GUNUNG · Aruba
Hooiberg (Aruba)
Hooiberg
SumberHooiberg (165 mdpl), bukit kerucut di tengah Pulau Aruba, difoto dari formasi batu Casibari sekitar 1,5 km di utara bukit. Foto oleh Bjørn Christian Tørrissen, 22 Februari 2013, lisensi CC BY-SA 3.0.. Foto: sumber
—
- Terasa
- —
- Kelembapan
- —
- Angin
- —
Sumber: Open-Meteo
Informasi
- Elevasi
- 165 m
- Negara
- Aruba (AW)
- Lokasi / Pegunungan
- Berdiri sendiri (monadnock) di tengah Pulau Aruba, wilayah/distrik Santa Cruz, sekitar 5 km timur laut Oranjestad. Bukan bagian dari punggungan mana pun — ia menjulang sendirian dari dataran rendah berkaktus sehingga terlihat dari hampir semua sudut pulau. Formasi batu Casibari berada sekitar 1,5 km di utaranya.
- Tipe Gunung
- Bukit berbentuk kerucut dari batuan beku dalam (intrusif), bukan gunung api. Wikipedia Inggris menyebutnya batolit tonalitik berumur Kapur yang tersusun dari tonalit, trondhjemit, diorit, gabro, dan norit; VisitAruba menyebut batuannya kuarsa-diorit yang tidak ditemukan di tempat lain di pulau itu. Jenis batuan gelap khasnya diberi nama sesuai bukit ini — hooibergite atau "hooibergiet" — batuan beku berhidrat berwarna hitam dengan kristal hornblende besar; Wikipedia Papiamento dan Belanda menyebut batuan sekeras ini hanya ditemukan di Aruba dan Islandia. Dari kejauhan bentuknya memang mirip kerucut vulkanik, dan banyak situs wisata terlanjur menyebutnya "volcanic formation", tetapi sumber geologis dan SummitPost sepakat ini massa batuan beku dalam yang tersingkap, bukan sisa letusan.
- Berapi?
- Tidak (non-vulkanik)
- Koordinat
- 12.5170, -69.9950
- Kesulitan
- Sangat mudah secara teknis: seluruh jalur utama berupa tangga beton yang terawat, tanpa bagian memanjat, tanpa peralatan. Yang membuatnya terasa berat adalah tanjakan tangga yang terus-menerus plus panas dan matahari terbuka. Blogger yang sudah mendakinya menyebut "mudah kalau bugar, sedang kalau tidak"; naik-turun biasanya 30–60 menit, dan pendaki yang cepat sampai puncak dalam 15 menit. Ada bidang beton untuk menepi kira-kira tiap 30 anak tangga, gazebo peristirahatan sekitar sepertiga sampai setengah jalan, dan pegangan besi di bagian atas. Alternatifnya, jalur batu bertanda titik dan panah merah yang menuntut sedikit scrambling — jauh lebih kasar dan berkaktus.
- Musim Terbaik
- Bisa didaki sepanjang tahun. Aruba adalah pulau kering di luar sabuk badai utama Karibia; menurut SummitPost bulan terkering adalah Februari sampai Juni dan terbasah Oktober sampai Desember, tetapi karena jalurnya berupa tangga beton, hujan ringan hampir tidak mengganggu pendakian. Yang jauh lebih menentukan adalah jam, bukan bulan: hampir semua sumber — dari otoritas pariwisata sampai blogger — menyarankan berangkat pagi-pagi sekali atau menjelang matahari terbenam, karena tangga sepenuhnya terbuka tanpa naungan dan suhu harian Oranjestad rata-rata 30–33 °C sepanjang tahun.
- Izin & Aturan
- Tidak ada izin, tiket, loket, maupun jam buka. Akses gratis dan terbuka untuk umum setiap hari, digunakan turis maupun warga lokal — banyak orang Aruba memakai tangganya sebagai sarana olahraga rutin. Ada area parkir yang lapang di trailhead sisi utara; pencarian "Hooiberg Hiking Trail" di peta digital mengarahkan langsung ke sana. Tanpa mobil, bus Arubus jalur 3A dari Oranjestad bisa dipakai, atau taksi. SummitPost menegaskan tidak ada birokrasi apa pun di sini, jadi tanggung jawab menjaga tempatnya sepenuhnya ada pada pengunjung. Berkemah tidak diizinkan di Aruba.
- Bahaya
- Bahaya utamanya panas dan dehidrasi, bukan medan. Tangga terpapar matahari penuh nyaris sepanjang jalur, hanya ada satu potongan teduh menjelang puncak, dan pendaki yang berangkat siang hampir pasti kepanasan serta terbakar matahari. Semua sumber praktis menekankan hal yang sama: bawa air lebih dari cukup, pakai tabir surya dan topi, dan mulai pagi. Bagian awal tangga tidak berpagar sehingga orang yang takut ketinggian bisa terganggu, meski lebarnya cukup untuk berpapasan. Kaktus besar mengapit tangga di kanan-kiri — di puncak ada singkapan batu populer untuk berfoto, dan tergelincir di sana berarti jatuh ke kaktus. Turunnya melelahkan otot paha karena jumlah anak tangga yang sama harus ditempuh kembali. Jalur alternatif bertanda titik merah jauh lebih berisiko: berbatu, licin, dan penuh vegetasi berduri. Di puncak berdiri instalasi antena radio, televisi, dan satelit milik SETAR beserta lampu navigasi; area teknis itu sebaiknya tidak dimasuki. Kambing liar, iguana, kadal berwarna, dan parkit sering terlihat dan tidak berbahaya. Catatan sejarah: pada 1990 longsoran batu di kaki bukit menghancurkan sebuah rumah di Hooiberg 83 dan menewaskan penghuninya saat cuaca ekstrem.
Deskripsi
Hooiberg adalah bukit kerucut ikonik di jantung Pulau Aruba dan, bagi banyak orang, siluet yang paling langsung mewakili pulau itu. Namanya bahasa Belanda dan sangat harfiah: "hooi" berarti jerami dan "berg" berarti gunung — orang melihatnya seperti tumpukan jerami yang ditinggalkan di tengah dataran. Sebelum orang Belanda datang, penduduk asli menyebutnya Orcuyo, sementara orang Spanyol menamainya "Cerro de Paja ó Pan de Azúcar", bukit jerami atau roti gula. Bukit ini berdiri di wilayah Santa Cruz, kira-kira di tengah pulau, dan karena Aruba nyaris datar, kerucut ini terlihat dari hampir seluruh penjuru — cukup penting sehingga ia masuk ke dalam lambang negara Aruba yang diresmikan pada 15 November 1955, berdampingan dengan tanaman lidah buaya. Satu hal perlu diluruskan sejak awal karena sangat sering salah: Hooiberg bukan titik tertinggi Aruba. Titik tertinggi pulau ini adalah Jamanota setinggi 188 m di dalam Taman Nasional Arikok, disusul bukit Arikok sendiri sekitar 185 m. Dengan 165 m, Hooiberg sebenarnya menempati urutan ketiga, sebagaimana ditulis Wikipedia Papiamento dan SummitPost — meskipun banyak sumber pariwisata, termasuk VisitAruba dan Aruba Today, masih menyebutnya "tertinggi kedua". Angka ketinggiannya pun tidak seragam: 165 m (540 kaki) adalah angka yang dipakai Wikidata, Wikipedia Inggris dan Belanda, aruba.com, dan VisitAruba, sedangkan Wikipedia Papiamento mencantumkan 167,5 m. Prominensinya praktis sama dengan tingginya karena ia benar-benar berdiri sendiri. Geologinya justru bagian yang paling menarik dan paling sering disalahpahami. Dari jauh Hooiberg tampak seperti kerucut gunung api, dan banyak brosur wisata terlanjur menyebutnya "formasi vulkanik". Kenyataannya ia adalah massa batuan beku dalam yang tersingkap: Wikipedia Inggris menggambarkannya sebagai batolit tonalitik berumur Kapur yang tersusun dari tonalit, trondhjemit, diorit, gabro, dan norit, sementara VisitAruba menyebut kuarsa-diorit yang tidak ditemukan di bagian lain pulau. Batuan gelapnya bahkan mendapat nama sendiri dari bukit ini — hooibergite, atau "hooibergiet" dalam ejaan setempat — batuan beku berhidrat berwarna hitam dengan kristal hornblende besar, mirip granit bergaris kapur, yang menurut Wikipedia Papiamento dan Belanda hanya ditemukan di Aruba dan Islandia. Batu itu punya nilai budaya juga: pada 1965 hooibergiet dipakai untuk membuat altar Kapel Emanuel di San Nicolas menurut rancangan seniman Italia Angelo Sella. SummitPost menambahkan catatan menarik bahwa batuan granitik sangat langka di pulau samudra, dan formasi batu Casibari yang berjarak sekitar 1,5 km ke utara — kawasan yang disebutnya mirip Joshua Tree di California — adalah bagian dari cerita geologi yang sama. Bukit ini punya sejarah pemanfaatan yang panjang. Wikipedia Papiamento mencatat bahwa pada abad ke-19 Hooiberg lazim dipakai sebagai titik acuan pengukuran tanah, dan jauh sebelumnya masyarakat pribumi memakainya sebagai titik orientasi dan pengawasan laut — artefak cangkang yang ditemukan di sana menjadi buktinya. Di masa modern puncaknya dijejali fungsi teknis: menara dan antena radio, televisi, satelit milik SETAR, serta lampu navigasi udara. Justru kebutuhan merawat instalasi itulah yang melahirkan daya tarik wisatanya. Pada 1951 arsitek Eduardo Tromp membangun tangga beton ke puncak — tanpa rencana rinci dan selesai dalam tiga bulan — dengan sekitar 900 anak tangga. Jumlah anak tangga itu kemudian menjadi angka yang paling banyak diperdebatkan tentang Hooiberg, dan sebaiknya disikapi sebagai rentang, bukan angka tunggal. Setelah sekitar 35 tahun, erosi membuat tangga aslinya berbahaya; pemerintah memutuskan merenovasinya pada 1990 dan pekerjaan itu rampung pada 1991, dengan anak tangga yang lebih lebar dan lebih panjang sehingga jumlahnya menyusut. VisitAruba, Aruba Today, serta Wikipedia Inggris, Belanda, dan Papiamento sama-sama menyebut angka sekitar 587 anak tangga saat ini. Namun aruba.com, situs resmi otoritas pariwisata Aruba, menulis "sekitar 600 anak tangga"; SummitPost menyebut ada yang menghitung 563 dengan catatan bahwa hitungan orang berbeda-beda; blog perjalanan menyebut angka 560 sampai 600; dan sebuah video pendek bahkan memberi judul "500 anak tangga". Kesimpulan yang jujur: jumlahnya berada di kisaran kira-kira 560–600, dan tidak ada satu angka resmi yang disepakati semua pihak. Sejak 2022, menurut Wikipedia Papiamento, bukit ini menjadi sasaran proyek pemercantikan yang didanai ATA dan TFEP — mencakup pembaruan tangga, hiasan karya seni mosaik, serta penambahan pondok dan titik pandang. Mendaki Hooiberg tidak menuntut keahlian apa pun. Trailhead-nya ada di sisi utara bukit, di dalam permukiman selatan Paradera dan sebelah utara jalan Morgenster, dengan area parkir lapang; tidak ada tiket, tidak ada izin, tidak ada jam buka. Jarak pulang-perginya hanya sekitar 0,8 km, dan sebagian besar orang menyelesaikannya dalam 30–60 menit, sudah termasuk berhenti memotret. Bagian awal berupa jalur landai yang menurut satu blogger tampak seperti jalan mobil bercat hijau, lalu berubah menjadi tangga panjang yang naik lurus. Ada bidang beton untuk menepi kira-kira setiap 30 anak tangga, gazebo untuk beristirahat di sekitar sepertiga sampai setengah perjalanan, dan pagar pegangan pada bagian atas. Menjelang puncak jalur melewati satu potongan teduh sebelum tiba di titik pandang pertama; dari sana pengunjung bisa mengitari bangunan berwarna merah muda beserta antenanya ke kiri atau ke kanan, karena masing-masing sisi memberi panorama yang berbeda. Pemandangan dari atas adalah alasan sesungguhnya orang naik. Panoramanya melingkar penuh: Oranjestad dan Santa Cruz di bawah, biru pekat Laut Karibia, dataran berkaktus, pohon divi-divi, dan kibrahacha yang berbunga kuning setelah hujan lebat. Pada hari yang benar-benar cerah, garis pantai Venezuela terlihat di selatan — klaim ini konsisten di banyak sumber independen: Wikipedia Belanda bahkan menyebut negara bagian Falcón, Wikipedia Papiamento menyebut pesisir Venezuela, aruba.com dan VisitAruba menyebutnya sebagai hadiah hari cerah, dan Aruba Today menyebut pegunungan Santa Anna. Karena semuanya terbuka, satu-satunya musuh serius adalah matahari: tidak ada naungan di sepanjang tangga, jadi berangkatlah saat matahari terbit atau menjelang senja, bawa air lebih banyak daripada yang terasa perlu, pakai tabir surya, topi, dan sepatu yang benar — sandal jepit bukan pilihan. Kambing liar, iguana, kadal berwarna, dan parkit kerap menemani perjalanan naik. Untuk pendaki yang menganggap tangga terlalu jinak, aruba.com menyebut adanya jalur kecil berbatu bertanda titik dan panah merah yang memadukan jalan kaki dan scrambling ringan ke puncak. SummitPost mengingatkan bahwa di luar tangga, semua jalur lain penuh kaktus dan tumbuhan berduri sehingga sangat tidak nyaman — jadi jalur merah ini pilihan untuk yang siap kotor dan tergores, bukan jalan pintas. Pada akhirnya Hooiberg menarik bukan karena tinggi atau sulit, tetapi karena ia bukit setinggi 165 meter yang menampung hampir seluruh identitas geografis sebuah pulau: batuan yang dinamai menurut dirinya sendiri, tempatnya di lambang negara, tangga buatan tahun 1951 yang jumlah anak tangganya tidak pernah benar-benar disepakati, dan pemandangan yang pada hari terbaik menjangkau benua lain.
Galeri
Foto bersumber dari Wikimedia Commons — klik untuk memperbesar & lihat sumbernya.
Jalur Pendakian
Jalur batu bertanda titik dan panah merah (scrambling ringan)
Sedang — sebagian berjalan, sebagian scrambling ringan di batu; berdebu, berkaktus, dan berduriAlternatif untuk pendaki yang menganggap tangga terlalu jinak. Situs resmi otoritas pariwisata Aruba menyebut adanya jalur kecil namun berbatu ke puncak Hooiberg yang ditandai titik-titik dan panah berwarna merah, dan sifatnya setengah berjalan kaki setengah memanjat ringan. Imbalannya berbeda dari tangga: bukan kecepatan atau kenyamanan, melainkan kedekatan dengan vegetasi kering khas Aruba — bunga liar, kaktus berukuran mencolok — serta peluang berpapasan dengan kambing gunung yang berkeliaran di lereng. Peringatan penting datang dari SummitPost, yang menegaskan bahwa di luar tangga, semua jalur lain di bukit ini dipenuhi kaktus dan tumbuhan berduri sehingga sangat tidak menyenangkan dilalui. Artinya jalur bertanda merah ini bukan jalan pintas atau versi lebih mudah, melainkan pilihan bagi yang siap berdebu, tergores, dan bergerak lebih lambat. Kenakan celana panjang dan sepatu tertutup dengan sol yang mencengkeram, jangan mencoba dalam kondisi gelap, dan tetap perlakukan panas sebagai bahaya utama: lereng ini sama terbukanya dengan tangga, tanpa naungan berarti, dan tidak ada sumber air di mana pun di bukit. Waktu terbaik tetap sama seperti rute tangga — pagi sekali atau menjelang senja. Karena jalur ini tidak diberi papan penunjuk formal selain tanda cat, pendaki yang kehilangan jejak tanda merah sebaiknya kembali ke titik terakhir yang jelas alih-alih memaksakan garis lurus melewati semak berduri. Puncak yang dituju sama: rangkaian titik pandang di sekitar bangunan antena, dengan panorama melingkar ke Oranjestad dan laut, serta pantai Venezuela pada hari yang benar-benar cerah.
SumberPendekatan jalan kaki dari formasi batu Casibari ke trailhead Hooiberg (lanjutan opsional)
Mudah–sedang — jalan aspal dan jalan permukiman yang datar, lalu tangga beton; panjang dan tanpa naunganVersi yang mengubah pendakian setengah jam menjadi setengah hari, dan pilihan alami bagi pengunjung tanpa mobil sewaan. SummitPost mencatat kelompoknya naik taksi terlebih dahulu ke formasi batu Casibari, menjelajahi kawasan itu, lalu berjalan kaki dari sana menuju Hooiberg — bukit yang beruntungnya sangat mencolok sehingga arah selalu jelas terlihat. Casibari berada sekitar 1,5 kilometer di utara Hooiberg dan dicapai dari arah Paradera, tidak jauh di utara jalan utama menuju Santa Cruz; kawasannya harus dimasuki dari sisi utara. SummitPost menggambarkannya sebagai kawasan yang mengingatkan pada Taman Nasional Joshua Tree di California, dengan jalur-jalur menarik yang berkelok di antara bongkahan batu, dan menyebutnya kandidat kawasan bouldering terbaik di Aruba — bahkan di Karibia — bagi yang sanggup membawa crash pad. Karena batuan granitik sangat langka di pulau samudra, dua tempat ini sebenarnya menceritakan kisah geologi yang sama. Dari Casibari, perjalanan kaki menuju sisi utara Hooiberg melewati jalan-jalan permukiman yang datar sebelum menyambung ke trailhead resmi, lalu diakhiri dengan tangga beton ke puncak. Alternatif pendekatan lain yang disebut SummitPost: memarkir kendaraan di taman air di jalan Morgenster lalu berjalan melewati taman dan memutari bukit menuju trailhead di sisi utara. Rute gabungan ini memberi dua hal sekaligus dalam satu pagi — geologi khas Aruba dari dekat di Casibari, dan panorama melingkar dari puncak Hooiberg. Namun konsekuensinya nyata: jalanan permukiman itu tidak teduh, jaraknya berlipat, dan tidak ada sumber air di sepanjang perjalanan. Bawa air untuk seluruh durasi, mulai sepagi mungkin, dan pertimbangkan mengatur taksi jemput agar tidak berjalan pulang di bawah matahari tengah hari.
SumberTangga beton utama dari trailhead sisi utara (Hooiberg Hiking Trail)
Mudah–sedang — seluruhnya tangga beton, tanpa bagian teknis; berat karena tanjakan menerus dan panasIni rute baku dan praktis satu-satunya jalur yang masuk akal ke puncak Hooiberg. Trailhead-nya berada di sisi utara bukit, di dalam permukiman di selatan Paradera — bukan di jalan Morgenster yang melintas di sisi selatan — sehingga pengunjung yang menyetir sendiri wajar salah belok sekali dua kali sebelum menemukannya; mengetik "Hooiberg Hiking Trail" pada peta digital mengarahkan langsung ke lokasi, dan area parkirnya lapang. Dari Oranjestad, ambil jalan ke arah Santa Cruz lalu masuk permukiman; tanpa kendaraan, bus Arubus jalur 3A atau taksi bisa dipakai. Tidak ada tiket, izin, loket, maupun jam buka — akses gratis dan terbuka setiap hari, dan banyak warga Aruba memakai tangga ini untuk berolahraga rutin. Bagian pembukanya berupa jalur landai yang oleh satu blogger digambarkan seperti jalan mobil panjang bercat hijau, sebelum berubah menjadi tangga beton yang naik lurus ke puncak. Tangga aslinya dibangun arsitek Eduardo Tromp pada 1951 dengan sekitar 900 anak tangga, lalu direnovasi pemerintah pada 1990–1991 dengan anak tangga yang lebih lebar dan lebih panjang sehingga jumlahnya berkurang. Jumlah sekarang tidak pernah benar-benar disepakati: VisitAruba, Aruba Today, dan Wikipedia menyebut sekitar 587; situs resmi aruba.com menulis sekitar 600; SummitPost mengutip 563 dengan catatan hitungan orang berbeda-beda; blog lain menyebut 560; dan sebuah video pendek bahkan memberi judul 500. Anggap saja kisarannya sekitar 560–600 dan jangan repot mencocokkan hitungan sendiri dengan angka mana pun. Kondisi jalurnya baik: beton dalam keadaan bagus tanpa kerusakan berbahaya, ada bidang beton untuk menepi kira-kira setiap 30 anak tangga, gazebo untuk beristirahat di sekitar sepertiga sampai setengah perjalanan, dan pegangan besi di tengah tangga menjelang bagian atas. Bagian bawah tidak berpagar tetapi cukup lebar untuk berpapasan. Jalur diapit kaktus besar dan sepenuhnya terpapar matahari, kecuali satu potongan teduh pendek tepat sebelum puncak. Karena itu berangkatlah pagi buta atau menjelang matahari terbenam, bawa air lebih banyak daripada perkiraan, pakai tabir surya, topi, dan sepatu tertutup — bukan sandal jepit. Di atas, puncaknya bukan satu titik: ada titik pandang pertama di sebelah kiri jalur, lalu bangunan merah muda berisi antena radio, televisi, dan satelit SETAR yang bisa dikitari ke kiri maupun ke kanan, masing-masing memberi panorama berbeda; sisi kiri punya singkapan batu populer untuk berfoto, yang harus disikapi hati-hati karena tergelincir berarti jatuh ke kaktus. Pemandangannya melingkar penuh ke Oranjestad, Santa Cruz, dataran berkaktus, dan Laut Karibia, dengan pantai Venezuela terlihat di selatan pada hari cerah. Jangan meremehkan bagian turun: jumlah anak tangga yang sama harus ditempuh kembali dan otot paha akan terasa.
SumberPengalaman Pendakian
Catatan pengunjung Hooiberg berulang pada pola yang sangat konsisten. Pertama, semua sepakat bahwa ini bukan pendakian teknis melainkan tangga beton lurus ke atas: tidak ada bagian memanjat, tidak ada perlengkapan, dan hampir semua orang menyelesaikannya dalam 30 sampai 60 menit pulang-pergi dengan jarak total sekitar setengah mil. Kedua, jumlah anak tangga adalah hal yang paling sering dipertengkarkan dan tidak satu pun sumber sepakat: ada yang menyebut 560, ada 563, banyak yang menyebut sekitar 587 (angka yang dipakai VisitAruba dan Wikipedia), situs resmi aruba.com menulis sekitar 600, dan satu video pendek bahkan memberi judul "500 anak tangga". Salah satu blogger menutup perdebatan itu dengan saran yang jujur: hitung sendiri. Ketiga, panas adalah tema paling dominan — tangga terbuka penuh tanpa naungan kecuali satu potongan pendek menjelang puncak, sehingga saran berangkat pagi buta atau menjelang matahari terbenam muncul di hampir semua catatan, selalu disertai peringatan membawa banyak air, tabir surya, topi, dan sepatu tertutup, bukan sandal. Keempat, infrastruktur jalurnya dipuji: beton dalam kondisi baik tanpa kerusakan berbahaya, bidang beton untuk menepi kira-kira tiap 30 anak tangga, gazebo peristirahatan di sekitar sepertiga sampai setengah jalan, dan pegangan besi di bagian atas. Kelima, puncaknya bukan satu titik melainkan beberapa titik pandang di sekeliling bangunan merah muda berantena SETAR, dan hampir semua orang menyarankan mengitarinya ke dua arah karena pemandangan tiap sisi berbeda. Keenam, isi pemandangannya seragam: Oranjestad, laut Karibia, dataran berkaktus, dan pada hari cerah garis pantai Venezuela di selatan. Ketujuh, akses sangat mudah dan gratis — parkir luas di trailhead sisi utara, tanpa tiket maupun izin, bisa juga dicapai dengan bus Arubus 3A dari Oranjestad atau taksi. Terakhir, satwa yang berulang disebut: kambing liar, iguana dan kadal berwarna, serta parkit; dan hampir semua orang mengingatkan bahwa turunnya, dengan jumlah anak tangga yang sama, membuat kaki gemetar.
Rujukan
Ringkasan di atas dirangkum dari sumber-sumber berikut. Klik untuk menelusuri sendiri.
- 1 Wikipedia Hooiberg en.wikipedia.org · EN
- 2 Wikipedia Hooiberg (Aruba) nl.wikipedia.org · NL
- 3 Wikipedia Hooiberg pap.wikipedia.org · PAP
- 4 Wikidata Hooiberg (Q2455906) wikidata.org · EN
- 5 Situs Resmi Hooiberg — Aruba's Centerpiece aruba.com · EN
- 6 Situs Resmi Explore the best hiking trails in Aruba aruba.com · EN
- 7 Ensiklopedia Aruba Landmarks — Hooiberg Mountain visitaruba.com · EN
- 8 Ensiklopedia Hooiberg (Aruba) summitpost.org · EN
- 9 Media Enjoy one of the best views on Aruba at the top of the Hooiberg Hill arubatoday.com · EN
- 10 Blog Hooiberg Hiking Trail in Aruba: A Detailed Guide enrichingpursuits.com · EN