GUNUNG · Indonesia
Gunung Leutik
Gunung Leutik (Sunda: gunung kecil)
Source
Photo: source
—
- Feels like
- —
- Humidity
- —
- Wind
- —
Source: Open-Meteo
Information
- Elevation
- 815 m
- Country
- Indonesia (ID)
- Location / Range
- Pegunungan Pematang Tengah (Cekungan Bandung), sisi utara aliran Citarum
- Mountain type
- Bukit pada punggungan Pegunungan Pematang Tengah — sisa pematang purba pemisah Danau Bandung Purba bagian timur dan barat
- Coordinates
- -6.9106, 107.5219
- Difficulty
- Ringan — bukit rendah dengan jalur setapak kebun dan hutan rakyat; medan pendek tetapi menanjak dan licin saat basah
- Best Season
- Kemarau (Juni–September); jalur tanah menjadi licin pada musim hujan
- Permits & Rules
- Tidak ada pos pendakian resmi. Kawasan hutan di sekitarnya dikelola warga Kampung Adat Cireundeu dengan pembagian leuweung larangan (terlarang diambil hasilnya), leuweung tutupan (boleh diambil dengan kewajiban menanam kembali), dan leuweung baladahan (boleh digarap sebagai lahan pertanian). Hormati aturan adat setempat — di Gunung Puncaksalam yang bersebelahan, pendakian dilakukan tanpa alas kaki.
- Hazards
- Jalur setapak tanah yang licin saat hujan, percabangan jalur kebun yang membingungkan, cuaca panas terbuka di punggungan, minim sumber air.
Description
Gunung Leutik (Sundanese for "small mountain") is a hill of about 815 m on the western rim of the Bandung Basin, near Cireundeu in Leuwigajah, South Cimahi, on the boundary between Cimahi city and West Bandung Regency. It belongs to the Pematang Tengah range — a north–south line of low mountains crossing the Bandung Basin that, in the popular geological account, once formed the divide between the eastern and western halves of the ancient Lake Bandung before it broke through at what is now Curug Jompong. Its immediate neighbours are Gunung Jambul (710 m), Gunung Sanggar (752 m), Gunung Gajahlangu (903 m), Gunung Puncaksalam (904 m) and Gunung Lagadar (897 m). Gunung Leutik is rarely a hiking objective in its own right; it is better known as a landmark beside Kampung Adat Cireundeu, the Sunda Wiwitan village that eats cassava instead of rice and manages its forest in three zones — leuweung larangan (strictly protected), leuweung tutupan (harvest with mandatory replanting) and leuweung baladahan (may be farmed). The 815 m figure comes from a survey of the Pematang Tengah range citing Indonesia's official RBI topographic map (BIG/Bakosurtanal) sheet 1209-311 "Bandung", 1:25,000; a global digital elevation model gives a lower value, about 770 m, at the OpenStreetMap summit point.
References
The summary above is compiled from the following sources. Click to explore them yourself.
- 1 Official Site Mengenal Kampung Adat Cireundeu, Kelurahan Leuwigajah, Cimahi Selatan cimahikota.go.id · ID
- 2 Encyclopedia Node 1070155210 — natural=peak, Gunung Leutik openstreetmap.org · EN
- 3 Encyclopedia Elevasi DEM (Copernicus) pada titik puncak: ±770 m api.open-meteo.com · EN
- 4 Media Gunung-gunung di Bandung Raya #35: Gunung Puncaksalam Cimahi dan kearifan lokal Kampung Adat Cireundeu — memuat daftar Pegunungan Pematang Tengah termasuk Gunung Leutik (815 mdpl) bandungbergerak.id · ID
- 5 Media 6 Fakta menarik Gunung Puncaksalam yang lokasinya dekat Kampung Adat Cireundeu — menyebut Gunung Jambul, Gajahlangu, dan Leutik di sekitarnya liputan6.com · ID