GUNUNG · Korea Selatan
Hallasan
한라산 (Hallasan)
Sumber
Foto: sumber
—
- Terasa
- —
- Kelembapan
- —
- Angin
- —
Sumber: Open-Meteo
Informasi
- Elevasi
- 1.947 m
- Negara
- Korea Selatan (KR)
- Lokasi / Pegunungan
- Berdiri sendiri membentuk sebagian besar Pulau Jeju (Jeju-do), Korea Selatan — Warisan Alam UNESCO
- Tipe Gunung
- Gunung berapi perisai (shield volcano) dormant — titik tertinggi Korea Selatan
- Berapi?
- Ya — gunung berapi
- Koordinat
- 33.3500, 126.5167
- Kesulitan
- Trekking menengah (jalur baik namun panjang; kondisi fisik standar memadai; musim dingin perlu crampons)
- Musim Terbaik
- Maret–Mei (musim semi, azalea mekar) dan Oktober–November (musim gugur, dedaunan warna-warni); musim dingin indah namun bersalju
- Izin & Aturan
- Reservasi online gratis via sistem resmi Hallasan Booking System wajib untuk dua jalur summit (Seongpanak dan Gwaneumsa). Kapasitas harian dibatasi. Pendaftaran disarankan beberapa minggu–bulan sebelumnya terutama hari libur
- Bahaya
- Cuaca berubah cepat di puncak (kabut tebal, angin kencang), jalan licin saat basah/bersalju, batas waktu check-in yang ketat — pendaki yang terlambat tidak diizinkan melanjutkan ke puncak
Deskripsi
Hallasan (한라산, 1.947 m) adalah gunung berapi perisai besar yang hampir membentuk seluruh Pulau Jeju di ujung selatan Korea Selatan, sekaligus merupakan titik tertinggi di negara tersebut. Puncaknya dihiasi danau kawah indah bernama Baengnokdam (백록담, 'Danau Rusa Putih'), yang dikelilingi lebih dari 360 kerucut parasitik di lereng gunung. Secara geologis, letusan terakhir Hallasan terjadi sekitar tahun 1007 M, menjadikannya gunung berapi dormant. Hallasan termasuk dalam kawasan Warisan Alam Dunia UNESCO bersama Pulau Vulkanik Jeju dan Tabung Lava (2007), serta merupakan Taman Nasional pertama di Korea Selatan (1970). Hanya dua jalur yang memperbolehkan pendakian ke puncak — Seongpanak (9,6 km, lebih landai) dan Gwaneumsa (8,7 km, lebih terjal dan dramatis) — dengan sistem reservasi online dan batas waktu masuk yang ketat. Jalur lain hanya sampai titik-titik tertentu di bawah puncak. Hallasan terkenal dengan pemandangan azalea di musim semi, dedaunan merah di musim gugur, dan salju bersih di musim dingin.
Galeri
Foto bersumber dari Wikimedia Commons — klik untuk memperbesar & lihat sumbernya.
Jalur Pendakian
Jalur Seongpanak (Seongpanak Trail) — rute normal lebih landai
Trekking menengah (non-teknis; jalur diperkerasan/decking sebagian; bisa jadi licin saat basah)Jalur Seongpanak (9,6 km satu arah) adalah rute terpopuler menuju puncak Hallasan. Dimulai dari parkir Seongpanak (~750 m) di sisi timur taman nasional, jalur ini melewati hutan lebat bermetal dan tempering, tanjakan landai di sebagian besar rute, hingga terakhir melintasi jalan berbatu yang lebih terjal sebelum mencapai danau kawah Baengnokdam (1.947 m). Dibandingkan Gwaneumsa, jalur ini lebih panjang tetapi kemiringannya lebih konsisten dan ramah pemula. Cut-off time (batas masuk) ketat diterapkan: pendaki yang terlambat memasuki titik kontrol tertentu tidak diizinkan melanjutkan ke puncak.
Segmentasi Jalur
- 1
Seongpanak Trailhead → Shelter Seongpanak
Hutan lebat, jalur landai; ada toilet & shelter
- 2
Shelter Seongpanak → Puncak Baengnokdam
Bagian terjal terakhir berbatu; cut-off time berlaku di shelter
Jalur Seongpanak (성판악)
Menengah — jalur terpanjang namun paling landai; salah satu dari dua rute yang mencapai puncakJalur terpanjang namun paling bertahap menuju puncak kawah Baengnokdam, dimulai dari trailhead Seongpanak di sisi timur. Medannya landai dengan beberapa ruas tanjakan dan tangga kayu, menjadikannya pilihan paling ramah bagi mayoritas pendaki. Wajib reservasi daring lewat sistem resmi Taman Nasional Hallasan, dan pendaki harus melewati shelter Jindallaebat sebelum batas waktu musiman agar boleh lanjut ke puncak.
SumberPengalaman Pendakian
Hallasan (1.947 m), atap Korea Selatan di Pulau Jeju, ditempuh lewat dua jalur puncak — Seongpanak yang panjang dan landai serta Gwaneumsa yang curam dan dramatis — menuju kawah danau Baengnokdam. Kumpulan video di bawah memperlihatkan pengalaman nyata mendaki keduanya sepanjang empat musim, dari dedaunan musim gugur, padang azalea, hingga jalur bersalju dan berlapis es di musim dingin. Semua tautan diverifikasi hidup.
Rujukan
Ringkasan di atas dirangkum dari sumber-sumber berikut. Klik untuk menelusuri sendiri.