GUNUNG · Indonesia
Gunung Padang
Gunung Nagara Padang (Ciwidey)
Source
Photo: source
—
- Feels like
- —
- Humidity
- —
- Wind
- —
Source: Open-Meteo
Information
- Elevation
- 1.150 m
- Country
- Indonesia (ID)
- Location / Range
- Dataran tinggi Bandung Raya bagian selatan (kawasan hutan Perhutani), perbatasan Kabupaten Bandung–Bandung Barat, Jawa Barat
- Mountain type
- Bukit budaya-spiritual dengan formasi batuan megalitik; bukan situs megalitik Gunung Padang Cianjur maupun Padang Sumatra. Puncaknya disebut Puncak Manik
- Volcanic?
- No (non-volcanic)
- Coordinates
- -7.0528, 107.4164
- Difficulty
- Pendek tetapi curam — jalur pendakian sekitar 1,5 km dari Kampung Tutugan menembus hutan pinus/cemara, dengan tanah liat merah yang licin dan sisi jurang; akses hanya bisa dengan sepeda motor, mobil tidak bisa masuk
- Best Season
- Tidak terdokumentasi resmi; musim kemarau lebih dianjurkan karena tanah liat merahnya sangat licin saat basah
- Permits & Rules
- Lahan hutan lindung yang dikelola Perhutani dan berstatus tempat wisata spiritual/ziarah; tidak ada tiket pendakian formal yang terdokumentasi, sebaiknya berkoordinasi dengan pengelola/juru kunci dan warga setempat (adat: naik dari sisi punggungan barat)
- Hazards
- Jalur licin (tanah liat merah), tanjakan curam dengan sisi jurang, dan jalur sempit; ada laporan masalah vandalisme dan sampah di sekitar situs batu
Description
Gunung Nagara Padang — recorded in map databases under the short name 'Gunung Padang' (Ciwidey) — is a spiritual and cultural hill in the southern Bandung Raya highlands, straddling the border of Bandung Regency and West Bandung Regency, West Java. It is not the famous Gunung Padang megalithic site in Cianjur, nor the Padang hill in Sumatra: its eastern ridge lies in Desa Rawabogo (Ciwidey, Bandung Regency) and its western ridge in Desa Buninagara (Sindangkerta, West Bandung Regency). Per Detik, it stands about 1,150 m above sea level (a figure of 1,224 m also circulates in some listings). Its slopes hold roughly 17 large stone sites that locals interpret as symbols of the human life journey, grouped into three sections and seven gateways ('lawang'); these boulders are described as products of ancient volcanic activity exposed by erosion, making Nagara Padang a spiritual-pilgrimage destination used since roughly the late 19th century. The ascent is short (about 1.5 km from Kampung Tutugan) but steep, passing through pine forest on slippery red clay, with the summit — Puncak Manik — offering views toward the Saguling reservoir. The area is managed by Perhutani; no freely-licensed photo of this hill is currently available.
References
The summary above is compiled from the following sources. Click to explore them yourself.
- 1 site Selain di Cianjur, Ternyata Gunung Padang Ada di 3 Lokasi Ini — menyebut Gunung Padang Ciwidey ~1.150 mdpl, Desa Rawabogo, Situs Nagara Padang dengan 17 batu travel.detik.com · ID
- 2 Blog Gunung Nagara Padang — catatan perjalanan: 17 situs batu asal vulkanik, tiga bagian tahap kehidupan, tujuh 'lawang', puncak Puncak Manik telusuri.id · ID
- 3 site 6 Fakta Menarik Gunung Nagara Padang yang Jadi Tempat Wisata Spiritual — jalur ~1,5 km dari Kampung Tutugan, dipakai sejak ~1877, Puncak Manik liputan6.com · ID
- 4 site Gunung Nagara Padang Ciwidey dan Simbol-simbol Perjalanan Hidup Manusia — perbatasan Kab. Bandung/Bandung Barat, batu sebagai simbol tahap hidup bandungbergerak.id · ID
- 5 Blog Gunung Nagara Padang, Tempat Eksotis Perbatasan Kab. Bandung–KBB — punggungan timur Rawabogo/Ciwidey, barat Buninagara/Sindangkerta, dikelola Perhutani tvharmoni.com · ID