← Kembali ke daftar

GUNUNG · Tiongkok (Tibet) / Nepal

Cho Oyu

ཇོ་བོ་དབུ་ཡ / 卓奥友峰 / Cho Oyu

Sumber
Cho Oyu

Foto: sumber

Informasi

Elevasi
8.188 m
Negara
Tiongkok (Tibet) / Nepal (CN)
Lokasi / Pegunungan
Pegunungan Mahalangur, perbatasan Tibet (Tiongkok)–Nepal, ±20 km barat laut Everest
Tipe Gunung
Puncak Himalaya delapan-ribuan (eight-thousander), batuan non-vulkanik
Berapi?
Tidak (non-vulkanik)
Koordinat
28.0942, 86.6608
Kesulitan
Berat karena ketinggian, tetapi secara teknis paling mudah di antara delapan-ribuan; ada satu crux batu/es pendek sebelum dataran puncak
Musim Terbaik
Pra-muson semi (April–Mei) dan pasca-muson musim gugur (September–Oktober)
Izin & Aturan
Pendakian rute normal dari sisi Tibet butuh izin Tiongkok/CTMA dan biasanya operator berlisensi; akses dari Tibet kerap dibuka-tutup mengikuti kebijakan, sehingga jalur sisi Nepal mulai dirintis kembali
Bahaya
Ketinggian ekstrem dan zona maut, dingin & angin, crux batu/es pendek, serta risiko cuaca; relatif lebih kecil bahaya objektif (longsoran es/batu) dibanding 8000-an lain

Deskripsi

Cho Oyu (8.188 m) adalah gunung tertinggi keenam di dunia, berdiri di Pegunungan Mahalangur di perbatasan Tibet (Tiongkok)–Nepal, sekitar 20 km di barat laut Everest. Namanya berarti 'Dewi Pirus', dan gunung ini dikenal luas sebagai delapan-ribuan yang paling mudah didekati secara teknis: rute normal lewat Punggungan Barat Laut dari sisi Tibet sebagian besar berupa lereng salju 30–40 derajat menuju dataran puncak, dengan satu crux batu/es pendek dan bahaya objektif yang relatif kecil. Karena itu Cho Oyu sering menjadi delapan-ribuan pertama bagi pendaki yang menyiapkan diri untuk Everest, walau ketinggian ekstremnya tetap menuntut aklimatisasi matang. Operator umumnya menjalankan ekspedisi sekitar empat minggu dengan beberapa kamp tinggi. Saat akses Tibet ditutup, jalur dari sisi Nepal mulai dibuka kembali oleh tim pendaki Nepal.

Jalur Pendakian

Jalur Sisi Nepal (dirintis kembali)

Berat & lebih teknis dari rute Tibet (jalur baru, pemasangan tali tetap)
Ekspedisi ±30–40 hari

Saat akses dari Tibet ditutup, tim pendaki Nepal merintis kembali jalur Cho Oyu dari sisi Nepal. Jalur ini lebih menantang dan kurang mapan dibanding rute normal Tibet, memerlukan pemasangan tali tetap dan pembacaan medan baru, sehingga lebih cocok bagi tim berpengalaman.

Sumber

Rute Normal — Punggungan Barat Laut (sisi Tibet)

Berat karena ketinggian, teknis paling mudah di antara 8000-an; ada satu crux batu/es pendek
Ekspedisi ±28–35 hari (sebagian operator memakai pra-aklimatisasi untuk mempersingkat)

Rute normal Cho Oyu naik lewat Punggungan Barat Laut dari sisi Tibet, dari Base Camp (±4.900 m) ke Advanced Base Camp (±5.650 m) lalu tiga kamp tinggi sekitar 6.400, 7.000, dan 7.400 m. Crux teknisnya adalah satu langkah batu/es pendek, disusul lereng salju 30–40 derajat menuju dataran puncak yang luas. Bahaya objektif (longsoran es/batu) relatif kecil dibanding 8000-an lain, menjadikannya delapan-ribuan yang paling sering dipilih sebagai puncak pertama.

Sumber

Statistik Keselamatan

Risiko sedang

Dirangkum untuk pencegahan & kewaspadaan — bukan daftar korban. Baca bersama tips keselamatan.

1.4% Rasio fatalitas per pendakian sukses ke puncak
44 Kematian tercatat
3.138 Pendakian sukses

Periode 1950–2012 · Tabel rasio kematian 8000-an (data 8000ers.com, dihimpun Eberhard Jurgalski), 1950 s/d Maret 2012: 3.138 pendakian sukses ke puncak / 44 wafat = 1,4% kematian per orang yang mencapai puncak. Diukur sebagai 'climber death rate' (kematian per pendaki yang naik di atas base camp) angkanya 0,64% — rasio kematian-puncak terendah dari seluruh 14 gunung 8000-an (sekitar 1/25 rasio Annapurna). Cho Oyu (8.188 m, tertinggi ke-6 di dunia) sering disebut 8000-an 'termudah' karena lereng rute punggungan barat laut yang relatif landai dan aksesnya dekat pass Nangpa La — tetapi 'termudah' bukan 'aman': ia tetap gunung zona kematian (>8000 m) yang menuntut aklimatisasi penuh, dan justru rasa mudah itu bisa memicu kelengahan.

Penyebab kematian

  • Jatuh ke celah es

    💡 Beberapa kematian di Cho Oyu terjadi akibat jatuh ke celah gletser yang tersembunyi jembatan salju. Bergerak dalam tim yang saling terikat tali di area gletser, gunakan teknik crevasse-rescue, dan waspadai jembatan salju yang melemah saat siang menghangat.

    Sumber
  • Penyakit ketinggian (AMS/HACE/HAPE)

    💡 Penyakit ketinggian — termasuk edema otak (HACE) dan 'sakit tak jelas' di atas 8000 m — adalah penyebab kematian yang paling sering tercatat di Cho Oyu, menimpa pendaki dari berbagai usia dan tingkat pengalaman. Aklimatisasi bertahap, batasi waktu di zona kematian, dan turun begitu gejala berat muncul; puncak yang 'mudah' tetap berada di ketinggian ekstrem.

    Sumber
  • Terjatuh

    💡 Jatuh — sering saat turun dalam keadaan lelah — berulang kali tercatat menewaskan pendaki di Cho Oyu. Sisakan tenaga dan konsentrasi untuk descent, tetap terikat/terkait di seksi curam, dan jangan bergerak sendirian saat kelelahan berat.

    Sumber
  • Longsoran salju

    💡 Longsoran telah merenggut nyawa dalam jumlah besar di Cho Oyu (mis. tragedi 1959 dan insiden 2000). Pantau prakiraan longsor, hindari melintas di bawah lereng bermuatan salju, dan tunda pergerakan sesaat setelah hujan salju lebat atau badai.

    Sumber
  • Kelelahan

    💡 Kelelahan fatal di kamp tinggi tercatat di Cho Oyu, termasuk pendaki yang tak bangun lagi setelah hari summit yang panjang. Rencanakan jendela waktu realistis, patuhi batas balik (turnaround time), dan jangan memaksa puncak bila cadangan tenaga habis.

    Sumber

Insiden penting

  • 1954 Pendakian pertama Cho Oyu (Tichy, Jöchler & Pasang Dawa Lama, 1954)

    Pada 19 Oktober 1954, ekspedisi kecil Austria berhasil mencapai puncak Cho Oyu tanpa oksigen tambahan — pendakian 8000-an perdana yang dilakukan tim ringkas dan efisien. Peristiwa ini menegaskan bahwa tim kecil yang teraklimatisasi baik dan bergerak cepat pada jendela cuaca yang tepat dapat menekan risiko, bahkan di ketinggian ekstrem.

    Sumber
  • 1959 Tragedi longsoran 1959 — empat pendaki tewas

    Pada 1959, empat anggota sebuah ekspedisi internasional tewas tertimbun longsoran salju di Cho Oyu — salah satu insiden fatal terbesar dalam sejarah gunung ini. Peristiwanya menjadi pengingat keras bahwa bahaya longsor di lereng bersalju bisa meniadakan reputasi 'termudah' sebuah 8000-an dalam sekejap; kewaspadaan terhadap kondisi salju dan pemilihan waktu lintasan tetap krusial.

    Sumber
Sumber statistik: Sumber Sumber

Pengalaman Pendakian

Cho Oyu (8.188 m), gunung tertinggi keenam dunia, sering disebut delapan-ribuan paling mudah didekati secara teknis dan kerap menjadi puncak 8.000-an pertama bagi pendaki yang menyiapkan Everest. Kumpulan video berikut menampilkan ekspedisi nyata di rute normal sisi Tibet maupun pembukaan kembali jalur sisi Nepal, termasuk pendakian-berski dan ulasan mengapa gunung ini dianggap relatif 'aman'. Semua tautan diverifikasi hidup.

Rujukan

Ringkasan di atas dirangkum dari sumber-sumber berikut. Klik untuk menelusuri sendiri.

  1. 1 Wikipedia Cho Oyu en.wikipedia.org · EN
  2. 2 Wikipedia Cho Oyu id.wikipedia.org · ID
  3. 3 Wikidata Cho Oyu (Q170089) wikidata.org · EN
  4. 4 Media Cho Oyu Expedition alpenglowexpeditions.com · EN