, not Ilin Darnatar. If you live in Waigete, or have walked this ridge, your information would be worth far more than everything on this page.

References

The summary above is compiled from the following sources. Click to explore them yourself.

  1. 1 Wikipedia Ilin Darnatar — 1.018 m, menonjol 78 m di atas tereyn sekitar, lebar kaki 0,92 km, iklim sabana, curah hujan 1.493 mm/tahun ceb.wikipedia.org · CEB
  2. 2 Wikipedia Aibura, Waigete, Sikka — desa tempat koordinat puncak berada (hasil reverse-geocoding Nominatim) id.wikipedia.org · ID
  3. 3 Wikipedia Mount Egon — longsor erupsi 29 Jan 2004 mengungsikan ±6.000 orang; aktivitas 15 Apr 2008 mengungsikan ribuan orang en.wikipedia.org · EN
  4. 4 Wikidata Ilin Darnatar (Q26729425) — mountain in Indonesia, P625 -8,6778/122,3620, P131 Nusa Tenggara Timur, GeoNames ID 7574318 wikidata.org · EN
  5. 5 Encyclopedia Ilin Darnatar (7574318) — mountain, Indonesia geonames.org · EN
  6. 6 Encyclopedia Node 1070155330 — natural=peak, name=Ilin Darnatar, gns:dsg=MT, source=NGA-GNS openstreetmap.org · EN
  7. 7 Encyclopedia Egon (264160) — stratovolcano Busur Sunda, 8,676°S/122,455°E, 1.661 m, letusan terakhir 2008, sinonim Namang (dipakai untuk mengoreksi jarak Ilin Darnatar–Egon: ±10 km, bukan 2,6 km) volcano.si.edu · EN
  8. 8 Encyclopedia Gunung Egon — 1.708 m, prominensi 1.453 m, kategori Ribu; trailhead Dusun Blidit 788 m, rim kawah 1.598 m ±3 jam, fumarol & sisa tambang belerang Jepang gunungbagging.com · EN
  9. 9 Encyclopedia Jalur Trekking Pendakian Gunung Egon — atraksi resmi desa wisata di Dusun Blidit, Desa Egon, Kecamatan Waigete jadesta.kemenpar.go.id · ID
  10. 10 Encyclopedia Masterplan Geopark Vulkanik Purba Kabupaten Sikka — delapan kecamatan termasuk Waigete, Gunung Egon sebagai fitur kunci ugm.ac.id · EN
  11. 11 Encyclopedia Elevasi model medan Copernicus pada koordinat puncak: 995 m (pembanding terhadap 1.018 m dari GeoNames) api.open-meteo.com · EN
  12. 12 Encyclopedia File:Gunung Egon volcano.jpg — Tulus (Volcanological Survey of Indonesia), 1990, domain publik (foto kawasan massif Egon dari barat laut) commons.wikimedia.org · EN
  13. 13 news Gunung Egon Berstatus Siaga — PVMBG menaikkan status ke Level III mulai 13 Januari 2016 pukul 06.00 WITA bnpb.go.id · ID
  14. 14 news Hutan Lindung Egon Ilimedo Kembali Terbakar (8 Okt 2019) — luas 19.456,8 ha, lima kecamatan, register 107/1932, SK Menhut 423/KPTS-II/1999, kebakaran Sep 2019 mongabay.co.id · ID
  15. 15 news Hutan Lindung Egon Ilimedo Kembali Terbakar, Bagaimana Pencegahannya? (16 Jul 2020) mongabay.co.id · ID