GUNUNG · Thailand
Doi Inthanon
ดอยอินทนนท์
Sumber
Foto: sumber
—
- Terasa
- —
- Kelembapan
- —
- Angin
- —
Sumber: Open-Meteo
Informasi
- Elevasi
- 2.565 m
- Negara
- Thailand (TH)
- Lokasi / Pegunungan
- Pegunungan Thanon Thong Chai (Shan Hills), Provinsi Chiang Mai, Thailand Utara — terletak di dalam Taman Nasional Doi Inthanon
- Tipe Gunung
- Massif granit — puncak non-vulkanik tertinggi di Thailand, merupakan bagian dari kompleks batuan beku Oligosen–Miosen
- Berapi?
- Tidak (non-vulkanik)
- Koordinat
- 18.5883, 98.4865
- Kesulitan
- Mudah — puncak dapat dicapai dengan kendaraan lewat jalan beraspal; trek-trek di dalam kawasan (Kew Mae Pan, Ang Ka) bervariasi dari mudah hingga sedang dan cocok untuk semua tingkat
- Musim Terbaik
- November–Februari (musim dingin/kering, cuaca sejuk dan cerah, suhu puncak bisa turun mendekati 0 °C di malam hari); Maret–April lebih kering tapi lebih panas; hindari Mei–Oktober (musim hujan)
- Izin & Aturan
- Tiket masuk Taman Nasional Doi Inthanon: sekitar 300 Baht dewasa, 150 Baht anak usia 3–14 tahun (warga negara Thailand lebih murah); biaya parkir terpisah untuk kendaraan
- Bahaya
- Jalan menuju puncak bisa kabut tebal dan licin, terutama saat musim hujan; suhu sangat rendah di malam hari musim dingin; jalur Kew Mae Pan bisa ditutup saat musim hujan
Deskripsi
Doi Inthanon (2.565 m) adalah puncak tertinggi di Thailand dan merupakan mahkota Taman Nasional Doi Inthanon di Provinsi Chiang Mai, Thailand Utara. Gunung ini dinamai menurut Raja Inthawichayanon, raja terakhir Kerajaan Chiang Mai, yang atas wasiatnya dimakamkan di sini pada 1897 — abunya bersemayam dalam sebuah chedi (stupa) kecil di puncak sebagai bentuk persatuan raja dengan tanah yang ia cintai. Secara geologi, Doi Inthanon tersusun dari batuan granit dan metamorf yang lebih tua dari sekitarnya, terbentuk dari inti batuan yang terangkat oleh tektonik dan tererosi selama jutaan tahun. Berbeda dari gunung teknis di kawasan Himalaya, puncak Doi Inthanon dapat dicapai dengan kendaraan melalui jalan beraspal yang memotong hutan hujan pegunungan lebat dan perkebunan bunga. Di dalam taman nasional terdapat beberapa jalur trekking terkenal: Jalur Alam Kew Mae Pan (3,2 km, ditutup saat musim hujan) menawarkan panorama padang ericaceous dan lautan awan, sementara Jalur Alam Ang Ka (360 m) menembus rawa gambut lumut yang menjadi habitat burung pegunungan langka. Di dekat puncak berdiri dua pagoda kerajaan — Naphamethanidon dan Naphaphonphumisiri — yang dibangun untuk menghormati Raja dan Ratu Thailand pada 1987 dan 1992, dikelilingi taman bunga yang mekar sepanjang tahun. Taman Nasional Doi Inthanon juga merupakan salah satu lokasi pengamatan burung terbaik di Asia Tenggara dengan lebih dari 360 spesies tercatat.
Galeri
Foto bersumber dari Wikimedia Commons — klik untuk memperbesar & lihat sumbernya.
Jalur Pendakian
Jalur Alam Ang Ka (Ang Ka Nature Trail)
Mudah (jalur pendek, beraspal sebagian; ramah untuk semua usia)Jalur alam melingkar sangat pendek (sekitar 360 m) di area puncak Doi Inthanon (sekitar 2.550 m), melewati ekosistem rawa gambut lumut (peat swamp forest) yang unik — salah satu dari sedikit ekosistem sejenis di dataran tinggi Thailand. Hutan lumut yang lebat dan suasana mistis menjadi daya tarik utama, bersama keberadaan burung endemik pegunungan seperti Collared Owlet dan berbagai burung penyanyi montane. Tidak memerlukan pemandu; dapat dikunjungi sepanjang tahun, meski hari hujan jalur bisa sangat licin. Terletak di sisi kanan jalan raya utama Doi Inthanon, berdekatan dengan puncak.
SumberJalur Alam Kew Mae Pan (Kew Mae Pan Nature Trail)
Mudah–Sedang (jalur beraspal sebagian, berundak, tangga kayu; perlu kebugaran dasar)Jalur alam melingkar sepanjang 3,2 km di ketinggian sekitar 2.500 m, terletak sekitar 2 km sebelum puncak Doi Inthanon. Merupakan jalur trekking paling terkenal di taman nasional ini karena melewati padang ericaceous (heathland) pegunungan dengan bunga rhododendron dan azalea yang mekar di musim dingin, serta menawarkan panorama lautan awan dan perbukitan Shan Hills yang luar biasa di hari cerah. Jalur ini dikelola ketat oleh taman nasional — wajib didampingi pemandu ranger setempat (biaya terpisah), dibatasi 100 orang per hari, dan DITUTUP selama musim hujan (biasanya Mei–Oktober). Waktu terbaik: Desember–Februari pagi hari sebelum kabut naik.
SumberJalur Puncak via Jalan Raya (drive-to-summit)
Sangat mudah (tidak ada trekking; hanya jalan ke tanda puncak dan stupa Raja Inthawichayanon)Puncak Doi Inthanon (2.565 m) dapat dicapai sepenuhnya dengan kendaraan melalui jalan beraspal yang membentang dari Pintu Masuk Taman Nasional (km 31 dari Chiang Mai via Rte 1009 dan 1192) hingga area parkir di dekat puncak. Dari parkiran, jalan singkat (sekitar 200 m) membawa pengunjung ke tanda puncak resmi dan chedi kecil tempat abu Raja Inthawichayanon bersemayam. Di dekatnya terdapat area pagoda kerajaan Naphamethanidon dan Naphaphonphumisiri yang dapat dikunjungi dengan berjalan kaki. Jalur berkendara ini adalah cara sebagian besar wisatawan 'mendaki' Doi Inthanon, dan sah digunakan sebagai titik awal menuju jalur alam.
SumberPengalaman Pendakian
Doi Inthanon (2.565 m) menawarkan pengalaman yang berbeda dari gunung teknis lainnya: puncaknya dapat dicapai dengan kendaraan, namun taman nasionalnya menyimpan jalur trekking indah seperti Kew Mae Pan Nature Trail dan Ang Ka Nature Trail, serta dua pagoda kerajaan yang ikonik. Sebagian besar pengunjung menggabungkan kunjungan ke puncak, pagoda, dan setidaknya satu jalur alam dalam satu hari penuh dari Chiang Mai. Sumber berikut mendokumentasikan berbagai pengalaman nyata di Taman Nasional Doi Inthanon.
Rujukan
Ringkasan di atas dirangkum dari sumber-sumber berikut. Klik untuk menelusuri sendiri.